A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

ELLIAS PICAL




Nama :
ELLIAS PICAL

Lahir :
Saparua, Maluku Tengah, 24 Maret 1960

Agama :
Protestan

Pendidikan :
-SD, Saparua (sampai kelas V)

Karir :
-Juara tinju amatir Saparua, Ambon, 1975
-Juara III Sarung Tinju Emas 1976, Jayapura
-Juara I Kejuaraan Tinju Nasional 1979 dan 1980
-Juara I Piala Presiden 1980 dan 1981
-Petinju Terbaik Piala Presiden 1981
-Juara I PON X Jakarta, 1981
-Juara I kelas superbantam versi OPBF 1984 melawan Hee Yun Chun (Korea Selatan) dan Matsuo Watanabe (Jepang)
-Juara dunia kelas superterbang versi International Boxing Federation (IBF) 1985, melawan Ju Do Chun (Korea Selatan) dan Wayne Mulholland (Australia)
-Juara dunia kelas superterbang versi IBF 1986, melawan Cesar Polanco (Republik Dominika)


Alamat Rumah :
Mess Sasana Garuda Jaya, Jalan Mandala 8, Jakarta Selatan

 

ELLIAS PICAL


Menganvaskan juara dunia kelas bantam versi IBF, Ju Do Chun, di Istora Senayan Jakarta, 3 Mei 1985, menjadikan Ellias Pical petinju Indonesia pertama yang merebut gelar juara dunia. Tiga bulan kemudian, juga di Jakarta, Elli memukul roboh Wayne Mulholland, penantang dari Australia, pada menit kedua ronde ketiga.

Di samping hadiah uang Rp 100 juta dari keberhasilannya mempertahankan gelar, tambahan hadiah rumah di Jakarta datang dari pengusaha Probosutedjo. Pulang ke Maluku, Elli disambut bagai "Pattimura Muda" berikut hadiah tabanas senilai Rp 10 juta. Di bekas gubuk Mama Ana, ibunya, di kampung halaman mereka di Saparua, pemerintah setempat membangun sebuah rumah pengganti yang layak.

Tidak terbayangkan apa yang akan diterima Ellias Pical bila ia berhasil menundukkan Cesar Polanco, penantangnya dari Dominika, Februari 1986. Sayang, tekadnya untuk menang luput, karena Polanco berhasil mengendalikan pukulan kiri Elli yang sangat andal, dan Elli kehilangan gelar.

Di desa kelahirannya, Elli kecil memang rajin berkelahi, sehingga sekolahnya hanya sampai kelas V SD. Untung, kegemarannya itu mampu disalurkannya ke atas ring, walau ayahnya, Pieter Pical, tetap melarang. Malah pernah, ia tidak diperbolehkan turun dalam suatu pertandingan lokal, walaupun Elli sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Tetapi, ia tidak kehabisan akal. "Diam-diam beta lompat jendela, lalu ikut bertanding," tuturnya. Untunglah menang, (1975).

Pindah ke Ambon, Elli dilatih Buce van Room dan Oce Tapiori, lalu Alex Siaranumual dan David Paulus. Hasilnya, pada 1976 ia meraih gelar juara III kejuaraan Sarung Tinju Emas di Jayapura. Gelar juara pertama ia rebut berturut-turut, 1979, 1980, 1981, pada Kejuaraan Nasional di Ujungpandang dan Ambon, serta dua kali Piala Presiden di Jakarta. Pada 1981, Elli mewakili Indonesia ke SEA Games. Sebagai hasil kesepakatannya dengan Promotor Simson Tambunan, sejak 1982 ia terjun ke pro, dan bergabung dengan Sasana Garuda Jaya, Jakarta. "Di amatir untung nama, tetapi hilang uang belanja," ujarnya terkekeh.

Prestasinya pun kian mantap. Elli menang angka atas petinju Korea Selatan, Hee Yun Chun, dan merebut gelar juara superbantam OPBF. Kemudian, Oktober 1984, Matsuo Watanabe dari Jepang dibuatnya tersungkur pada ronde keenam, sekaligus ia mempertahankan gelar.

Petinju yang tetap lugu dan rendah hati ini menyenangi film silat, dan bermain tenis meja sebagai selingan. Elli, anak keenam dari ketujuh bersaudara, mengaku belum ingin berpacaran. Tetapi untuk calon istrinya, "Beta ingin gadis Jawa." Gadis Jawa dianggapnya lebih bisa memperhatikan orangtua. Elli memang sangat menyayangi Mama Ana, ibunya yang menjanda.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


ED ZOELVERDI | EDDIE LEMBONG | EDDIE MARJUKI NALAPRAYA | EDHY HANDOKO | EDI KOWARA ADIWINATA | EDI SEDYAWATI | EDUARD KAREL MARKUS MASINAMBOW | EKA DARMAPUTERA ALIAS THE OEN HIEN | ELFA SECIORIA HASBULLAH | ELFIRA Rosa Nasution | ELLIAS PICAL | ELLISA MERIAM BELLINA MARIA BAMBOE | ELLY CHANDRA H.O.K TANZIL | ELVI SUKAESIH | EMHA AINUN NAJIB | EMIL SALIM | EMMA TAHAPARY | ENDANG ADI NUSANTARA SAIFUDDIN ANSHARI | ENDANG WIJAYA | ENGKIN ZAINAL MUTTAQIEN | ERIC F.H. SAMOLA | ERNA ANASTASIA WITOELAR | EUIS DARLIAH | EVA ARNAZ (Evayanthi Arnaz) | Eddie Widiono Suwondho | Edi Sedyawati | Edi Subekti | Eko Budihardjo | Elvyn G. Masassya | Emil Salim | Emmy Hafild | Endriartono Sutarto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq