A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

OMAR ABDALLA




Nama :
OMAR ABDALLA

Lahir :
Tebingtinggi, Sumatera Utara, 3 Juni 1926

Agama :
Islam

Pendidikan :
-HIS
-SMP Pertanian
-Middlebare Handels School (1951)
-Akademi Perniagaan Indonesia (B.B.A.)
-Koresponden Dagang Inggris A & B (1957)
-Kursus Perdagangan Uang dan Efek-efek (1958)
-Ekstension FE UI (tingkat IV)
-FE Universitas Krisnadwipayana (1968)


Karir :
-Anggota Tentara di Sumatera Utara (1945-1947)
-Pegawai (1951-1957), kemudian Direktur Bank Perniagaan Indonesia, Jakarta (1958-1960)
-Direktur Bank Bumi Daya (1960-1966)
-Dirut Bank Dagang Negara (1967-1977)
-Dirut Bank Bumi Daya (1977-sekarang)


Kegiatan Lain :
-Wakil Ketua Perbanas (1954-1960)
-Pengurus Efecten Beurs (1957-1960)
-Anggota Dewan Direksi Indover Bank Amsterdam (1971-sekarang)
-Anggota MPR (1972-1977)
-Ketua Dewan Direksi PT Indovest (1973-1977)
-Ketua Asean Banking Council (1979-1981)
-Ketua Dewan Direksi Asean Financial Corporation (1981- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan HOS Cokroaminoto 106, Jakarta Pusat

Alamat Kantor :
Jalan Imam Bonjol 61, Jakarta Pusat Telp: 332928

 

OMAR ABDALLA


Ini anjurannya pada kaum muda. "Sebelum berusia 30 tahun boleh pindah-pindah kerja. Tapi setelah usia 30, sudah harus menentukan yang mana menjadi pilihan." Yang menganjurkan ini, Omar Abdalla, Direktur Utama Bank Bumi Daya.

Lahir di Tebingtinggi, Sumatera Utara, nama lengkapnya Omar Abdalla Siregar. Anak kedua dari 13 bersaudara ini masa kecilnya nakal, tetapi rajin membuat pekerjaan rumah. Gadis- gadis cantik, yang menurut Omar biasanya malas-malas, setiap pagi menyalin pekerjaan rumahnya. Imbalannya? "Breakfast saya setiap hari terjamin," katanya sambil tertawa.

Ketika itu, tidak terlintas di benaknya untuk menjadi seorang pengusaha. Keinginannya menjadi tentara malah terpenuhi. Pernah menjadi komandan seksi TNI di Tebingtinggi.

Bermacam-macam sekolah pernah dimasukinya antara lain Sekolah Pertanian, SMA, dan akhirnya SMEA. Lulus SMEA, ia berkelana mencari pekerjaan sampai kakinya lecet. Akhirnya ia diterima sebagai kepala pembukuan pada Bank Perniagaan Indonesia, 1951. Kariernya meningkat, ia kemudian diangkat menjadi Pemegang Kuasa Umum Bank Perniagaan Indonesia di Jakarta. Lalu tahun 1958-1960 menjadi direktur utamanya.Ketika terjadi pengambilalihan terhadap bank-bank asing, 1959, Drs. Pamungkas, Kepala Direktorat Moneter II, saat itu, mengajaknya bergabung pada bank pemerintah. Omar lalu menjabat direktur pada Bank Umum Negara, kemudian Direktur Utama Bank Dagang Negara (BDN). Ketika betah di BDN, ia diminta kembali ke Bank Umum Negara yang sudah berganti nama menjadi Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1977.

BBD ketika dipegangnya dalam keadaan krisis, antara lain karena kredit macet. Ia berhasil mengatasi krisis itu. Resepnya? Ia menunjuk sebuah lukisan ikan karper. "Karper itu ikan yang ulet, melambangkan kemauan keras dan ketabahan. Dengan semangat itulah kami dapat mengatasi kesulitan," ujarnya. Pada akhir Juni 1985 aset BBD meliputi Rp 4,8 trilyun.

Ayah empat anak ini juga mengingatkan kaum muda, bekerja di pemerintahan naik pangkatnya lambat, empat tahun sekali baru naik satu tingkat. "Tapi, bekerja di swasta, orang akan cepat menjadi pimpinan," katanya.

Selain bermain golf, handicap 20, ia juga suka berlatih judo dan jiu-jitsu.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq