A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

EDHY HANDOKO




Nama :
EDHY HANDOKO

Lahir :
Solo, 28 Agustus 1960

Pendidikan :
-SD
-SMP
-SMA


Karir :
-Juara Nasional Senior Catur (1978, 1979/1980, 1984)
-Meraih gelar Master Nasional (1978)
-Meraih gelar Fide Master Norm di Baquio, Filipina (1981)
-Meraih gelar Master Internasional (di Turnamen Antarmaster Singapura 1982)
-Anggota tim nasional catur ke Olimpiade Catur Lucerne (1982) dan Denpasar, Bali (1983)
-Peringkat ke-7 Turnamen Grandmaster Internasional Turnira Mira di Zagreb, Yugoslavia (1985)
-Meraih medali emas di PON XI, Jakarta (1985


Kegiatan Lain :
Karyawan Batik Keris

Alamat Kantor :
Klub Catur BNI 46 Jalan Lada I, Jakarta Barat Telp: 672075

 

EDHY HANDOKO


Di turnamen Grandmaster Internasional Turnira Mira (Perdamaian) di Zagreb, Yugoslavia, 1985, Master Internasional (MI) ini menduduki peringkat ke-7 dari 15 peserta. Mengungguli 5 grandmaster (GM) dalam 13 pertandingan, ia mencapai 6y1/2y Match Point (MP). Yang membuat kejutan, ia menumbangkan peringkat ke-3 dunia, GM Jan Timman, dalam partai mini 27 langkah Pembukaan Skot. Jan Timman adalah juara turnamen catur Piala Ibu Tien di Denpasar, Bali, 1983.

Sejak berusia enam tahun, "Saya sudah biasa melihat Ayah bermain catur," kata anak keempat dari tujuh bersaudara ini. Masuk klub DL Parmodian Jakarta, pada usia 18 tahun, ia menjadi runner up kejuaraan nasional (Kejurnas) Yunior di Medan, 1975. Tiga tahun kemudian, Edhy meraih gelar Master Nasional (MN) di Kejurnas senior. Turnamen internasionalnya yang pertama ialah Sirkuit Grandmaster Asia Putaran ke-3 di Jakarta.

Memperkuat regu Indonesia di Olimpiade Catur Ke-23, ia tidak mempertahankan gelar nasional pada 1980. Namun, tiga kali ia ikut Sirkuit Master Asia 1981. Dalam putaran ke-2 di Baguio, Filipina, ia meraih FIDE Master (FM) Norm. Setelah mengikuti putaran ke-3 di Jakarta, ia berhak memakai gelar Master Fide (MF), setingkat di bawah MI.

Pada putaran ke-5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Edhy hanya ke-9 dari 16 peserta. Baru sesudah menjuarai turnamen Singapura, ia mendapatkan MI Normnya yang pertama, 1982. Bagi pecatur yang berambisi menjadi GM ini, "Paling mengesankan ketika melawan pecatur Spanyol," katanya. "Di Olimpiade ke-23 di Lucerne, Swiss, itu saya mendapat gelar MI."

Tatkala ia sedang melaju di Sirkuit Master Asia ke-3, tiba- tiba ayahnya wafat di Solo. Ia terpaksa meninggalkan turnamen. Kembali bertanding, ia masih sempat meraih tempat keempat. Pada 1984, untuk ketiga kalinya Edhy menjuarai Kejurnas.

Pecatur ini perokok berat. Selama lima jam bertanding, "Saya biasa menghabiskan dua bungkus rokok kretek," ujarnya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


ED ZOELVERDI | EDDIE LEMBONG | EDDIE MARJUKI NALAPRAYA | EDHY HANDOKO | EDI KOWARA ADIWINATA | EDI SEDYAWATI | EDUARD KAREL MARKUS MASINAMBOW | EKA DARMAPUTERA ALIAS THE OEN HIEN | ELFA SECIORIA HASBULLAH | ELFIRA Rosa Nasution | ELLIAS PICAL | ELLISA MERIAM BELLINA MARIA BAMBOE | ELLY CHANDRA H.O.K TANZIL | ELVI SUKAESIH | EMHA AINUN NAJIB | EMIL SALIM | EMMA TAHAPARY | ENDANG ADI NUSANTARA SAIFUDDIN ANSHARI | ENDANG WIJAYA | ENGKIN ZAINAL MUTTAQIEN | ERIC F.H. SAMOLA | ERNA ANASTASIA WITOELAR | EUIS DARLIAH | EVA ARNAZ (Evayanthi Arnaz) | Eddie Widiono Suwondho | Edi Sedyawati | Edi Subekti | Eko Budihardjo | Elvyn G. Masassya | Emil Salim | Emmy Hafild | Endriartono Sutarto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq