JIL Edisi Indonesia

Surat Terbuka kepada Ketua MPR

Oleh Anick H.T.

Yang Mulia Bapak Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Perkenankanlah saya menyatakan keprihatinan mendalam atas pernyataan Anda di Pekanbaru seperti dikutip kantor berita Antara pada 6 Februari. Dalam kesempatan menanggapi bergulirnya isu permintaan suaka politik ke Negara Kanada dan Australia oleh jemaah Ahmadiyah Indonesia yang menjadi korban persekusi itu, ada beberapa hal yang membuat saya tersentak.

21/02/2006 | Kolom | Komentar (47) #

Kezaliman Berjamaah

Oleh Novriantoni

Apa pembeda agawaman dan negarawan dalam menyikapi persoalan sosial agama seperti kekerasan atas Ahmadiyah? Seorang agamawan tentu masih hirau pada perbedaan di tingkat doktrin agama, namun seorang negarawan, mestinya melampaui penilaian pada level doktrin yang bias. Titik perhatian negarawan tidak lagi pada seseorang menganut paham apa, tapi apakah ada hak-hak dasar mereka yang telah dirampas, tak pandang apa paham agamanya.

20/02/2006 | Editorial | Komentar (11) #

Memahami Kembali Hubungan Islam-Barat

Oleh Abdul Mukti Ro'uf

Sebaliknya, pasca-peristiwa 11 September—langsung atau tidak langsung—mencerminkan adanya konflik geopolitik yang terus membara yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bukti adanya perang dingin antar dua peradaban; Barat versus Islam.

20/02/2006 | Kolom | Komentar (5) #

Goenawan Mohamad: Reaksi Berlebihan Merepotkan Muslim Eropa

Gelombang kemarahan umat Islam di banyak negeri muslim terhadap pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad, hendaknya tetap memperhitungkan posisi minoritas muslim di banyak negara Eropa. Reaksi yang gegabah dan membari buta bisa-bisa justru akan lebih mempersulit posisi mereka yang hidup rantau sana. Demikian perbincangan Luthfi Assyaukanie dan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL), dengan Goenawan Mohamad, budayawan dan mantan Pemimpin Redaksi majalah Tempo, Kamis (9/2) lalu.

20/02/2006 | Wawancara | Komentar (0) #

Diskusi di Unisba Membedah Pluralisme Cak Nur

Oleh Umdah El-Baroroh

Meski Cak Nur banyak dinilai orang sebagai seorang pluralis sejati, tapi bagi mantan pengurus Muhammadiyah, Dawam Raharjo, Cak Nur bukanlah seorang pluralis. “Ia lebih tepat disebut sebagai seorang inklusif, bukan pluralis”, tandasnya dalam forum itu. Menurut tokoh Muhamadiyah yang berpikiran liberal ini, seorang pluralis bukan sekadar orang yang menerima perbedaan terhadap kebenaran agama yang berbeda. Tapi lebih jauh ia juga harus mempelajari kebenaran agama-agama lain dengan sikap yang adil.

13/02/2006 | Diskusi | Komentar (0) #

Membakar Surga

Oleh M. Guntur Romli

Syahdan, sufi masyhur itu menyusuri jalan-jalan kota Bagdad yang hiruk-pikuk. Ia menjinjing seember air dan sebuah obor. Ketika ditanya hendak kemana, ia menjawab enteng: “Aku hendak membakar surga dengan obor dan memadamkan neraka dengan air!”

13/02/2006 | Editorial | Komentar (18) #

Karikatur Nabi: Bentrokan Peradaban atau Ketidakberadaban?

Oleh André Möller

Di Suriah dan Libanon, Kedutaan Besar Denmark diserbu massa yang mengamuk. Di Jakarta, sebagian umat Islam membakar-bakar bendera Denmark dan menyerukan boikot atas produk-produk Denmark. Di Denmark sendiri, orang ultra-kanan mengancam akan membakar Alquran di tempat umum. Protes dan demo umat Islam Denmark pun menyusul. Orang Skandinavia di seluruh Timur Tengah diimbau pemerintahannya segera pulang ke tanah air masing-masing. Para duta besar semakin resah, dan ada pula yang sudah dipulangkan. Kok bisa sekacau ini?

13/02/2006 | Kolom | Komentar (26) #

Jeffrie Geovanie: Tuhan Tak Bisa Disentuh, Tapi Dapat Diajak Dialog

Sebagian orang menemukan jalan menuju Tuhan lewat pemenuhan ritual-ritual agama secara komplit. Sebagian lain menemukannya lewat pergumulan dengan kehidupan sosial yang nyata sehingga membuat hidupnya lebih bermakna. Demikian sekilas perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Jeffrie Geovanie, pengusaha muda yang kini Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, lembaga yang bergerak di bidang kajian kebijakan publik di Jakarta, Kamis (6-2) lalu.

13/02/2006 | Wawancara | Komentar (2) #

Diskusi Bulanan JIL Adakah liberalisme Islam di Indonesia?

Oleh Umdah El-Baroroh

Meski ada asumsi bahwa liberalisme Islam sebagai penunjuk kecenderungan intelektualisme dan humanisme dalam pemikiran Islam, tetapi mencari akar liberalisme dalam Islam masih dirasa sulit oleh Yudi. Karena menurutnya sebuah ide memiliki dunia dan sejarahnya sendiri.

11/02/2006 | Diskusi | Komentar (9) #

Hamas dan Era Islam Politik

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Bagi saya, tiap keberhasilan sebuah pemilu di dunia Islam saat ini, apa pun hasil yang muncul dari sana, harus diberi applause dan dipandang sebagai aset politik yang penting untuk konsolidasi demokrasi di masa datang. Saya selalu menarik napas lega tiap mendengar berita tentang pemilu yang sukses di negeri-negeri Islam.

06/02/2006 | Kliping | Komentar (1) #
Halaman: 31 dari 109 « First  <  29 30 31 32 33 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq