
Nama : WIDODO SUKARNO
Lahir : Indramayu, Jawa Tengah, 9 September 1933
Agama : Islam
Pendidikan : -SD (1947) dan SMP (1950), Cirebon
-SMA, Bandung (1952)
-FE UI (1954)
-Universitas New York, AS (B.Sc., 1956
M.B.A., 1957)
Karir : -Presdir PT Archipelago (1962-sekarang), PT Mahkota Indonesia (1969-sekarang), dan PT Mahkota Real Estate (1970- sekarang)
-Preskom PT National Utility Helicopters dan Direktur PT Bali Hyatt (1972-sekarang)
-Direktur PT Inda Tamporok (1974-sekarang)
-Komisaris PT Mahkota Sahid (1974-sekarang)
-PT Pan Jaya Bottling (1976-sekarang) dan PT Sanga Kencana (1980-sekarang)
Kegiatan Lain : Ketua Kompartemen Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia (1982-1985)
Alamat Rumah : Jalan Simpruk Gol I/176, Jakarta Selatan
Alamat Kantor : Jalan Jenderal Sudirman 2, Jakarta Pusat Telp: 5893294
5893295
|
|
WIDODO SUKARNO
Belasan perusahaan berada di bawah kendali Widodo Sukarno. Mula-mula didirikannya PT Archipelago, 1962, yang bergerak di bidang impor ekspor. Diikuti oleh PT Mahkota Indonesia, 1969, yang menggarap industri kimia dasar. Dalam tahun-tahun berikutnya ia memperluas ekspansi ke berbagai jenis usaha lain: real estate, perfilman, asuransi, angkutan, konsultan rekayasa, penerbitan, dan periklanan. "Sedikit banyak kami membantu Pemerintah menanggulangi pengangguran," katanya. Berapa aset perusahaannya? "Cukupan, deh, hal yang berbau angka mohon jangan ditanya," ujar lelaki kelahiran Indramayu, Jawa Barat, itu sambil mengusap uban di kepalanya.
Pekerjaan ayahnya, terakhir pensiunan pejabat tinggi Departemen PU, membuat si sulung bersaudara lima orang itu berpindah-pindah tempat tinggal di masa kecil dan remajanya. Ia pernah tinggal di Cirebon, Bojonegoro, dan Bandung. Pengalamannya yang beragam itu diperkaya oleh kegemarannya membaca -- mulai dari cerita wayang sampai petualangan Flash Gordon.Wid kecil, sebetulnya, ingin menjadi dokter. Tetapi, ia dicegah ayahnya mendaftar di fakultas kedokteran. Sang ayah, konon, pernah gagal belajar ilmu pengobatan di perguruan tinggi. Kebetulan, ayahnya berteman dengan Prof. Sumitro Djojohadikusumo, dan ekonom terkenal itu menganjurkan Wid belajar ekonomi. Alasannya: ahli ekonomi masih langka di Indonesia. Widodo langsung masuk Fakultas Ekonomi UI, 1952.
Dua tahun kemudian, bekas anggota Tentara Pelajar Yon 400 Brigade 17 ini pindah studi ke Universitas New York, AS, jurusan Business Administration. Ia selesai pada 1957. Di sana pula ia mengambil kuliah pascasarjana dua tahun, sambil menjadi penyiar radio PBB.
Widodo Sukarno mendukung peningkatan pendapatan negara lewat penggalakan pajak. "Agar masyarakat punya kesadaran membayar, untuk memperlancar pembangunan," kata Widodo, yang menikah dengan B.R.A. Kustidjah, kerabat Susuhunan Solo.
Ayah tiga anak ini gemar jogging, senam pagi, membaca novel, mendengarkan musik klasik Barat, serta makan nasi goreng dan ayam panggang.
|