
Nama : YAPTO SULISTIO SURYOSUMARNO
Lahir : Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 1949
Agama : Islam
Pendidikan : -SD, Jakarta (1960)
-SMP, Jakarta (1964)
-SMA, Jakarta (1967)
-FH UKI, Jakarta (1984)
Karir : -Dan Menwa UKI
-Ketua AMPI
-Ketua Umum DPP Pemuda Pancasila
-Pendiri FKPPI
-Direktur Mahapala Sakti
-Direktur PT Swahasta Jaya
Alamat Rumah : Jalan Haji Kontong 2tB, Jakarta Selatan Telp: 791783
Alamat Kantor : Jalan Irian 5, Jakarta Pusat Telp: 345605
|
|
YAPTO SULISTIO SURYOSUMARNO
"Saya beberapa kali keluar masuk penjara karena berkelahi," ujarnya mengenang masa lalu. Dilahirkan sebagai Yapto Sulistio Suryosumarno, ia lebih populer dengan panggilan Yapto. Ia dikenal karena kegiatannya yang keras: sepak bola, terjun payung, memancing, menyelam, dan berburu. Kegiatan terakhir itu yang paling akrab dengannya. Kakeknya memang seorang pemburu. Ayahnya juga sering mengajak ke hutan selagi ia kecil, sama halnya dengan yang sering dilakukannya pada anaknya kini.
Dengan senjata di tangan, Yapto menjelajah sampai Afrika. Sebuah foto kenangannya: Ia tersenyum menduduki bangkai singa yang ditembaknya, sedangkan sepucuk senapan tegak di tangan kanan. Selembar kulit zebra juga dibentangkan di ruang tamunya. Tidak menyesalkah bila ternyata buruannya lagi bunting? "Tidak. Saya tak pernah menyesal," ujarnya mantap.
Ketegasan sikapnya terbentuk sejak kecil. Sosok ayahnya yang militer membayang kuat pada pribadinya. "Cita-cita saya sebetulnya ingin jadi tentara," ucapnya. Pertama, karena ia suka sesuatu yang heroik. Kedua, karena ia ingin mengabdi. Ternyata, keinginan itu tidak terwujud, kendati pada waktu mahasiswa di Fakultas Hukum UKI, Jakarta, ia komandan Resimen Mahasiswa di universitas itu. Yapto memiliki pergaulan yang sangat luas, sampai-sampai ada kabar burung yang mengaitkannya dengan kehidupan gangster. "Tentang pergaulan saya dengan mereka (eks residivis), saya rasa . karena tidak ada orang lain yang memikirkan mereka," tuturnya suatu kali. Kini Yapto adalah Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Dirut PT Swahasta Jaya.
Tokoh yang dikaguminya adalah Bung Karno, karena ketika bangsa sedemikian susah, tokoh itu bisa menonjol di kalangan dunia. Sedangkan dari Pak Harto, Yapto memuji strateginya. "Dari suatu heterogenisme, tidak pernah ada gejolak yang berarti," katanya.
Seperti juga adiknya, Marini, penyanyi, Yapto berwajah manis dan lembut. Pernikahannya dengan Retno Sutjiati Estintami membuahkan tiga putra-putri.
|