A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

WANG SUWANDI




Nama :
WANG SUWANDI

Lahir :
Yogyakarta, 8 Desember 1929

Agama :
Islam

Pendidikan :
-Sekolah Intel AD
-Akademi Hukum Militer (1956)
-PTHM (1960)


Karir :
-Dan Ton, kemudian Dan Ki Yon 300 TRIP/Siliwangi (1945- 1947)
-Wakil Direktur Sekolah Intel AD (1952-1954)
-Dosen Seskoad, Seskoal, Seskoau, Seskogab, Lemhanas
-Ketua Kejaksaan Tentara, Medan (1960-1962)
-Wakil Oditur Jenderal AD (1968-1970)
-Dirjen Sospol, kemudian Dirjen PUOD Depdagri (1970-1978)
-Penjabat Gubernur NTT (1978)
-Wakil Ketua DPR/MPR (1978-sekarang)


Kegiatan Lain :
Sekjen Asean Inter-Parliamentary Organization

Alamat Rumah :
Jalan Cempaka Putih Tengah 31/2, Jakarta Pusat Telp: 415359

Alamat Kantor :
DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan Telp: 5801324 5801322

 

WANG SUWANDI


"Cekatan, cepat menerjemahkan perintah atasan, sehingga selalu berhasil. Dalam melaksanakan mission pimpinan, ada unsur keberanian mengambil risiko, walaupun apa yang dilakukannya tidak disenangi orang lain," demikian komentar jubir Depdagri, Drs. Feisal Tamin, mengenai Wang, suatu ketika.

Mayor jenderal lulusan Perguruan Tinggi Hukum Militer ini mengorganisasikan persidangan, tugas yang baginya bukan hal baru. Ketika menjabat Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD), di bawah Mendagri Amirmachmud, ia biasa menyelenggarakan sidang gubernur, bupati, dan wali kota se- Indonesia. Sebagai Sekjen DPR/MPR, lagi-lagi di bawah Amirmachmud, ia berhasil menyelenggarakan Sidang Umum MPR, 1983.

Laki-laki berkulit sawo matang ini sangat berdisiplin, teliti, penuh inisiatif, dan temperamennya keras. Suatu malam, di awal September 1985, Wang muncul di televisi. Mengenakan jas dan pantalon biru tua, dasinya bergaris-garis miring, ia mendampingi Amirmachmud. 'Dua serangkai' ini tampil sebagai Sekjen dan Ketua Asean Inter-Parliamentary Organisation (AIPO), yang akan mengadakan sidang ke-7 di Jakarta, akhir September, 1985.

"Selama enam hari, AIPO bersidang membahas 34 makalah," ujar Amirmachmud. Hal ini mengundang tanya pewawancara. "Bagaimana pelaksanaannya? Acara banyak, waktunya amat singkat." Wang tenang menjawab, "Empat hari membahas makalah, satu hari pengesahan, sisanya buat penyelesaian di Sekretariat."

Dengan inisiatifnya, gedung DPR-RI di Jalan Gatot Subroto yang megah itu didandani. Motif ukiran Jepara menghias pelbagai perabotan di sana. Ia ingin gedung parlemen di Indonesia bisa pula menjadi obyek turisme. "Tetapi, harus mencerminkan kepribadian bangsa," katanya.

Wang menikah dengan Sri Ambar Astuti dan dianugerahi dua anak, yang sudah mulai punya cucu. Keluarga Wang memilih olah raga tenis.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


W.A.F.J. TUMBELAKA | WAHONO | WANG SUWANDI | WARDOYO | WARINO LESTANTO | WIDARTI GOENAWAN | WIDJOJO Nitisastro | WIDODO SUKARNO | WIJARSO | WILLEM JOHAN WAWOROENTOE | WILLIAM SOERYADJAYA | WILLIBRORDUS SURENDRA BROTO RENDRA | WILLY MOENANDIR MANGOENDIPRODJO | WIM KALONA | WIM UMBOH (ACHMAD SALIM) | WIRATMO SOEKITO | Wahyu Hidayat | Waldjinah | Widjanarko Puspoyo | Widodo Adi Sutjipto | Wimar Witoelar | Wynne Prakusya


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq