A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

OETOMO




Nama :
OETOMO

Lahir :
Malang, Jawa Timur, 15 April 1935

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD (1948)
-SMP (1952)
-SMA (1955)
-Sekolah Penerbang (1958)
-Transition Training, India (1959)
-Sekolah Ilmu Siasat XII (1959)
-Training L-29, Cekoslovakia (1965)
-Sekkau I (1966)
-AC & SC United States Airforce (1967)
-Seskoau (1968)
-Lemhanas (1975)
-Sussisjemen Hankam VII (1977)
-Penataran P4 Tingkat Nasional (1979)


Karir :
-Perwira penerbang pada Lanu Halim Perdanakusuma, Jakarta (1958-1959)
-Perwira penerbang Skuadron 11 Husein Sastranegara (1959-1960)
-Perwira penerbang Skuadron V Abdurahman Saleh (1960-1963)
-Instruktur penerbang Wing Pendidikan I Adisucipto (1963-1964)
-Komandan Skuadron (1964-1965), kemudian Perwira Operasi Wing Pendidikan I Adisucipto (1965-1966)
-Kepala Staf Pengajaran Akademi Angkatan Udara (1966-1968)
-Kepala Biro Pendidikan Aspers MBAU (1968-1970)
-Atase Udara pada KBRI di Tokyo, Jepang (1970-1973)
-Paban Intel Udara Suau I/pam MBAU (1973-1974)
-Waaspam MBAU (1974-1979)
-Pangkodau IV di Surabaya (1979-1980)
-Wapang Kowilhan I merangkap Wakanan Karwil I Sumatera (1980- 1982)
-Deputi Kasau (1982-1984)
-Kasum ABRI (1984-1986)
-Kepala Staf Angkatan udara (1986)


Alamat Kantor :
Markas besar TNI Angkatan Udara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan

 

OETOMO


Empat hari menjelang ulang tahunnya ke-51, marsekal berbintang tiga ini dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), 11 April 1986. Delapan hari kemudian, dalam suatu upacara di Lapangan Udara (Lanud) Adisucipto, Yogyakarta, ia secara resmi menerima jabatan itu dari pendahulunya, Marsekal Sukardi.

Agaknya, reorganisasi di kalangan TNI-AU ini mengikuti jejak yang sudah dirintis TNI-AD sebelumnya. Oetomo, putra R. Oemar Singgih dan Sutarni, ini setamat SMA di Malang, Jawa Timur, 1955, meneruskan ke Sekolah Penerbang -- semacam Akademi Angkatan Udara sekarang -- di Kalijati, Jawa Barat.

Setelah lulus, 1958, ia mengawali kariernya sebagai penerbang Albatros, jenis pesawat pengintai maritim untuk keperluan Search And Rescue (SAR). Menyandang pangkat letnan muda udara I, ia bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Memiliki ketekunan dan kecintaan pada profesi, kepala staf dari generasi penerus ini antara lain menempuh pendidikan: Transition Training di India, Sekolah Ilmu Strategi XII, Training L-29 di Cekoslovakia, Sekkau I, Air Command & Staff (AC & SC) USAF di AS, Seskoau V, Lemhanas, Sussijemen Hankam VII, dan Penataran P-4 Tingkat Nasional.

Jabatan dan pangkatnya cepat meningkat. Oetomo pernah bertugas di bidang pendidikan mulai dari instruktur, komandan skuadron, sampai kepala staf pengajaran pada AAU. Bahkan ia sempat menjabat Kepala Biro Pendidikan pada Asisten Personil Mabes AU, dengan pangkat Kolonel, 1968.

Di lingkungan TNI-AU, Oetomo dikenal sebagai pekerja keras. Ia menonjol sejak kembali dari tugas sebagai atase AU pada KBRI di Tokyo, Jepang, 1973. Langsung ditarik ke staf intel, kurang dari setahun kemudian ia dipromosikan menjadi marsekal pertama dalam usia 41 tahun. Jabatannya sebagai Wakil Asisten Pengamanan Mabes AU.

Mungkin termasuk salah seorang yang diproyeksikan untuk jabatan tertinggi di Mabes AU, tampak sekali dari beberapa jabatan penting yang didudukinya belakangan ini. Yaitu Panglima Kodau IV Pulau Jawa di Surabaya, Wakil Panglima Kowilhan I Sumatera di Medan, Deputi KSAU, dan Kepala Staf Umum Mabes ABRI. Semua dilaluinya dalam waktu singkat: tujuh tahun, sejak 1979.

Pengawakannya tegap, agak pendiam, tetapi murah senyum. Sejak masih siswa Sekolah Penerbangan, Oetomo dikenal ringan tangan, suka membantu sesama rekan. "Orangnya akomodatif sekali," komentar teman seangkatannya, Marsekal Muda Ibnu Subroto, yang sekarang Deputi Logistik Mabes AU.

Sikapnya yang rendah hati terkesan ketika wartawan Kompas menjumpainya di hanggar HS Hawk Lanud Iswahyudi, Madiun, setelah ia menjadi orang pertama di TNI-AU. Dengan halus Oetomo saat itu menolak untuk diwawancarai. "Ah, jangan dulu sekarang," ujarnya. "Belum apa-apa. Nanti saja kalau sudah setahun."

Menikah dengan Titiek Utarin, Oetomo dikaruniai dua anak: Yul Prima Thamarima, dan Oki Bismathama. Menurut Prima, "Ayah selalu terbuka pada keluarga, dan betah di rumah. Hobinya membaca. Terutama buku-buku mengenai kemiliteran."

Selama pengabdiannya, Oetomo telah menerima 12 tanda kehormatan dari pemerintah RI berupa Bintang dan Satyalencana. Olah raganya, hampir setiap pagi ia melakukan lari pagi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


OEI BAN LIANG | OEMAR SENO ADJI | OETARJO DIRAN | OETOMO | OMAR ABDALLA | ONGHOKHAM | OSKAR SURYAATMADJA | OTTO SOEMARWOTO | Onghokham | Otto Soemarwoto | Okky Asokawati


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq