A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

LEO SOEKOTO S.J.




Nama :
LEO SOEKOTO S.J.

Lahir :
Yogyakarta, 23 Oktober 1920

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-HIS, Yogyakarta (1937)
-Seminari Menengah, Yogyakarta (1943)
-SMA Hidup Rohani, Ungaran (1947)
-Sekolah Filsafat, Yogyakarta (1950)
-Sekolah Teologi, Nederland (1954)
-Spiritualitas (Kerohanian) di Muenster, Jerman Barat (1955)
-Hukum Gereja di Roma (1958)


Karir :
-Dosen/Rektor Seminari Tinggi di Yogyakarta, (1959-1966)
-Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta (1966-1970)
-Uskup Agung Jakarta (1970)
-Sekretaris MAWI (1970-sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Katedral 7, Jakarta Pusat Telp: 362392, 361892

Alamat Kantor :
MAWI Jalan Cut Mutiah 10, Jakarta Pusat Telp: 356452

 

LEO SOEKOTO S.J.


Anak kedua dari tiga bersaudara ini, putra lurah Desa Gayamharjo, Prambanan, Yogyakarta. Pada masa kecilnya suka menggembalakan kambing. Semasa sekolah di HIS, terbitlah niatnya menjadi pastor. Masuk Seminari Menengah di Yogyakarta, dan menjalani Hidup Rohani di Ungaran. Ia memilih Sarekat Jesus (SJ). Ia kemudian tenggelam mendalami filsafat.

Setahun setelah ditahbiskan sebagai imam SJ, ia berangkat ke Maastricht, Negeri Belanda, 1954. Di sana ia belajar teologi dan mempelajari spiritualitas di Mup4nster, Jerman Barat. Bekas penggembala kambing yang menjadi gembala umat ini juga melakukan studi Hukum Gereja di Universitas Gregoriana, Roma. Kembali ke tanah air, Leo bergelar doktor teologi di bidang moral. Ia lalu menjadi dosen, kemudian rektor Seminari Tinggi di Yogyakarta, 1959.

Delapan tahun mengajar, Pastor Leo lalu diangkat menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, merangkap pastor paroki Blok M, Kebayoran Baru. Jabatan ini dipegangnya setelah setahun sebelumnya ia diangkat sebagai Sekretaris Keuskupan Agung. Jabatan uskup agung diterimanya dari Mgr. A. Djajaseputra yang mengundurkan diri sesudah ada bulla -- surat pemberhentian dan pengangkatan resmi -- dari Vatikan, 1970. Tatkala pulang ke desanya, sebulan setelah upacara itu diselenggarakan, Mgr. Leo disambut dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk.

Masih pada tahun yang sama, Mgr. Leo terpilih menjadi Sekretaris Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI), badan yang disebutnya "federasi para uskup di Indonesia". Selama jadi Uskup Agung Jakarta, ia mendirikan lebih dari sepuluh paroki. Untuk memajukan organisasi dan menghidupkan seksi-seksi paroki, ia membentuk Panitia Sosial Keuskupan. "Karya sosial merupakan perwujudan ke luar pernyataan iman," ujarnya. Imam yang dikenal teliti dan disiplin ini juga membentuk Dewan Pastoral. "Terdiri dari para awam dan rohaniwan, tugasnya sebagai penasihat Uskup."

Senang membaca dan mendengarkan musik, uskup yang tegap dengan tinggi 167 cm ini, pribadinya tersirat dalam lambang Uskup Agung Jakarta. Yaitu, perisai bergambar salib, yang di atasnya bertengger kepala singa sedang mengaum. Dua tangkai daun dan buah jali tersunting di kiri-kanan. Lalu selembar pita bertuliskan Scio Cui Credidi. Maknanya, kepala singa menggambarkan Leo Agung, Paus, dan sarjana gereja. "Pelindung dan penyelamat Kota Roma dari serangan bangsa-bangsa yang belum berkebudayaan." Pohon jali mengiaskan asal kelahiran sang uskup: Kampung Jali, Desa Gayamharjo. Kalimat di atas pita: "Aku tahu siapa yang kupercaya."

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


LASIYAH SUTANTO | LELY SAMPOERNO | LEO IMAM SUKARNO (LEO KRISTI) | LEO SOEKOTO S.J. | LEONARDUS BENYAMIN MOERDANI | LIE TEK TJENG | LIEM KHIEM YANG | LIEM SWIE KING | LINUS SURYADI AGUSTINUS | LIUS PONGOH | LUGITO HAYADI | LUKMAN HARUN | LUKMAN NIODE | LYDIA RUTH ELIZABETH KANDOU | Laksamana Sukardi | Landung Simatupang | Lily Koeshartini Somadikarta | Lola Amaria | Luhut Manihot Parulian Pangaribuan | Luluk Purwanto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq