JIL Edisi Indonesia

K.H. A. Mustofa Bisri: Tegas Bukan Berarti Keras

Tegas itu berbeda dengan keras. Kadang, kita tidak bisa membedakan antara tegas dengan keras. Tegas oke, tapi keras nanti dulu! Nabi Muhammad itu tegas sekali, tapi tidak ada yang mengatakan beliau itu keras, tapi lemah lembut.

21/07/2002 | Wawancara | Komentar (0) #

Konflik Metafisik

Oleh Burhanuddin

Fundamentalisme sebenarnya merupakan fenomena “orang bercakap-cakap di pojok ruangan.” Mereka mengalami deprivasi relatif, dan mengidap gejala lari dari kebebasan, untuk meminjam istilah Erich Fromm. Ada rasa damai dan kesejukan hati ketika hidup dalam enclave atau ghetto-ghetto mereka sendiri.

14/07/2002 | Editorial | Komentar (0) #

“Convivencia” di Andalusia

Oleh Ihsan Ali-Fauzi

Benih-benih convivencia sudah mulai tersebar saat itu.  Tapi vitalitas keagamaan semua umat tidak hanya berasal dari situ, sekalipun jelas ditopang oleh keterbukaannya pada dunia luar.  Para sarjana dan pemikir Yahudi justru lebih banyak lagi mendulang inspirasi dan model dari wilayah Islam di sebelah timur, dari pusat kekhalifahan `Abbasiyyah di Baghdad.  Dari pusat kekuasaan politik dan gairah intelektual itu, mengalir segala temuan dalam studi-studi atas Alkitab dan Talmud, pengetahuan mengenai filsafat dan sains, penguasaan atas bahasa Ibrani dan kesusastraannya.

14/07/2002 | Kolom | Komentar (0) #

Radikalisasi Agama: Soal Katak dalam Tempurung

Oleh Ihsan Ali-Fauzi

Secara tak sengaja, peristiwa tragis itu membuka peluang bagi lebih banyak lagi rakyat AS untuk mengenal Islam dan kaum muslim. Mereka dipaksa untuk keluar dari tempurung mereka, dan menemukan dunia yang lebih besar dari sekadar AS.

12/07/2002 | Kolom | Komentar (0) #

Mohammed Arkoun Cara Membaca Al-Qur’an

Oleh Cecep Ramli Bihar Anwar

Mohammded Arkoun lahir pada 1 Februari 1928 di Tourirt-Mimoun, kabilia, Aljazair. Kabilia merupakan daerah pegunungan berpenduduk Berber, terletak di sebelah timur Aljir. Berber adalah penduduk yang tersebar di Afrika bagian utara. Bahasa yang dipakai adalah bahasa non-Arab (‘ajamiyah).

09/07/2002 | Tokoh | Komentar (2) #

Syaikh Qardhawi: Guru Umat Pada Zamannya

Oleh Cecep Taufikurrohman

Dari sekitar tujuh puluh enam tahun perjalanan hidup Syaikh Qardhawi (sampai tahun 2002), minimal ada dua hal yang menjadi main stream aktivitas hidupnya. Pertama adalah aktivitasnya sebagai seorang intelektual dalam bidang fikih (faqih) dan kedua adalah aktivitasnya yang sangat signifikan dalam shahwah dan harakah Islamiyah. Bagi Qardhawi, ilmu yang diraihnya di Al-Azhar adalah bekalnya dalam menggali khazanah Islam, sedangkan yang didapatkannya di lapangan bersama Ikhwan adalah bekal utamanya dalam menjalani dunia pergeraklan Islam (harakah) dan shahwahIslamiyah.

09/07/2002 | Tokoh | Komentar (0) #

Demokrasi dan Radikalisme Agama

Oleh Rumadi

Atas dasar itu tidak mengherankan jika bangkitnya radikalisme agama seringkali dibungkus dengan baju demokrasi, sesuatu yang sebenarnya paradoks dengan semangat demokrasi. Perjuangan menegakkan syariat Islam di beberapa daerah, semangat menghidupkan kembali Piagam Jakarta misalnya, muncul atas nama demokrasi dan kebebasan. Barangkali inilah keterbatasan dari demokrasi yang tidak mampu mengeluarkan aspek-aspek yang dapat mengurangi kewibawaannya.

07/07/2002 | Kolom | Komentar (2) #

Dialog

Oleh Novriantoni

Dialog tidak selamanya menyenangkan, apalagi bagi pemikiran yang eksklusif nan jumud dan membatu. Dialog juga dicurigai, dibenci bahkan dicaci-maki. Kalau dulu dikenal terma zindîq (man tamantaqa faqad tazandaqa) untuk menjegal rupa-rupa dialog yang berkembang, sekarang dikenal terma terbaratkan, sekular, agen Barat, dan kata-kata pembunuh lainnya.

07/07/2002 | Editorial | Komentar (0) #

Fazlur Rahman Alquran dan Tantangan Modernitas

Oleh Cecep Ramli Bihar Anwar

Fazlur Rahman dilahirkan pada tahun 1919 di daerah barat laut Pakistan. Ia dibesarkan dalam keluarga yang bermadzhab Hanafi, suatu madzhab fiqih yang dikenal paling rasional di antara madzhab sunni lainnya. Ketika itu anak benua Indo-Pakistan belum terpecah ke dalam dua negara merdeka, yakni India dan Pakistan. Anak benua ini terkenal dengan para pemikir islam liberalnya, seperti Syah Wali Allah, Sir Sayyid Ali dan Iqbal.

05/07/2002 | Tokoh | Komentar (1) #

Dr. Zainun Kamal, MA: Nikah Beda Agama

Teks-teks suci tidak berdiri pada ruang hampa ketika ia menyapa manusia. Satu kasus menarik adalah ketika Khalifah Umar melarang seseorang menikahi ahli kitab, sementara Alquran memperbolehkannya, menunjukkan intervensi sesuatu di luar teks. Pada kasus lain, sebagian ulama masih mengharamkan seorang muslimah menikah dengan laki-laki non-Islam.

30/06/2002 | Wawancara | Komentar (58) #
Halaman: 97 dari 112 « First  <  95 96 97 98 99 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq