JIL Edisi Indonesia

Second Muhammadiyah: Refleksi Tiga Tahun Perjalanan JIMM

Oleh Moh. Shofan

Karenanya, “Refleksi 3 Tahun JIMM” merupakan peristiwa langka yang akan sangat monumental jika benar-benar menemukan bentuknya yang paling terang, yakni sebagai gerakan kultural yang dicirikan oleh kaum intelektual.

12/09/2006 | Kolom | Komentar (9) #

Sidney Jones: Gagasan Salafi-Jihadi Sedang Diterjemahkan

Konflik dan silang sengketa Timur Tengah senantiasa berdampak sampai jauh ke Indonesia. Proses radikalisasi masyarakat Indonesia pun berlangsung lewat persebaran gagasan-gagasan yang muncul di Timur Tengah. Bagaimana itu bisa terjadi? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Sidney Jones, Project Director International Crisis Group (ICG) untuk kawasan Asia Tenggara Kamis, 31/8, lalu.

12/09/2006 | Wawancara | Komentar (6) #

Diskusi JIL Bulan Agustus Lobi Israel Menundukkan Amerika

Oleh Umdah El-Baroroh

Dugaan yang berseliweran itu tiba-tiba dihentakkan oleh sebuah tulisan berjudul “The Israel Lobby” di London Review of Books, sebuah jurnal yang terbit di British, dari dua orang akademisi Amerika, Stephen Walt, guru besar di Harvad University, serta John Mearsheimer dari the University of Chicago.

05/09/2006 | Diskusi | Komentar (2) #

Naguib Mahfouz dan Dialog Peradaban

Oleh M. Guntur Romli

Karya-karya Mahfouz adalah kisah tentang peradaban-peradaban itu sendiri. Peradaban yang senantiasa bergumul dan berdialog. Menurut pengakuan Mahfouz yang disampaikan dalam upacara penerimaan hadiah Nobel pada 1998, ia adalah anak yang lahir dari pernikahan yang sakinah antara dua peradaban: peradaban Firaun yang telah berusia 7.000 tahun dengan peradaban Islam yang berusia 1.400 tahun.

05/09/2006 | Kolom | Komentar (1) #

Masjid dan Peradaban yang Merosot

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Saya curiga, tampaknya masjid-masjid kita kini bukan lagi tempat umat bisa menambah wawasan keagamaannya dengan cerdas, tapi justru menjadi tempat untuk merawat “kesemenjanaan” atau mediokrisi. Dari hari ke hari, umat dijejali dengan demagogi, ceramah yang sarat dengan klise, repetisi materi yang membosankan, dan kadang caci-maki yang menyuburkan rasa benci.

04/09/2006 | Editorial | Komentar (72) #

Mengenang Kembali Nurcholish Madjid

Oleh Bawono Kumoro

Inilah salah satu kontribusi penting Cak Nur dalam mendekonstruksi paradigma berpikir umat Islam Indonesia. Jika kita melihat keengganan yang meluas terhadap ide negara Islam dan formalisasi syariat Islam di Indonesia dewasa ini, ataupun menyaksikan trend keberagamaan yang lebih menekankan sisi substantif ketimbang sisi simbolisnya, maka tidak ada keraguan sedikitpun dalam diri kita untuk menyebut nama Nurcholish Madjid sebagai seorang pioneer yang memungkinkan itu semua dapat terjadi.

04/09/2006 | Kolom | Komentar (7) #

Endo Suanda: Seni Tidak Hanya Berfungsi untuk Tujuan yang Luhur

Keluasan dan komplekstitas ekspresi seni tidak semestinya dihukumi dan dininai dengan satu sisi sudut pandang saja. Sudut pandang agama saja, misalnya, tidaklah memadai untuk menentukan hitam-putihnya nilai kesenian. Mengapa demikian? Berikut paparan Endo Suanda, pakar etnomusikologi, tentang hubungan agama dan kesenian kepada Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (24/8, lalu.

04/09/2006 | Wawancara | Komentar (2) #

Diskusi di Ciputat Politik Identitas dalam Perang Libanon-Israel

Oleh A. Mustafa

Konsep multikulturalisme yang lebih mementingkan identitas kelompok di atas identitas bersama menjadi ancaman serius bagi masa depan demokrasi. Bukan hanya di Libanon tapi juga kemungkinan ini akan dihadapi oleh setiap negara yang menerapkan sistem demokrasi, tidak terkecuali Indonesia.

04/09/2006 | Diskusi | Komentar (1) #

Diskusi JIL Bulan Juli Perda Syariat Tidak Penuhi Syarat Perundangan

Oleh Umdah El-Baroroh

Kritik atas perda tersebut harus dilakukan dengan advokasi dan pemberdayaan tentang wacana hukum terhadap masyarakat bawah. Sehingga mereka mengetahui bahwa perda yang diusulkan oleh pemerintah daerah itu tidak memenuhi syarat perundangan, baik formil maupun materil.

29/08/2006 | Diskusi | Komentar (11) #

Membentengi Islam?

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Islam dan benteng merupakan dua entitas berbeda. Jika Islam merupakan sekumpulan ajaran yang dinamis, benteng adalah lokus yang stagnan. Islam adalah deretan konsep terbuka, sementara benteng adalah ruang yang kedap. Sekiranya Islam adalah sesuatu yang hidup, benteng adalah benda yang mati. Itu sebabnya pembaruan terhadap Islam tak berhenti bersamaan dengan meninggalnya Kanjeng Nabi Muhammad. Sementara benteng telah selesai begitu bata-bata disusun dan tembok dikukuhkan. Islam tak perlu terus-menerus dibentengi.

27/08/2006 | Editorial | Komentar (8) #
Halaman: 19 dari 108 « First  <  17 18 19 20 21 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq