JIL Edisi Indonesia

Ali Abd Al-Raziq (1888-1966) Peletak Dasar Teologi Negara Modern

Oleh Luthfi Assyaukanie

Ali Abd al-Raziq dilahirkan di sebuah desa kecil di provinsi Minya, Mesir tengah, pada tahun 1888. Ia adalah adik kandung dari Mustafa Abd al-Raziq, intelektual Mesir yang terkenal dengan teori filsafat Islam-nya. Sama seperti Mustafa, Ali Abd al-Raziq melewati masa kecilnya dengan mempelajari ilmu-ilmu agama.

09/05/2002 | Tokoh | Komentar (1) #

Andree Feillard: Di Indonesia, Tidak Pakai Jilbab Pun Aman

Perubahan persepsi tentang jilbab yang terjadi di Indonesia antara dulu dan sekarang. Sekarang, kerudung berubah menjadi jilbab yang meniru model Timur Tengah dan menjadi kewajiban syariat Islam untuk kaum muslimat.

05/05/2002 | Wawancara | Komentar (7) #

Syariat Demokratik

Oleh Novriantoni

Istilah ini tentu saja janggal terdengar bagi sementara kalangan, sebagaimana demokrasi masih dianggap asing, impor dari barat, dan tidak terpikirkan (ghayra mufakkar fîhi) bagi sebagian umat Islam. Dan sekarang, saya malah menyandingkan syariat dengan kata demokratik. Padahal masih ada anggapan, demokrasi bertentangan dengan Islam, atau lebih spesifik lagi, syariat Islam.

05/05/2002 | Editorial | Komentar (0) #

Pasar Raya Tafsir dan Perahu Nuh

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Saya membayangkan Islam sekarang ini mirip sebuah pasar besar dengan ratusan, bahkan ribuan, toko dan kios di dalamnya. Semua kios itu ramai didatangi oleh para pengunjung yang rata-rata adalah anak-anak muda. Orang-orang tua biasanya sudah merasa tidak perlu lagi menjajal hal-hal baru yang belum tentu “khasiatnya”. Gambaran ini jelas hanya merupakan cara untuk menerangkan bagaimana hidupnya diskursus pemikiran yang berkembang di kalangan umat Islam Indonesia saat ini.

05/05/2002 | Kolom | Komentar (1) #

Diskusi Buku Civil Islam

DISKUSI BUKU CIVIL ISLAM, KARYA BOB HEFNER

01/05/2002 | Diskusi | Komentar (0) #

Fatima Mernissi: Berontak Demi Kaum Perempuan

Oleh Nong Darol Mahmada

Fatima Mernissi lahir tahun 1940 di Fez, Marokko.  Ia tinggal dan dibesarkan dalam sebuah harem bersama ibu dan nenek-neneknya serta saudara perempuan lainnya.  Sebuah harem yang dijaga ketat seorang penjaga pintu agar perempuan-perempuan itu tidak keluar. Harem itu juga dirawat dengan baik dan dilayani oleh pelayan perempuan.

01/05/2002 | Tokoh | Komentar (2) #

Maria Ulfa Anshori: Jika Rasul Hidup Sekarang, Tak akan Poligami

Poligami merupakan isu yang sangat terkait dengan perempuan. Kaum hawalah yang banyak merasakan ketidakadilan poligami. Karenanya, isu ini banyak dikumandangkan dan mendapat sorotan penting dari penggiat hak-hak kaum perempuan, termasuk kaum feminis Islam. Mereka mempertanyakan, untuk tidak menyebut menggugat, tradisi pernikahan lebih dari satu ini. Bagi mereka, apa betul poligami yang banyak menyentuh rasa keadilah perempuan, sesuai dengan semangat Islam?

28/04/2002 | Wawancara | Komentar (3) #

Poligami dan Keadilan

Oleh Novriantoni

Poligami adalah salah satu isu yang disorot tajam kalangan feminis, tak terkecuali feminis Islam. Tradisi menikah lebih dari satu ini (perseliran), selalu saja kontroversial, sehingga menuai subur pro dan kontra. Ada permasalahan penafsiran atas teks disana.

28/04/2002 | Editorial | Komentar (6) #

Menuju Fikih Emansipatoris

Oleh Arif Zamhari

Sementara itu, jika kita ingin membangun fikih baru yang berperspektif keadilan gender,maka kita akan berhadapan dengan keyakinan kalangan “tradisional” muslim, bahwa fikih yang ada merupakan sumber hukum yang sudah final dun tidak dapat diubah. Jangankan mengubah secara mendasar, melakukan reinterpretasi ringan saja, sudah merupakan hal yang tabu. Kalangan ini selalu mempertanyakan, apakah generasi sekarang ini sudah cukup mempunyai kualifikasi intelektual dan integritas moral yang sama dengan para imam madzhab dahulu, sehingga bisa merumuskan fikih yang baru?

28/04/2002 | Kolom | Komentar (0) #

Islam Liberal, Keberagamaan Pasca-Politisasi Agama

Politisasi agama membuat ajaran agama akan terpangkas dari nilainya yang universal. Ajaran agama ditundukkan ke dalam kepentingan yang berdimensi temporal, lokal, atau sektarian. Agama menjadi alat kepentingan sekelompok manusia tertentu, entah itu segelintir elite penguasa, kelompok oposisi, atau kaum agamawan sendiri.

26/04/2002 | Kliping | Komentar (0) #
Halaman: 93 dari 104 « First  <  91 92 93 94 95 >  Last »

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq