
Nama : LUKMAN NIODE
Lahir : Jakarta, 21 Oktober 1963
Agama : Islam
Pendidikan : -SD Batanghari, Jakarta (1976)
-SLP Yayasan Perguruan Cikini, Jakarta (1979)
-Cypress High School, Los Angeles (1981)
-Golden West College, Los Angeles (sekarang)
-Pendidikan renang di Klub Tirta Kencana, Jakarta (1972-1979)
-Golden West College, Hutington Beach (182-1984)
Karir : Perenang: Dalam PON 1977 meraih 10 medali emas
PON 1980 meraih 7 medali emas
-SEA Games 1983 meraih dua medali emas
-Pemegang rekor Asia untuk 100 m gaya punggung
-pemegang dua rekornas untuk 200 m gaya punggung, dan 100 m gaya bebas
-Atlet terbaik versi harian Kompas, 1982 ; Atlet Terbaik SIWO/PWI Jaya 1981 dan 1983
Kegiatan Lain : -Instructor Hutington Scuba Dive Club, AS (1984)
-Instructor Surfing Newport Beach, AS (1984)
Alamat Rumah : Jalan Kampar 12, Jakarta Pusat
|
|
LUKMAN NIODE
Sejak kecil sampai sekarang, Lukie memiliki sifat tidak mau kalah. Baik dengan keempat kakaknya, semua perenang, apalagi dengan teman latihannya. Pertama kali bertanding pada Kejuaraan Nasional Antarklub 1972 di Medan, ia masuk kelompok umur IV (10 tahun ke bawah). "Grogi juga, soalnya belum berpengalaman," kata Lukman Niode. Toh ia menjadi juara II, di bawah Johnny D. Item.
Keluarga Niode memang pecinta renang. Keempat kakaknya, Dunie, Idroes, Burhanuddin, dan Noerdiana, semua aktif di kolam renang. Almarhum ayahnya, M. Niode, yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara, adalah pelatih renang. Di bawah bimbingan sang ayah, kelima bersaudara mengembangkan bakat renang mereka -- terutama dalam gaya punggung.
Pertandingan pertamanya di luar negeri, di Bangkok, 1973, hanya menempatkan Lukman di urutan keempat. Tetapi di tanah air, tiga tahun kemudian, ia memborong sembilan medali emas Kejuaraan Nasional. Dalam dua kali PON berikutnya, 1977 dan 1980, Lukman masing-masing meraih sepuluh dan tujuh medali emas. Dengan waktu 1,04 detik, "Luki memecahkan rekor abangnya sendiri, Idroes, yang bertahan tujuh tahun," tutur ibunya, Nyonya J. Niode, yang rajin menemani anak-anaknya ke kolam renang.
Pada SEA Games 1983, saat regu renang Indonesia dinilai gagal total, Lukman dianggap menjadi penyelamat pamor Indonesia. Tidak saja mengantungi dua medali emas, di nomor yang menjadi spesialisasinya, 100 meter gaya punggung, anak kelahiran Jakarta itu memecahkan rekor lama Asia atas nama Kenji Ikeda dari Jepang, dengan satu detik lebih cepat.
Di Olimpiade Los Angeles, 1984, Lukie gugur pada babak penyisihan. Toh, ia berhasil memperbaiki rekor nasional atas namanya sendiri, yaitu dari 59.72 detik menjadi 58.77 detik, juga dalam 100 meter gaya punggung. Dalam kesempatan itu pula ia memecahkan rekor nasional 200 meter gaya punggung, dan 100 meter gaya bebas.
Pada 1981 ia mulai belajar di Amerika, atas biaya KONI Pusat. Mula-mula Lukie bersekolah di Cypress High School, lalu di Golden West College, keduanya di Los Angeles. Di sana, menurut Lukie, pelajaran sekolah dan latihan olah raga berjalan sejajar.
Bekas anak asuhan M.F. Siregar ini cukup berprestasi di Amerika. Oleh Golden West College, ia dipilih sebagai Best Male Athlete of the Year. Sedangkan dari Cypress High School, Lukie menerima gelar The Best Performance. Di tanah air sendiri, dua kali (1981 dan 1983) SIWO/PWI Jaya memilihnya sebagai Atlet Terbaik. Penghargaan sebagai warga negara berjasa dalam bidang olah raga diterimanya dari pemerintah RI, 1983.
|