Author Archives: Ahmad Abdul Haq

Meniti Jembatan Transisi Demokrasi

Sumber: Satunet.com http://www.satunet.com/artikel/isi/00/05/22/15759.html http://satunet.com/artikel/isi/00/05/27/16074.html http://satunet.com/artikel/isi/00/05/29/16266.html http://satunet.com/artikel/isi/00/06/03/16579.html Oleh: Munir, S.H. Bagian I Tanggal 20 Mei kemarin genap dua tahun berakhirnya kekuasaan Soeharto. Semua kalangan mungkin akan menyepakati saat itu sebagai akhir dari kekuasaan otoritarian Orde Baru, dengan beban untuk menyelesaikan berbagai

Hati-hatilah, Gus! (2 – Habis)

Sumber: Tabloid Adil, 11-05-2000 URL: http://www.detik.com/peristiwa/adil/amienrais/2000/05/11/2000511-092744.shtml Kolom Amien Rais Sambungan dari Hati-hatilah, Gus! (1) Pada kolom pekan lalu saya sudah kemukakan lima agenda besar yang menjadi tugas pokok Gus Dur selaku presiden. Saya juga sudah sampaikan semacam catatan terhadap kinerja Gus Dur

Sebuah Proyek Bernama Peradilan Koneksitas

Sumber: Satunet.com (http://www.satunet.com/artikel/isi/00/05/08/13801.html) Oleh: Munir, S.H. Pekan lalu Pengadilan Negeri Banda Aceh membuka peradilan koneksitas atas kasus pembunuhan Tengku Bantaqiah dan 56 orang santrinya. Kendati telah dikritik bahwa peradilan koneksitas itu tidak memenuhi rasa keadilan serta cacat hukum, pemerintah melalui

Hati-hatilah, Gus! (1)

Sumber: Tabloid Adil, 04-05-2000 URL: http://www.detik.com/peristiwa/adil/amienrais/2000/05/04/200054-100720.shtml Kolom Amien Rais Alhamdulillah, saya sampai sekarang masih —insya Allah— dengan jernih mengikuti perkembangan pemerintahan di bawah Presiden Abdurrahman Wahid secara terus menerus, dan selalu berusaha mengedepankan objektivitas. Saya yakin, sekalipun masing-masing dari kita pasti

Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme (3)

Sumber: Satunet.com (http://satunet.com/artikel/isi/00/03/23/10295.html) Oleh: Munir, S.H. Tulisan sebelumnya: Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme (2) Aspek penting dalam militerisme adalah pemusatan kekuasaan di satu tangan. Pemusatan itu tidak saja pada struktur hirarkis lembaga negara, akan tetapi lebih jauh dipusatkan kepada individu penguasa.

Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme (2)

Sumber: Satunet.com (http://satunet.com/artikel/isi/00/03/23/10295.html) Oleh: Munir, S.H. Tulisan sebelumnya: Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme (1) Dalam merumuskan kembali kekuatan sebagai bangsa, tantangan utamanya adalah merumuskan nilai, apakah nilai demokrasi atau lainnya. Kalau kemudian direfleksikan bahwa bahaya militerisme adalah bahaya terhadap bangun bangsa,

Membangun Bangsa dan Menolak Militerisme (1)

Sumber: Satunet.com (http://satunet.com/artikel/isi/00/03/23/10295.html) Oleh: Munir, S.H. Membangun Bangsa (Nation) adalah kata kunci dari semangat awal bagian-bagian masyarakat kita menyatukan diri serta memberikan identitas atas dirinya sebagai Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, identitas itu tidaklah dinaungi oleh nilai-nilai yang sama. Akan tetapi

Undang-Undang Tahun 2000

Peraturan Pemerintah Tahun 2000

Undang-Undang Tahun 1999

Nomor Tentang Download 1 Tahun 1999 Pengesahan Perjanjian Antara Pemerintah Republik Indonesia Dengan Pemerintah Australia Mengenai Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana (Treaty Between The Government Of Republic Indonesia And Australia On Mutual Assistance In Criminal Matters) 1 Tahun 1999