
Nama : EDDIE LEMBONG
Lahir : Tinombo, Teluk Tomini, Sulawesi Tenggara, 30 September 193
Agama : Katolik
Pendidikan : -SD, Manado (1951)
-SMP, Manado (1954)
-SMA, Manado (1957)
-ITB Jurusan Farmasi (1965)
-Kursus Peningkatan Profesi Apotek, ISFI Jakarta (1981)
Karir : -Dosen Jurusan Farmasi dan Kepala Perpustakaan Farmasi ITB (1962-1967)
-Apoteker pada Apotek Abadi-Bandung (1965-1967)
-Anggota Redaksi Suara Farmasi (1965-1967)
-Direktur PT Wigo-Jakarta (1969-1974)
-Direktur PT Wellcome Indonesia
-Presdir PT Pharos Indonesia Indonesia (1971-sekarang)
Kegiatan Lain : Sekretaris Jenderal, kemudian Ketua Bidang Industri Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia Pusat (1973 -- sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Limo 42, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Telp: 540597, 543227
Alamat Kantor : Jalan Limo 42 A-B, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Telp: 540413, 540469, 543628, 543852
|
|
EDDIE LEMBONG
Meskipun profesinya apoteker, dan jabatannya Presiden Direktur PT Pharos Indonesia -- sebuah industri farmasi -- ia mengaku kurang senang minum obat. Tapi, katanya, "Saya yakin obat yang kami buat sangat mujarab." Usianya yang hampir setengah abad tidak tergambarkan lewat penampilannya yang gesit dan segar. Dalam industri farmasi di Indonesia, 1972, Eddie Lembong memelopori penerapan GMP (Good Manufacturing Practice), suatu cara pendekatan baru dalam membuat obat yang bermutu, baik, dan terjamin. Juga diciptakannya konsep bioavailibility, metode untuk membuktikan bahwa obat yang mengandung zat berkhasiat sama tidak selalu mempunyai kemampuan pengobatan sepadan.
Pria kelahiran Tinombo, Sulawesi Tengah, ini nama aslinya Eddie Ong Joe San. Ia anak kelima dari sepuluh bersaudara. Ayahnya, Joseph Lembong (almarhum), seorang pedagang kecil di sana. Setelah lulus SMA, Eddie memperoleh kebebasan memilih bidang studi.Eddie mengambil jurusan farmasi, karena bidang ini berhubungan langsung dengan kesejahteraan dan keselamatan manusia. Setelah tamat, ia mendirikan PT Pharos Indonesia, 1971. Tahap pertama yang dilakukannya, ketika itu, mendirikan perpustakaan farmasi dan kedokteran yang sangat lengkap. Eddie dan kawan-kawan merekrut tenaga-tenaga muda, karena yakin akan kemampuan mereka.
Falsafah hidupnya, long life study. Prinsip itu diterapkannya pada perusahaan itu. Setiap tahun, di antara 300 karyawannya pasti ada yang dikirim ke luar negeri untuk belajar.
Ada beberapa perusahaan asing yang memberi kepercayaan pada Pharos untuk memproduksi obat mereka. Di antaranya The Wellcome Foundation Ltd., Inggris, untuk tablet Lanoxin, obat penyembuh sakit jantung. "Kami juga mengontrol peredarannya," tutur Eddie. Perusahaan Inggris itu makin mempercayainya, dan didirikanlah PT Wellcome Indonesia. Di sini, Eddie menjadi salah seorang direkturnya.
Bapak yang mengaku sangat menyesal karena jarang olah raga ini sangat bangga dengan penemuannya Pharolit 200 dan Ardivit. Yang pertama adalah obat diare berbentuk bubuk, hasil campuran unsur kimia gula dan garam. Sedangkan Ardivit adalah kuplet berselaput gula dengan formula multivitamin dan mineral. Eddie menikah dengan Melly Saliman, Desember 1965, dan telah dikaruniai tiga anak.
|