A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

OSKAR SURYAATMADJA




Nama :
OSKAR SURYAATMADJA

Lahir :
Majalengka, Jawa Barat, 9 Juli 1930

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SDN, Jakarta (1944)
-SMPN, Magelang (1948)
-SMAN, Semarang (1952)
-Kursus Jabatan Ajun Akuntan, Jakarta (1955)
-Universitas Illinois, AS (1963)
-Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara, Jakarta (1964)


Karir :
-Pegawai Departemen Keuangan (1952)
-Ajun Akuntan di Kantor Akuntan Pajak, Palembang (1955-1959)
-Dirjen Moneter Dalam Negeri Departemen Keuangan (1978 -- sekarang)


Kegiatan Lain :
Pembina Subunit Korps Pegawai Republik Indonesia

Alamat Rumah :
Jalan Cipete Raya 97, Jakarta Selatan Telp: 767674

Alamat Kantor :
Departemen Keuangan Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta Pusat Telp: 363397

 

OSKAR SURYAATMADJA


Sewaktu Oskar Surjaatmadja berada di Bali, ia mendadak menerima telepon dari Bu Nani, Sekretaris Menteri Keuangan (waktu itu) Ali Wardhana. Oskar diminta segera kembali ke Jakarta. "Saya tidak menyangka sama sekali mendapat tawaran sebagai dirjen, karena orang lain yang diisukan," tuturnya. Sejak 1978 itu, Oskar adalah Direktur Jenderal Moneter Dalam Negeri.

Ini adalah contoh perjalanan hidup yang teramat lempang, hampir tanpa liku. Ayahnya, R. Moh. Gaos Surjaatmadja, adalah seorang ajun komisaris. Tingkat penghidupan ayahnya yang baik, layak dan terhormat mempengaruhi hidup Oskar kecil kendati ia sendiri tidak pernah membayangkan kelak akan menjadi apa.

"Ayah selalu mengatakan, kalau kamu bersekolah, hidup dilandasi agama dan patuh pada orangtua, insya Allah hidupmu akan bahagia dan terhormat." Maka, setamat SMA 1952, ia bertekad melanjutkan sekolah walau sudah tidak dibiayai keluarga lagi. Kursus Ajun Akuntan di Departemen Keuangan ditempuhnya. Akuntan semasa itu memang profesi langka, dan terhormat. "Kebanyakan orang Belanda yang menekuni profesi ini," ucapnya. Pendidikan lain yang ditempuhnya adalah di University of Illinois, AS, hingga mendapatkan Master dalam bidang akuntansi. Selama lebih dari 30 tahun, Oskar terus menekuni pekerjaannya di Departemen Keuangan. Dari satu posisi ke posisi lain, dari satu daerah ke daerah lain, dijalaninya tanpa bosan, hingga kariernya menapak terus sampai dirjen. "Cara mencapai suatu posisi jangan menginjak ke bawah, menyikut kanan-kiri dan menjilat atasan," tuturnya. "Wajar-wajar sajalah."

Dalam mengemudikan perjalanan rupiah di Indonesia, Oskar melihat adanya jarak antara kota dan pedesaan. "Pembangunan ekonomi di sektor pedesaan relatif berjalan lamban. Hal ini antara lain disebabkan oleh lambannya perdagangan di pedesaan," katanya.

Ia selalu bermain golf bersama istrinya, Buly, teman sekerja yang dinikahinya tahun 1972. Istri sebelumnya, Suciati, meninggal setelah memberinya empat anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq