Hati-hati, Banyak Penipuan Berkedok Hadiah Barang Elektronik di Pusat Perbelanjaan

Pindahan dari Multiply

URL: http://ahmadabdulhaq.multiply.com/photos/album/392/Hati-hati-Banyak-Penipuan-Berkedok-Hadiah-Barang-Elektronik-di-Pusat-Perbelanjaan
Tanggal: 13 Januari 2010

Di antara pembaca posting ini mungkin ada yang pernah mengalami ketika jalan-jalan di mal lalu dihadapkan ke sebuah counter atau toko yang menawarkan barang yang sebenarnya susah laku tapi dijual dengan harga yang sangat tinggi. Bagi yang belum pernah, mudah-mudahan posting ini menyadarkan Anda bahwa ada satu modus penipuan yang sangat halus. Modus ini bahkan belum pernah saya lihat liputan kasusnya di rubrik kriminal baik di media cetak maupun elektronik. Entah berapa macam produk yang dipasarkan dengan cara memaksa pembeli itu, saya hanya ingat beberapa merek, antara lain Aowa dan Inextron.
Untuk lebih jelasnya, berikut saya berikan contoh kejadian yang menimpa seseorang yang sialnya sampai mengalami kerugian materi. Saya kutipkan dari alamat web http://speedytown.com/jesusinlife/index.php?topic=355.0 (link sudah putus).

Hati-hati penipuan Blue Top!!! (kesaksian temennya terry)
« on: January 15, 2008, 05:49:03 PM »Hari ini saya lewat di depan hypermart lippo karawaci. Kemudian saya dicegat oleh seorang pria. Saya diminta menggosok kartu yang dia berikan. Saya mendapatkan voucher sebesar 1 juta. Saya kemudian disuruh mengisi data2 saya di voucher itu di kantornya karena katanya tidak etis kalau dilakukan di atas.Saya pun ikut turun. Biasanya saya kalau disodori seperti itu, saya tidak tertarik. Tapi entah kenapa hari itu saya ikut. Saya ditanya macam2. Saya juga dikatakan akan mendapatkan hadiah lain kalau mempunyai kartu visa atau mastercard. Saya mengatakan punya, tapi bukan kartu kredit melainkan atm.Lama sekali ktpku diproses. Entah apa yang mereka proses. Saya pun diajak ngobrol2 gt ma spg2 Blue Top. Saya sudah males menunggu karena harus ke Gramedia untuk membeli buku. Lalu saya meminta ktp saya dibalikin. Kata spb Blue Top (BT), saya dapat doorprize krn pny visa. Saya kemudian disuruh mencabut doorprize. Saya mendapatkan percel millenium. Tapi dalam promo mereka tidak ada parcel millenium. Hal tersebut akan dikonfirmasikan ke kantor pusat mereka di surabaya.Mereka lalu menelponkan kantor pusat itu untuk saya. Kata pimpinan di sana, saya termasuk konsumen yang beruntung karena hanya 2 saja orang yang beruntung mendapatkan parcel itu. Dia tidak bisa menjelaskan untuk saya, lebih baik dijelaskan oleh karyawan di Lippo saja. Saya disuruh menunggu 2-3 menit. Agak lama saya menunggu, saya merasa tidak sabar kerena ingin pulang. Akhirnya saya diberikan fax yang menyatakan saya menang DVD Home Theatre. Saya juga memenangkan voucher senilai 1juta jika saya punya kartu visa, mastercard, visa electron,dll.Saya kemudian ditanya berapa isi kartu saya, puluhan ribu?Ratusan ribu?Jutaan? Puluhan juta? Saya mengatakan jutaan. Saat itu saya membawa 2 atm saja, yaitu Lippo Bank (Visa electron) dan Mandiri (Visa). Akhirnya saya diberikan tapping massanger dan pure water single. Trus dikatakan bahwa saya bisa mendapatkan salah satu produk promo mereka secara gratis jika saya beruntung (bank penerbit kartu setuju, walaupun isi kartu debet saya tidak sesuai dengan harga barang yang dipilih). Saya disuruh memilih yang mana saya mau. Akhirnya saya memilih airpurifier karena tertarik dengan promo yang mereka lakukan sebelumnya (selama ktp saya diproses, saya didemonstrasikan produk2 mereka).Kemudian saya disuruh menandatangani bukti pembayaran dari bank(Saat itu saya tidak sadar telah memberi). Saya pikirnya gratis. Lalu mereka menyodorkan persetujuan pembelian. Harusnya kan persetujuan pembelian dulu diberikan baru bisa didebet (saya baru sadar itu pada saat di kos). Mereka bertepuk tangan, memberikan ucapan selamat segala.

Setelah saya ditaksi, saya baru sadar kalau ternyata telah ditipu. Hari gini, mana ada yang gratis??? Setelah pulang di kos, saya kembali mengecek atm saya di mesin atm terdekat. Ternyata tabungan saya telah terdebet sebesar 6.490.000 (seharusnya 7.490.000, tp kerena terpotong voucher sebesar 1 jt makanya jadinya sisa 6jtan). Saya sangat kesal. Lalu saya mencari informasi ttg Inextron melalui internet. Ternyata banyak juga yang mengalami hal sama seperti saya. Barang2 yang mereka terima rusak. Akhirnya saya mencoba barang yang diberikan pada saya yaitu home theatre. Ternyata home theatre yang saya terima speakernya rusak(saya hanya mencoba 1 speaker saja karena takutnya pihak Inextron ga mau terima apabila saya komplain dengan alasan saya telah mencoba kedua speaker,dll) . Saya tidak mencoba airpurifier karena apabila segel/kardusnya rusak sudah tidak mau diterima lagi.

Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Karena uang dalam tabungan saya itu untuk membayar sisa sks kuliah saya dan untuk biaya hidup.

Alamat Blue Top di Supermall Karawaci Lt. Dasar (West Basement) #03, jl. Diponegoro 105-Boulevard Lippo Karawaci, Tangerang 15811-Telp (021)6473538.

Saat itu saya tidak sadar. Mungkin kena hipnotis karena saya disuruh melihat mata salah seorang karyawannya dengan macam2 alasan. Saya mengirimkan artikel ini supaya teman2 yang lain berhati-hati. ..

Banyak2 doa supaya tidak mudah kena hipnotis… Jesus bless…

Beberapa link kasus serupa:

  • http://indonesiancommunity.multiply.com/journal/item/3340/Hati-hati_Penipuan_Dibalik_Promosi_AOWA_
  • http://andhicka.multiply.com/journal/item/45/GAK_JADI_KE_OMEGA_PLUS_SEREM_
  • http://suarapembaca.detik.com/read/2009/02/09/153751/1081914/283/hati-hati-iming-iming-hadiah-produk-inextron-di-i-home
  • http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/30/16295632/Surat.Pembaca
  • http://www.tempo.co.id/komentar/?berita=brk,20050308-44,id.html&act=read&&page=5
  • http://eepinside.com/?tag=aowa (baru)

Untuk keluhan lainnya dari para pengguna Internet, saya persilakan Anda menanyakan “inextron penipuan” atau “aowa penipuan” (tanpa tanda kutip) kepada mesin pencari kesayangan Anda.

Sebenarnya modus penipuan ini sudah lama saya kenal. Pertama kali saya terjerat penipu model begini sekitar akhir 2000 atau awal 2001 (persisnya saya lupa). Waktu itu saya menindaklanjuti surat yang sebenarnya tidak ditujukan kepada saya, melainkan buat orang yang sebelumnya mengontrak di rumah yang saya tempati. Bersyukur, pada waktu itu saya tidak sampai terbius dan tertipu.

Sejak saat itu saya menjadi paham cara mereka menjerat pembeli. Seringkali kalau pas waktu saya senggang, saya menyodorkan diri ke tempat mereka untuk ditanya macam-macam, diucapi selamat, dan sebagainya. Tapi saya tetap menjaga diri, jangan sampai data sensitif saya seperti ATM tidak jatuh ke tangan mereka. Paling-paling saya berikan KTP dan nomor HP, karena dipersyaratkan untuk mendapatkan suvenir gratis. Beberapa kali saya mendapatkan suvenir yang lumayan berguna. Antara lain cairan pembersih serbaguna, kamera mainan, dan yang terakhir tadi malam saya mendapatkan alarm pengaman pintu.

Foto-foto diambil menggunakan kamera: Canon PowerShot S2 IS

Sales Aowa di Blok M Plaza, Jakarta, 21 Juli 2006.

Sales Aowa di Blok M Plaza, Jakarta, 21 Juli 2006.

Ganteng-ganteng menipu di Medan, Sumut, 30 Oktober 2006.

Ganteng-ganteng menipu di Medan, Sumut, 30 Oktober 2006.

Foto 3: Briefing di Toko Blue Top, Java Supermall Semarang Jateng, 20 Oktober 2009
I-Home Kompleks Palembang Indah Mall (PIM) lower ground No 12. Foto: sripoku.com/Arief Br.

I-Home Kompleks Palembang Indah Mall (PIM) lower ground No 12. Foto: sripoku.com/Arief Br.

Lihat Pula

Pranala Luar

Bagikan artikel ini:
Share