Author Archives: Ahmad Abdul Haq

Surat Edaran Sekjen Kementerian Keuangan Nomor SE-9/SJ/2014

Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah Dalam Kegiatan Politik Praktis Menjelang Pemilu 2014

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 65/KMK.01/2014

Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KMK.01/2013 Tentang Pedoman Penilaian Kantor Pelayanan Percontohan di Lingkungan Kementerian Keuangan

Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-7/PB/2014

Penatausahaan Penerimaan Negara pada Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara

Surat Direktur Transformasi Proses Bisnis Ditjen Pajak Nomor S-29/PJ.13/2014

Penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Sebagai Bank Persepsi yang Melaksanakan Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik

Surat Dirjen Perbendaharaan Nomor S-1297/PB/2014

Pendataan Jumlah Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) Dalam Rangka Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan

Surat Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum Nomor 199/Bawaslu/II/2014

Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah Dalam Kegiatan Politik Praktis Menjelang Pemilu 2014

Keputusan Dirjen Perbendaharaan Nomor KEP-40/PB/2014

Penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Sebagai Bank Persepsi yang Melaksanakan Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.05/2014

Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik

Respon Atas Tulisan Saudara Adi Pribadi (Saat Keadilan Terusik, Penerimaan Negara Terancam)

Sumber: Kompasiana, 06-02-2014 Mungkin pembaca kecewa karena yang di harapkan adalah respon dari oknum- oknum ataupun Institusi yang disebut dalam tulisan saudara Adi Pribadi. Sebagai rakyat kecil, miris rasanya hati ini membaca tulisan Adi Pribadi (entah nama sebenarnya atau tidak)

Saat Keadilan Terusik, Penerimaan Negara Terancam

Skandal Mutasi/promosi Eselon IV Direktorat Jenderal Pajak Oleh: Adi Pribadi Sumber: Kompasiana, 05-02-2014 Link: http://birokrasi.kompasiana.com/2014/02/05/saat-keadilan-terusik-penerimaan-negara-terancam-629701.html (sudah putus) Screenshot “Kejahatan merajalela bukan semata-mata pelakunya semakin banyak tetapi karena orang-orang baik memilih untuk diam dan mendiamkan. Dan saya pilih tidak mendiamkan.” Anies