A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Otto Soemarwoto




Nama :
Otto Soemarwoto

Lahir :
Purwokerto, 19 Februari 1926

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD (Cilacap), SMP dan SMA (Yogyakarta)
- Sarjana muda bidang pertanian UGM (cumlaude-1954)
- Doktor dalam Plant Physiology Universitas California, Berkeley, AS (1960)


Karir :
- Guru Besar UGM (1960)
- Direktur Lembaga Biologi Nasional (1964-1972)
- Direktur Lembaga Ekologi Nasional (1972-1991)


Karya :
Buku :
- The Alang-alang Problem in Indonesia
- Problem of High School Biology Teaching in Indonesia
- Ecological Aspects of Development
- Jaring-jaring Kehidupan, Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)


Penghargaan :
- Doktor Honoris Causa Wagenin Agricultural University, Belanda (9 Maret 1993) - Penerima bintang Mahaputra Utama (1981)

Keluarga :
Istri : Idjah Natadipraja MA Anak : empat orang

 

Otto Soemarwoto


OTTO mengumpamakan dirinya sebagai Bratasena, tokoh wayang itu, dan ia tenang saja sering dicap kontroversial. Ketika kemacetan kawasan Puncak, Bogor, diributkan, dengan santainya ia mengatakan,"Biar saja Puncak macet, tidak usah dibenahi. Lama-lama orang kan bosan ke sana."

Diluar dugaan banyak temannya, pada 1993 Otto bergabung dengan Business Council for Sustainable Development yang diketuai Bob Hasan, tokoh bisnis yang dikenal kontroversial dan sangat dekat dengan penguasa Orde Baru. Ia sadar bisa dituduh jual diri dengan menerima jabatan direktur eksekutif di lembaga yang melibatkan Bob Hasan. Tapi, alasan Otto bukanlah soal ekonomi. Saat itu, ia melihat ada usaha dari pengusaha ke arah yang baik. Masalah lingkungan juga menciptakan bisnis baru, seperti teknologi pengolahan limbah, teknologi pengurangan asap dan bau.

Ketika pensiun 1 Maret 1999, "hadiah mewah" diperoleh Otto Soemarwoto dari rekan-rekannya. Sebuah seminar besar diadakan, dengan 400 undangan. Sampai-sampai Menteri Lingkungan Hidup (waktu itu) Emil Salim angkat topi. "Saya kagum dengan cara pensiun Pak Otto, yang dilengkapi seminar, diberitakan di koran. Ini bukti bahwa Otto tidak sendirian dalam mengembangkan karir dan ilmunya."

Jabatan terakhir Otto Soemarwoto adalah Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) -- lebih dari 20 tahun ia mengabdi di situ. Lembaga tersebut dirintisnya sejak 23 September 1972, dengan nama awal Lembaga Ekologi Universitas Padjajaran, sebagai salah satu pelaksanaan resolusi Konferensi Stockolm. Pakar lingkungan hidup yang suka naik sepeda ini, saat meninggalkan PPSDAL, mewariskan delapan doktor dan sejumlah master. Posisi Otto kemudian digantikan oleh Dr. Nani Djuangsih.

Lahir di Purwokerto, Otto melanjutkan pendidikan ke Yogya, kuliah di Universitas Gadjah Mada, dan sempat menjadi guru besar termuda di almamaternya. Ia lulus doktor fisiologi dari Universitas California, Berkeley, AS, dengan disertasi The Relation of High-energy Phosphore to Ion Absorption by Exised Barleys Roots. Di universitas ini pula, Otto berkenalan dengan Idjah Natadipradja yang kemudian dinikahinya tahun 1956 dan memberinya empat anak.

Kepakarannya diakui di dalam dan di luar negeri. Tahun 1993, Otto memperoleh gelar doktor honoris causa dari Wageningen Agricultural University, Belanda. Ia dinilai berjasa karena mengembangkan konsep pekarangan dan pemikiran tentang kaitan hutan dan lingkungan.

Otto mengingatkan pemilik hutan tropik dan nontropik, bahwa penyusutan hutan tropik hanya 0,5 juta kilometer persegi, sedangkan hutan nontropik sudah menyusut 6,5 juta kilometer persegi.

Setelah pensiun, bukannya Otto berhenti dari aktivitas keilmuannya. Ia mengajar di Unpad, UI dan UGM, pembicara di berbagai seminar dan diskusi. Dan yang terpenting, Otto memiliki banyak waktu untuk membaca dan menulis, sesuatu yang sulit dilakukan di masa lalu, karena kesibukannya. Terakhir, ia meluncurkan buku barunya berjudul Atur-Diri-Sendiri, Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Bagaimana resepnya hingga bisa tetap menulis dalam usia 75 tahun? "Resepnya satu, saya senang dengan masalah lingkungan hidup," katanya singkat.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq