A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

GEDONG BAGOES OKA




Nama :
GEDONG BAGOES OKA

Lahir :
Karangasem, Bali, 3 Oktober 1921

Agama :
Hindu

Pendidikan :
-HIS, Klungkung, Bali (1935)
-MULO, Yogyakarta (1938)
-PAMS, Batavia (1941)


Karir :
-Guru Hollands Chinese School, Bogor (1941-1942)
-Guru Sihan Gakko, Singaraja (1943-1944)
-Guru MULO, Denpasar (1946-1949)
-Guru dan Direktris SMA Negeri, Singaraja (1956-1963)
-Dosen Jurusan Inggris Fakultas Sastra Universitas Udayana (1963-1974)
-Dosen honorer Universitas Udayana (1974-sekarang)
-Anggota DPR-GR (1968-1972)
-Memimpin Ashram Gandhi Dasa


Kegiatan Lain :
-Ketua Yayasan Kosala Wanita di Singaraja (1956- 1963)
-Ketua Yayasan Pemberantasan TBC di Bali (1970-1976)
-Ketua Yayasan Bali Canti Sena (1970-sekarang)
-Board Member World Conference on Religion and Peace (1970- sekarang)
-Board Director Asia Conference on Religion and Peace (1976- sekarang)
-Board of Trustee Princeton in Asia (1979-sekarang)
-Anggota Dewan Pengurus Yayasan Bina Desa (1984-sekarang)


Karya :
-Menerjemahkan antara lain: Otobiografi dari Mahatma Gandhi, Yayasan -Bali Canti Sena, 1975
-From Yeravda Mandir, Yayasan Bali Canti Sena, 1975
-Ashram Observance in Action, 1981


Alamat Rumah :
Kompleks Dosen F.S.2 Jalan Sudirman -- Denpasar 80114 Telp: 25145

Alamat Kantor :
Jalan Nias 13, Denpasar Telp: 24121

 

GEDONG BAGOES OKA


Ia mendirikan sebuah permukiman di Candi Dasa, Bali. Mirip sebuah biara atau pedepokan, yang sehari-harinya memadukan kerja dan kehidupan religius. Ashram Candi Dasa didirikan di atas tahan seluas 75 are, 68 km di timur Denpasar, pada tahun 1970.

Kehidupan di Ashram Candi Dasa dimulai sejak pukul 04.00, ditandai dengan bunyi kentongan. Nyoman Gedong Bagus Oka, pemimpinnya, bangun diiringi 25-30 anak asuhnya yang semuanya belum menikah. Mereka menuju ke Bale Gede, lalu menghadap matahari terbit. Dan berdengunglah mantra, upanisad, disusul tembang sinom sampai matahari menyingsing. Itu pekerjaan rutin penghuni Ashram Candi Dasa.

Usai puja, para anak asuhan -- di antaranya wanita -- melingkari sang guru. Yang ditunjuk harus berbicara dalam bahasa Inggris. Bila salah, diperbaiki. Begitulah cara mereka belajar bahasa Inggris, yang menurut Ibu Gedong berguna untuk memperdalam pengetahuan agama. Nyonya Gedong Bagus Oka sendiri, mengajar bahasa Inggris di Universitas Udayana.Ia menolak bila permukimannya itu disebut semacam "pondok". "Yang betul, seperti yang kami sebut, ashram," katanya. Penghuninya di sana diberi pendidikan keagamaan berdasarkan ajaran Mahatma Gandhi, yang disebut ahimsa sat karuna. Ahimsa berarti antikekerasan; sat, kebenaran abadi; dan karuna, belas kasihan sesama makhluk. "Kami memupuk atma manusia itu sendiri," ujarnya. "Kalau ingin memperoleh banyak uang, tempat belajarnya bukan di sini."

Para penghuninya juga diharuskan bisa menghidupi diri sendiri. Di sekitar bangunan terdapat 40 are tanah yang disewa Rp 100 ribu untuk lima tahun. Kebun itu ditanami keperluan sehari-hari: pepaya, kacang, pisang, ketela, dan sayuran. Perabotan juga dibuat sendiri. Piring nasi, misalnya, dibuat dari batok kelapa yang diukir.

Setelah belajar bahasa Inggris, penghuni Ashram menuju pantai -- Candi Dasa terletak di pinggir pantai -- berpakaian olah raga. Mereka melakukan Yoga Surya Namaskar, menghadap surya. Yoga itu mereka lakukan sekitar 20 menit. "Setelah yoga, badan harus segar. Kalau lelah, itu berarti salah melakukan yoga," katanya.

Bekas anggota DPR ini yakin bahwa Ashram yang dipimpinnya banyak mendapat simpati orang luar. "Tamu asing yang datang ke sini bukan sembarangan, mereka telah muak melihat keganjilan- keganjilan dunia ini," katanya.

Gedong Bagoes menikah dengan Ida Bagus Oka, sekarang mengurus sekolah di Candi Kuning, Bedugul, Bali.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


GANDHI | GATOT Achmad Safari Amrih | GATOT SOEHERMAN | GEDE PUDJA | GEDONG BAGOES OKA | GEORGE ADRIAAN DE NEVE | GERARDUS MAYELA SUDARTA | GHEA SUKASAH | GOENAWAN PARTOWIDIGDO | GOENAWAN SUSATYO MOHAMAD | GOPE T. SAMTANI | GREGORIUS SIDHARTA SOEGIYO | GREGORIUS SUGIHARTO | GUFRAN DWIPAYANA | GUNAWAN SIMON | GUNO SAMEKTO | GUSTAAF HENDRIK MANTIK | Garin Nugroho | Gede Bayu Suparta | Graito Usodo | Gusnaldi


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq