Rhoma Irama – Film Jaka Swara

Sinopsis

Ayah Fatma tewas ditembak Portugis ketika Fatma masih kecil. Fatma dipertemukan dengan Jaka Swara, anak Haji Abdullah. Kedua anak kecil itu menjadi akrab. Abdullah memberi mereka masing-masing satu buah kalung. Kalung bulan untuk Fatma dan kalung bintang untuk Jaka.

Abdullah terlibat dengan bentrokan melawan sekelompok Portugis. Pimpinan Portugis marah besar karena anak buahnya dikalahkan Abdullah. Keesokan harinya Abdullah diserang oleh orang-orang Portugis. Abdullah dan istrinya tewas ditembak oleh John Da Costa, sedangkan Fatma dibawa oleh kelompok penjajah. Jaka tahu setelah dari kejauhan melihat rumahnya dibakar.

Fatma dijadikan penari Jaipong di markas Portugis. Sementara Jaka ditempa dengan ilmu bela diri Garuda Putih di sebuah perguruan. Keduanya kini telah dewasa. Jaka diperintah gurunya untuk mengembara menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Di perjalanan Jaka melihat seorang wanita di atas kereta yang tidak bisa mengendalikan kudanya. Jaka berlari menolongnya. Ternyata wanita itu adalah Fatma. Pertemuan itu diketahui juga oleh kelompok John Da Costa. Jaka yang berhasil membunuh John kemudian melarikan diri setelah tertembak kakinya. Meski segala cara telah dilakukan, Portugis tidak menemukan Jaka. Akhirnya, dengan mengumpankan Fatma, Jaka keluar dari persembunyiannya.

Jaka disuruh bekerja paksa. Karena tidak tega melihat temannya disiksa oleh mandor, Jaka memukul mandor itu. Perbuatan Jaka diketahui oleh Simon, anak John. Simon menantang Jaka bertarung melawan jago-jago silat minggu depan. Jaka dimasukkan ke penjara tanpa diberi makan.

Di hari pertarungan ada lima orang yang lolos saringan untuk bertarung. Jaka yang termasuk salah satu peserta masih berada di penjara. Dengan sekuat tenaga dia berhasil melepaskan tangannya dari belenggu dan langsung lari ke arena pertarungan. Jaka menang. Suasana jadi kacau karena Simon tidak menghendakinya. Terjadi bakuhantam antara Simon Cs. dan rakyat. Dalam pertarungan satu lawan satu, Jaka berhasil mengalahkan Simon. Kemenangan ini disambut gegap-gempita oleh rakyat. Kini tidak ada lagi pihak yang menjajah mereka.

Pemeran

Rhoma IramaCamelia Malik – Simon Cader – Ade Irawan – Gino Makasuci – H.M.E. Zainudin – Piet Pagau – Rukman Herman – Arman Effendi – Bung Salim – Mawardi – Ranu – Ferry Octora – Viona Rosalina – Andre Pocris – Heidy Diana – Diana Yusuf – Yani Arimbi – O’ong Maryono – Rochim Lahatu – Belkis Rachman – Tommy – Gandi.

Kerabat Kerja

Penata Kelahi: Robert Santosa.
Cerita/Scenario: Rhoma Irama.
Pimpinan Produksi: Sindu.
Produser: Drs. Aland Susanto – Budhi Sutrisno – Gunawan Suryajaya
Sutradara: L. Sudjio.

Lagu-lagu

Kawula MudaPantun PinuntunBulan BintangPertemuanDerita di Atas Derita.

Bagikan artikel ini:
Share