A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

OTTO SOEMARWOTO




Nama :
OTTO SOEMARWOTO

Lahir :
Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Temanggung (1941)
-MULO, Yogyakarta (1944)
-Sekolah Tinggi Pelayaran, Cilacap (1944)
-SMA, Yogyakarta (1947)
-Fakultas Pertanian UGM (1954)
-Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS (1960)


Karir :
-Mualim Kapal Kayu (1944-1945)
-Bergabung dengan TRIP (1948-1949)
-Asisten Botani Fakultas Pertanian UGM (1952)
-Asisten Ahli FP UGM (1955)
-Guru Besar Ilmu Bercocok Tanam, Fakultas Pertanian & Kehutanan UGM (1960)
-Direktur Lembaga Biologi Nasional di Bogor (1964-1972)
-Direktur pendiri SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) dan Biotrop Bogor (1968-1972)
-Guru Besar Tamu di Universitas California, Berkeley, AS (1980)
-Guru Besar Tata Guna Biologi/Direktur Lembaga Ekologi Unpad (1972--sekarang)


Kegiatan Lain :
-Anggota Board of Directors, International Institute for Environment and -Development, New York dan London (1971-1978)
-Anggota Executive Board, International Union for Conservation of Nature and Natural Resources, Swiss (1972-1976)
-Anggota Dewan Redaksi Journal of Environmental Conservation Zurich, Swiss
-Anggota Dewan Redaksi Journal of Agriculture and Environment, Den Haag, Nederland (1974-sekarang)
-Anggota Commission on Ecology, Swiss (1980-sekarang)


Karya :
Karya tulis penting:
antara lain:- The Alang-Alang Problem in Indonesia, paper, the Tenth Pacific Science Congress, Honolulu, AS, 1961
-Problems of High School Biology Teaching in Indonesia, Kadarsan Sampoerno & O. Soemarwoto, IUCN Publications, 1968
-Ecological Aspects of Development, Elsevier Publishing Co., Amsterdam
-Jaring-Jaring Kehidupan, Indrapress, 1981


Alamat Rumah :
Jalan Cimandiri 16, Bandung Telp: 56867

Alamat Kantor :
Jalan Sekeloa, Bandung Telp: 84982

 

OTTO SOEMARWOTO


Orang selalu ribut mempermasalahkan kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak, Jawa Barat. Tetapi, Otto Soemarwoto tenang saja, malah pendapatnya melawan arus. "Biarkan saja tetap macet, lama-lama orang tidak tertarik lewat Puncak, dan enggan membeli tanah di sana," katanya. Ia tidak setuju jalan-jalan di sana diperlebar. "Kalau diperlebar, orang tertarik lagi, kendaraan bertambah lagi, lalu macet lagi," katanya. "Buatlah Puncak itu tidak menarik."

Dengan membuat Puncak tidak menarik, menurut Otto, kerusakan total daerah itu akan terselamatkan. Ahli lingkungan dari Universitas Padjadjaran ini menilai, kawasan Puncak sudah parah karena bermunculannya bangunan-bangunan mewah tanpa izin, yang merusakkan keindahan alam. Kehidupan petani juga terdesak.

Sejak kecil, Otto memang dekat dengan petani, bahkan pernah bercita-cita menjadi ahli pertanian. Tetapi anak keenam dari 13 bersaudara pegawai DPU zaman Belanda ini nyasar ke laut. Ia ke Cilacap, dan memasuki Sekolah Tinggi Pelayaran. "Waktu itu, cuma karena senang melihat kapal," katanya.

Laut tidak lama digelutinya. Ia sudah jadi mualim kapal kayu (1944-1945) ketika cita-citanya di masa kecil, mendadak muncul lagi. Ia mendaftar di Fakultas Pertanian Klaten. Tiba-tiba, Belanda datang menyerbu, Otto bergabung ke TRIP. Baru tahun 1949 ia tenang kuliah di Fakultas Pertanian UGM, dan lulus dengan cum laude lima tahun kemudian. Pada 1960, ia meraih gelar doktor fisiologi tanaman dari Universitas California, Berkeley, AS, dengan disertasi The Relation of High-energy phosphate to ion absorption by excised barleys roots.Pulang ke tanah air, dalam usia relatif muda, 34 tahun, ia sudah berhak atas jabatan guru besar di UGM. Pada 1972, ia ditugasi menjadi Direktur Lembaga Biologi Nasional (LBN) di Bogor. Di lembaga ini ia mulai tertarik mendalami biologi, terutama biologi molekuler -- bidang yang memerlukan peralatan rumit dan mahal. Inilah awalnya, Otto tertarik pada ekologi lingkungan, kendati masih terbatas pada ekologi tumbuh-tumbuhan.

Selain sebagai dosen di Unpad, Otto sekarang Direktur Lembaga Ekologi di perguruan tinggi itu. Lembaga ini didirikannya dengan segala keterbatasannya, baik anggaran maupun tenaga. Semula, pengelolanya hanya tiga orang, termasuk Idjah Natadipradja, istri Otto sendiri. Peralatan pun hanya pensil, kertas, dan mistar. Sekarang tentu saja lembaga itu sudah menjadi sesuatu yang patut dibanggakan Unpad. Kantornya bertingkat dua di Jalan Sekeloa, Bandung. Dan dari gedung itu banyak masalah yang diolah, banyak cerita yang bisa dijadikan bahan publikasi.

Tentu saja ini cerita lain dari gedung berlantai dua itu. Suatu hari, semua karyawan LE Unpad dan peserta kursus lingkungan yang diselenggarakan di sana memenuhi ruangan aula di lantai pertama. Ada kue tart, ada lilin. Ketika Otto memasuki gedung itu, ia kaget. "Siapa yang berulang tahun?" tanyanya. "Ini ulang tahun Bapak," jawab karyawan di sana. Mereka akhirnya bergembira hari itu. Otto Soemarwoto mengaku tidak pernah merayakan hari ulang tahun. "Latar belakang saya, pendidikan saya, katakanlah Jawa. Saya tidak biasa merayakan ulang tahun. Tapi tentang weton, saya ingat," katanya.

Hasil penelitiannya, baik atas nama lembaga yang dipimpinnya maupun pengamatannya pribadi banyak yang dipublikasikannya lewat artikel di media massa. Bukunya, Jaring-Jaring Kehidupan, 1981, ditujukan untuk anak-anak, semacam pengenalan pertama dunia ekologi. Penerima Bintang Mahaputra Utama (1981), Satyalencana Kelas I (1982), dan Order of the Golden Ark dari Negeri Belanda ini akrab dengan ketiga anaknya. Idjah Natadipradja, M.A., istrinya itu, juga sarjana biologi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq