A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER)




Nama :
FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER)

Lahir :
Jakarta, 3 Januari 1931

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-SD St. Yosef, Jakarta (1942)
-HBS Nassau Boulevard, Jakarta (1951)
-Nederlandse Economische Hogeschool, Rotterdam (1963)


Karir :
-Juara bulu tangkis Belanda (1955-1961)
-Juara bulu tangkis Prancis (1959, 1960)
-Juara bulu tangkis di Glasgow International (1957)
-Juara bulu tangkis Kanada (1962)
-Runner Up All England di London (1959)
-Ahli Ekonomi diperbantukan pada Gubernur Bank Indonesia (1965-1967)
-Ketua KONI Pusat/Anggota Pengurus Asian Games Federation Council (1970) Ketua IBF (1972-1975)
-Direktur PT Ferry Sonneville & Co. (1968-sekarang)


Kegiatan Lain :
-Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda
-Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Swasta
-Anggota Pengurus Real Estate Indonesia
-Ketua Jiu Jitsu Indonesia
-Ketua Umum PB-PBSI (1981-1985)
-Ketua Advisory Council IESC (International Executive Service Corps)


Karya :
-Better Badminton, Nederland, 1958
-Bulu Tangkis Bermutu, Jakarta, 1959


Alamat Rumah :
Jalan Kemanggisan Utama Raya 3, Jakarta Barat Telp: 540836

Alamat Kantor :
Jalan Balitung I No. 23, Jakarta Selatan Telp: 717542, 716556

 

FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER)


Ferry masih berusia enam tahun ketika sering diajak ibunya, Leoni Elisabeth, ikut ke tempat latihan bulu tangkis. Sementara itu, di rumah, ia dilatih jiujitsu oleh ayahnya, Dirk Jan, yang berasal dari Negeri Belanda. Ferry sendiri ternyata lebih getol pada tenis.

Supaya anak pertama dari dua bersaudara ini menyukai bulu tangkis, ibunya membuat lapangan di halaman rumah mereka. Lama- kelamaan, Ferry tertarik juga. Bahkan, di sekolahnya, dalam pertandingan-pertandingan antarpelajar, Ferry sering menjadi juara. "Itu semua berkat kegigihan Ibu melatih dan mendidik saya," tutur Ferry.

Kemudian, ia memang berhasil menjadi satu di antara andalan Indonesia dalam berbagai turnamen nasional dan internasional. Yang paling berkesan baginya adalah ketika berhadapan dengan maestro bulu tangkis Malaya, Wong Peng Soon, yang tengah melakukan serangkaian pertandingan di Medan, 1954. Padahal, Wong masih menjalani skorsing dari induk organisasi bulu tangkis Malaya, BAM. Akibatnya, ia menerima skorsing PBSI, yang melarang pemain kita berhadapan dengan Wong.Selama sembilan tahun, sejak 1955, ia bermukim di Rotterdam, Negeri Belanda, untuk mengejar gelar sarjana ekonomi, sambil bekerja di Bank Indonesia di sana, Ferry tetap saja bermain bulu tangkis. Lima kali, dari 1955 sampai 1961, ia menjadi juara Belanda, dan dua kali juara Prancis, 1959 dan 1960. Unggul dalam Glasgow International, 1957, dan tetap teratas pada kejuaraan Kanada, 1962, ia hanya kandas untuk menjuarai All England 1959, dikalahkan rekan setanah air, Tan Joe Hok, dalam All Indonesian Final.

Pada mulanya, Ferry bercita-cita menjadi polisi. "Karena saya pikir, waktu itu, polisi adalah jagoan yang selalu membantu rakyat, menjaga keamanan dan kedamaian," katanya. Karena harus berkuliah ke Negeri Belanda, keinginan jadi polisi buyar. Padahal, ia sudah sempat akrab dengan kalangan kepolisian. Sewaktu berusia 19, oleh ayahnya ia diangkat menjadi pelatih jiujitsu para polisi Krekot, Jakarta.

Di luar bulu tangkis, jasa lelaki jangkung (tinggi 176 cm dan berat 66 kg) yang gemar makan ikan goreng ini tidak pula boleh diabaikan. Bekas Ketua Umum PBSI ini memprakarsai kedatangan Prof. dr. Yan Tinberger ke Indonesia, pada 1964, dan 1965-1966. Kehadiran tokoh dari Negeri Belanda inilah yang melahirkan bantuan IGGI. Lembaga keuangan nonbank IDFC, merupakan usaha patungan Indonesia dengan Belanda, dapat ia rintis dan terbentuk pada 1965-1966.

Menikah dengan Yvonne Theresia, Ferry kini ayah tiga anak. Anak pertama, satu-satunya lelaki, meninggal ketika berusia 20 tahun, 1976. Kegandrungan Ferry pada bulu tangkis dan tenis tidak menurun pada anak-anaknya. Genia Theresia, kini tertua, malah jadi guru. Dan Cynthia Gwendolyn, si bungsu, berwiraswasta.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


FAHMI IDRIS | FARID ANFASA MOELOEK | FARIDA FEISOL | FEISAL TANJUNG | FERMANTO SOEJATMAN | FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER) | FIKRI JUFRI | FRANCISCUS XAVERIUS HADISUMARTO | FRANCISCUS XAVERIUS SEDA | FRANS DANUWINATA | FRANZ MAGNIS-SUSENO | FREDERIK HENDRIK AGUSTINUS HEHUWAT | FRIDOLIN UKUR | FRITS AUGUST KAKIAILATU | F.X. ARIF Adimoelja | F.X. SUSILO MURTI | F. Widayanto | Faisal H. Basri | Faruk H.T. | Fatchur Rochman


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq