A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Okky Asokawati




Nama :
Okky Asokawati

Lahir :
Jakarta, 6 Maret 1961

Agama :
Islam

Pendidikan :
1. SD Tarakanita II, Jakarta Selatan (1974)
2. SMP Tarakanita II, Jakarta Selatan (1977)
3. SMA N XI/70, Bulungan, Jakarta (1980)
4. Fakultas Psikologi UI (1988)
5. Akademi Ilmu Sekretaris (1980-1981)


Karir :
1. Model (sejak 1978-sekarang)
2. Bintang iklan (1990-sekarang)
3. Bintang sinetron, antara lain Senandung, Shakila, dan Yah Sudahlah;Presenter €œOh Mama Oh Papa€ di ANTeve (1994-1997)
4. Presenter Program OKKY di ANTeve (1997-1998)
5. Direktris dan pengajar OQ Modeling (1988-sekarang)
6. Redaktur Khusus Majalah Matra (1990-1994)
7. Redaktur Pelaksana Majalah Sarinah (1992-1994)
8. Redaktur Eksekutif Majalah Keluarga Gaya (1995-1996)


Kegiatan Lain :
Percasi (2000-2001)

Penghargaan :
1. Model Indonesia dan Favorit Model (1988) 2. Model Terpopuler pilihan pembaca majalah Popular (1991) 3. Model OF Decade dari majalah Jakarta Program (1991) 4. Salah Satu Wanita Populer Majalah Matra 5. La Mariane (Dewi Pelindung ) pada pembukaan Festival Film Prancis (999) 6. Wanita Berprestasi dari Yayasan Pandu Citra (1999)

Keluarga :
Ayah : A. Tanuamijaya Ibu : Soetarjiah Suami : M. Firman Ichsan Anak : Tanisa Diva Siti Murbarani

Alamat Rumah :
Jalan Taman Gandaria Kav 22 Cipete Jakarta Selatan 12420. Telepon 7690792

Alamat Kantor :
Wijaya Graha Puri, Kav A15-16 Lantai 4, Jalan Wijaya II Jakarta. Telepon Kantor : 021. 7227181/ 7202909

 

Okky Asokawati


Kiprah Okky Asokawati sebagai peragawati, model, bintang iklan, presenter, dan bintang sinetron karena kepintarannya sendiri. Jauh menyimpang dari profesi ayahnya yang polisi dan ibunya yang guru bahasa Inggris merangkap pemberi les piano. Setelah 20 tahun lebih berkarir di bidang-bidang itu, dan banyak menggondol penghargaan, kini Okky telah mengembangkan sekolah modeling, OQ Modeling di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Walau lahir sebagai perempuan, ia diberi nama Asuk oleh ibunya yang mengagumi raja Asoka (meninggal tahun 232 sebelum Masehi) dari dinasti Maurya, India. Sejak kecil dipanggil Okky, lama-lama namanya menjadi Okky Asokawati, dan bertahan hingga sekarang.

Sudah sejak kanak, wanita berdarah campuran Jawa-Sunda ini gemar bersolek dan bergaya di depan cermin. Juga bernyanyi dengan menggunakan €œmikrofon€ dari sapu. Sampai-sampai, €œTerkadang saya mencuri lipstik Yanti,€ kenang Okky. Yanti adalah kakaknya. Untuk soal berdandan, anak kelima dari enam bersaudara ini banyak meniru kakaknya yang lain, Pia, yang memang suka bersolek. €œSaya nyontek-nyontek dari dia. Jadi, Pia sparing partner saya untuk urusan dandan,€ ujar peragawati setinggi 174 sentimeter dan seberat 56 kilogram ini.

Malang bagi Okky kecil, ia tidak bisa meneruskan kegemarannya bersolek. Sejak ayahnya, Ajun Komisaris Besar Polisi A. Tanuamijaya, mendekam di penjara atas tuduhan terlibat G30S/PKI, kondisi ekonomi keluarganya menjadi pas-pasan. Oleh pengadilan, ayahnya diganjar vonis penjara seumur hidup (setelah menjalani hukuman 14 tahun, Tanuamijaya memproleh grasi dari Presiden Soeharto, 1982). Sejak itu ibunya, Soetarjiah, harus menghidupi keenam anaknya dengan memberi les bahasa Inggris dan piano. Karena itu, kalau Okky kebetulan mengenakan baju bagus, itu pemberian teman-teman sekolahnya, antara lain dari Ria Suryajaya, anak seorang pengusaha.

Maka Okky sempat tumbuh sebagai remaja yang kurang percaya diri, dan cenderung menarik diri dari pergaulan. Apalagi sekolahnya di SMP Tarakanita, Jakarta Selatan, yang rata-rata muridnya anak orang kaya. €œKalau liburan selesai, mereka pada cerita tentang Singapura, Hong Kong, Bali, dan sebagainya. Sementara saya harus beres-beres rumah karena banjir,€ kenangnya mengenai cerita teman-teman sekolahnya sehabis berlibur.

Toh keinginan untuk menjadi orang termasyhur, seperti penyanyi idolanya, Emilia Contesa, tetap mengendap dalam sanubarinya. €œBenak saya saat itu berkata bahwa yang penting adalah menjadi orang terkenal di bidang apa saja,€ katanya. Lalu, ketika majalah Gadis mengadakan pemilihan putri remaja, 1978, Okky tak melewatkan kesempatan itu. Dan ternyata terpilih sebagai putri berpakaian malam terbaik!

Tak hanya itu. Iwan Tirta, salah seorang juri pemilihan, datang menyalaminya dan meminta Okky menjadi modelnya. Sejak saat itu, wajahnya kerap menghiasi sampul majalah remaja dan majalah wanita. Dan, tentu saja, ia bisa menghasilkan uang sendiri. Dengan uang itu, Okky, yang kala itu masih SMA, bisa memperbaiki dan memperindah kamarnya, yang temboknya ngelotok dan kusam karena terlanda banjir hampir setiap tahun.

Gara-gara sibuk pemotretan dan show, kuliahnya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sempat telantar. Nilainya E semua. €œBukan karena saya tidak bisa, tapi karena saya tidak pernah masuk,€ tutur Okky. €œKarena nilai saya E semua, akhirnya saya cuti dua tahun,€ ujarnya lagi. Selama dua tahun itu, €œSaya kerja habis-habisan bahkan sampil bisa beli rumah, bisa beli mobil,€ kata pragawati ramping berkulit kuning mulus itu. Kembali ke kampus atas nasihat ibunya, Okky akhirnya berhasil menggondol gelar sarjana psikologi, 1988. Di tahun itu juga ia pun mendirikan sekolah model, OQ Modeling.

Kini, Okky tak hanya laris sebagai peragawati dan bintang iklan. Sebagai sarjana psikologi, istri jurupotret professional Firman Ichsan itu juga kerap memandu acara televisi yang kental dengan problema psikologi, antara lain €œOh Mama Oh Papa€ di ANTeve. Ia pun kerap diundang menjadi pembicara seminar tentang kepribadian dan psikologi. Selain itu, perempuan populer pilihan majalah Matra 1993 ini selama enam tahun mengecimpungi kegiatan pers, antara lain sebagai redaktur pelaksana majalah Sarinah -- selain di Matra

Menikah dengan Firman pada 1985, demi karir ia menunda punya anak. Baru sepuluh tahun kemudian, pasangan ini dikaruniai seorang anak: Tanisa Diva Siti Murbarani. €œAnak itu karunia Tuhan yang paling hebat pada diri saya bila dibandingkan dengan karunia Tuhan yang lain, seperti ketenaran, kemudahan hidup,€ kata Okky, yang kini bisa bercerita banyak tentang lawatannya ke berbagai negeri.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq