A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Luhut Manihot Parulian Pangaribuan




Nama :
Luhut Manihot Parulian Pangaribuan

Lahir :
Balige, Sumatra Utara, 24 Mei 1956

Agama :
Protestan

Pendidikan :
- SD 1 Balige
- SMP 1 Balige
- SMA 1 Balige
- Universitas Indonesia, Fakultas Hukum (1981)
- University of Nottingham, United Kingdom, Master of Law (1991)


Karir :
- Advokat/Pengacara

Kegiatan Lain :
- Dosen praktik di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1992-sekarang)
- Dosen pendidikan lanjutan ilmu hukum bidang konsultan hukum dan kepengacaraan Fakultas Hukum Universitas Indonesia
- Dosen Fakultas Hukum Universitas Wiraswasta Indonesia (1988-1990)
- Dosen Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1989)
- Pengajar pada pendidikan hak asasi manusia yang dilakukan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesi advokat
- Narasumber reformasi hukum Undang-Undang Advokat Departemen Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia (1999€“sekarang)
- Ketua DPP Ikadin Bidang Informasi dan Komunikasi (1997-2002)
- Ketua Majelis Nasional Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), (1997-sekarang)
- Anggota Tim Pakar Badan Pembinaan Hukum Nasional (1997€“sekarang)
- Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta (1993-1997)
- Sekretaris Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), (1992-1997)
- Pembela umum (public human rights defender) Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (1981-1987)
- Salah seorang technical advisory Unit Proyek Pengembangan Hukum Bappenas (1997-1998)


Karya :
- Studi Kasus Hukum Acara Pidana (1986), Penerbit Djambatan
- KUHP dan Peraturan-Peraturan Pelaksana (1986), Penerbit Djambatan
- Kemandirian Kekuasaan Kehakiman (1989), Penerbit YLBHI
- Advocate and Contempt of Court (1987), Penerbit Djambatan


Keluarga :
Ayah : Tombak Agustinus Pangaribuan (almarhum) Ibu : Martina Napitupulu. Istri : Rosa Agustina Anak : 1.Togi M. Pradana 2.Aristo M. Adiputra 3.Karisa Utami

Alamat Rumah :
Jalan Bumi Raya V / No. 15, Duren Sawit, Jakarta Timur Telepon (021) 86600229 HP 0811187393

Alamat Kantor :
Bapindo Plaza Citibank Tower Lt. 23, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190

 

Luhut Manihot Parulian Pangaribuan


SATU meja dengan mantan istri penyanyi rock Mick Jagger, Bianca Jagger, Luhut M.P. Pangaribuan merasa bangga. Ketika itu, ia diundang ke New York untuk menerima Human Rights Awards dari Lawyer Committee for Human Rights, New York, 1992. Apalagi di meja paling depan itu ada Kerry Guaneth Kennedy, istri Gubernur New York Guaneth Kennedy. €œKamu tahu nggak, saya bisa duduk di sini karena kamu,€ itu yang dikatakan Kerry. Tentu dalam bahasa Inggris. Dan, Luhut mengerti karena ia menguasai bahasa tersebut, selain bahasa Belanda dan Batak.

€œMeski mungkin hanya basa-basi, itu cukup menarik bagi saya,€ ujar Luhut, mengenang.

Masa kanak-kanak sampai remaja dilewatkan di tanah Batak, Tapanuli. Ia berasal dari keluarga peradilan. Ayahnya hakim di pengadilan Bandung. Waktu SMA ia bercita-cita menjadi hakim. Itu karena ia sering menonton jalannya persidangan. €œDari situ saya menganggap hakim itu sangat berwibawa dan dihormati,€ tutur anak kelima dari sepuluh bersaudara ini.

Hijrah ke Jakarta tahun 1975, untuk melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Karirnya diawali sebagai pembela umum di LBH Jakarta, sejak lulus dari Universitas Indonesia, 1981. Sampai akhirnya, 12 tahun kemudian, Luhut dipercaya memimpin lembaga tersebut.

Tidak menjadi hakim, seperti cita-citanya semula? Lulusan University of Nottingham, United Kingdom, Inggris, ini enggan menjabat hakim€”walau pernah menjadi hakim di Pengadilan Negeri Pontianak, 1983. €œHakim sekarang tidak seperti yang saya lihat waktu saya kecil dulu; penuh dengan ketidakdisiplinan dan sudah tidak berwibawa lagi,€ ujar pengagum Yap Thiam Hien dan Mahatma Gandhi ini.

Banyak kasus besar yang ia tangani sebagai pengacara. Tapi, yang paling menarik ketika menjadi pembela tokoh-tokoh Islam pada peristiwa Tanjungpriok, misalnya. Juga jadi pembela Abdul Kadir Jaelani dan A.M. Fatwa pada kasus pengeboman BCA di Jakarta, 1986.

Yang paling berkesan adalah ketika ia diminta menjadi penasihatnya Gus Dur. €œBuat saya, itu merupakan penghargaan. Kemudian saya mendampingi Gus Dur saat dipanggil oleh Pansus Buloggate I€”sebuah kasus dana nonbujeter Badan Usaha Logistik yang melibatkan Abdurrahman Wahid ketika menjabat presiden.

€œMenjalani profesi pengacara hukum di Indonesia ternyata tidak melulu mendapat pujian. Malah sebaliknya: lebih banyak dukanya,€ ujar penggemar olahraga beladiri dan squash ini. Ancaman dan teror kerap dialaminya. Bahkan ia pernah diancam akan dibunuh.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


LASIYAH SUTANTO | LELY SAMPOERNO | LEO IMAM SUKARNO (LEO KRISTI) | LEO SOEKOTO S.J. | LEONARDUS BENYAMIN MOERDANI | LIE TEK TJENG | LIEM KHIEM YANG | LIEM SWIE KING | LINUS SURYADI AGUSTINUS | LIUS PONGOH | LUGITO HAYADI | LUKMAN HARUN | LUKMAN NIODE | LYDIA RUTH ELIZABETH KANDOU | Laksamana Sukardi | Landung Simatupang | Lily Koeshartini Somadikarta | Lola Amaria | Luhut Manihot Parulian Pangaribuan | Luluk Purwanto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq