A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

OEMAR SENO ADJI




Nama :
OEMAR SENO ADJI

Lahir :
Surakarta, Jawa Tengah, 5 Desember 1915

Agama :
Islam

Pendidikan :
-HIS, Solo
-MULO, Solo
-AMS, Yogyakarta
-Rechtshogeschool, Jakarta
-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1949)


Karir :
-Pegawai Departemen Kehakiman (1942-1950)
-Jaksa Agung Muda (1950-1959)
-Dosen dan Guru Besar Fakultas Hukum UI (1959-sekarang)
-Menteri Kehakiman RI (1966-1974)
-Ketua Mahkamah Agung RI (1974-1982)
-Rektor Universitas Krisnadwipayana (1981-1984)


Karya :
Karya tulis penting:
Antara lain, -Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi
-Herziening


Alamat Rumah :
Jalan Pelita 8, Cilandak, Jakarta Selatan Telp: 766721

Alamat Kantor :
Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Rawamangun, Jakarta Timur

 

OEMAR SENO ADJI


Seno batal meneruskan sekolah ke Negeri Belanda, pada akhir 1930-an itu. "Ada berita dari sana, keadaan sedang gawat," tuturnya. Akhirnya, ia memasuki Rechtshogeschool di Jakarta. Padahal, "Saya bercita-cita memperdalam Sastra Timur. Di tanah air, waktu itu sekolah semacam ini belum ada," katanya.

Seno mulai tertarik dan berniat mendalami hukum justru ketika sudah bekerja pada Departemen Kehakiman (1946-1949), dan sudah menikah -- dengan Soehartati. Karena, katanya, "Setelah saya analisa, bidang ini tidak sekadar mempelajari undang-undang saja. Tetapi, beberapa bidang juga dicakupnya, misalnya soal yurisprudensi dan hukum-hukum yang tidak tertulis. Selain itu, ada tuntutan untuk memiliki tanggung jawab yang kuat."

Beberapa buku mengenai hukum sudah ia tulis. Antara lain Aspek-Aspek Hukum Pers, Massmedia dan Hukum, dan Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi. Seno juga aktif mengikuti seminar dan simposium, di dalam dan di luar negeri. Tahun terakhir ini ia bahkan makin susah dijumpai di tanah air, karena terlibat kegiatan penelitian di manca negara. "Saya pulang enam bulan sekali. Itu pun hanya dua minggu," katanya.

Seno lahir sebagai anak priayi. Ayahnya, Almarhum Raden Tumenggung Tjitrobanudjo, adalah bupati pada Keraton Mangkunegara, Solo. Tetapi, Seno dididik untuk tidak membeda- bedakan derajat manusia. "Ayah selalu mengatakan, manusia itu derajatnya sama, kecuali di sisi Allah," tuturnya. Maka, jika ia melihat ibunya, Siti Zenab, berbicara dengan pangeran muda usia menggunakan bahasa Jawa halus -- sementara yang diajak bicara bahasanya biasa -- ia protes. "Saya tidak senang Ibu saya terlalu hormat pada mereka," katanya, mengenang.

Sewaktu di SD, bekas Ketua Mahkamah Agung ini menyenangi pelajaran berhitung dan sejarah. Oleh orangtuanya, ia dididik agama Islam secara ketat. Di luar rumah, ia giat dalam kepanduan dan menyukai pula sepak bola dan berenang.

Ketika sudah mulai tua, ayah sembilan orang anak ini melakukan orhiba, alias olah raga hidup baru (sejak 1960). Kecuali itu, sekali-sekali ia main golf, kadang-kadang juga jogging.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq