A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

FRANCISCUS XAVERIUS SEDA




Nama :
FRANCISCUS XAVERIUS SEDA

Lahir :
Flores, Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-SD, Flores (1940)
-MULO/HIK, Muntilan dan SMP BOPKRI, Yogyakarta (1946)
-HBS, Surabaya (1950)
-Katholieke Economische Hogeschool, Tilburg, Negeri Belanda (1956)


Karir :
-Anggota KRIS (1945-1946)
-Ketua Seksi Penerangan Kongres Pemuda Indonesia (1950)
-Penasihat Ekonomi Gubernur Militer Nusa Tenggara, Denpasar, Bali (1956)
-Ketua Partai Katolik Indonesia (1961-1968)
-Menteri Perkebunan (1964-1966)
-Menteri Pertanian (1966)
-Menteri Keuangan (1966-1968)
-Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973)
-Duta Besar RI untul Begia dan Luksemburg/Kepala Perwakilan RI pada -Masyarakat Ekonomi Eropa, Brussel (1973-1976)
-Anggota DPA (1976-1978). Pendiri dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya (1960- 1964)
-Wakil Ketua Yayasan Bentara Rakyat
-Ketua Yayasan Atma Jaya. Anggota Dewan Komisaris PT Gramedia (1970-sekarang)
-Komisaris PT Narisa dan PT Narisa Jaya (1978-sekarang) Kegiatan lain: -Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)


Alamat Rumah :
Jalan Bank Dagang Negara I No. 56-57, Cilandak, Jakarta Selatan Telp: 760542

Alamat Kantor :
Jalan Jenderal Sudirman 49A, Jakarta Pusat

 

FRANCISCUS XAVERIUS SEDA


Pengusaha ini terlibat dalam banyak kegiatan, rajin pula menulis artikel di pelbagai penerbitan. Terutama masalah ekonomi, juga politik. Belakangan, kongres ke-4 Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), memilih dia sebagai ketua umum. Sebelumnya, ia menggantikan Soedarpo Sastrosatomo menjadi ketua Indonesische Nederlandsche Associatie (INA), 1983.

Seda adalah pendiri sekaligus pengurus Yayasan dan Universitas Katolik Atma Jaya, juga dekan fakultas ekonomi di universitas itu. Sedangkan di Yayasan Bentara Rakyat, penerbit harian Kompas, ia wakil ketua, dan di PT Gramedia anggota dewan komisaris.

Selalu banyak senyum, komisaris PT Narisa -- pabrik pakaian jadi -- ini biasa bekerja keras sejak kecil. Ayahnya, Paulus Setu Seda, seorang kepala SD. Pamannya, Pisu Sega Seda, seorang kapitan (lurah). Dari kedua orang itulah, di Desa Lekebai, Paga, Kabupaten Sikka, Flores, "Saya mendapat pendidikan mendalam tentang cara membaktikan diri kepada masyarakat," tutur anak pertama dari delapan bersaudara ini.

Keluarganya di daerah itu termasuk berkecukupan. Suatu saat, pamannya membuka persawahan, menanam kemiri, kelapa, dan memulai program perbaikan kampung. "Tindakan Paman itu sangat mengesankan buat saya," katanya. "Sekarang daerah saya penghasil kemiri nomor satu."

Sesudah tamat SD di Flores, 1940, Frans Seda merantau ke Muntilan, Jawa Tengah. Di sana, sambil belajar di SMP, ia menjadi tukang rumput, pengaduk makanan, dan pemerah susu pada sebuah peternakan di lereng Gunung Merapi. Lantas ia dipercaya sebagai loper susu dan penagih rekening.

Lulusan Katholieke Economische Hogeschool di Tilburg, Negeri Belanda, ini di Jakarta lantas berwiraswasta dan menerjuni dunia politik. Sebagai Ketua Umum DPP Partai Katolik, ia menjadi anggota MPRS dan DPR-GR. Kemudian berturut-turut menjabat menteri: perkebunan, pertanian, keuangan, dan perhubungan. Ketika menjadi Dubes RI di Brussel, untuk Belgia dan Luksemburg, ia merangkap kepala perwakilan RI untuk MEE. Kembali ke Indonesia, dua tahun ia menjadi anggota DPA, sejak 1976.

Terbuka dan suka humor, suatu waktu ia berbicara tentang pemuda. "Ada suatu perbedaan," katanya, "pemuda zaman saya belajar politik dari pidato Bung Karno dan Bung Hatta. Sekarang lain, mereka belajar dari penataran ke penataran."

Menikah dengan Johanna Maria Pattinaya, ayah dua anak ini menjadi anggota komisi kepausan Isutitia et Pax (Keadilan dan Perdamaian) diangkat oleh Paus Yohannes Paulus II, 1984. Biasa jogging atau jalan kaki selama satu jam, dan sesekali berenang.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


FAHMI IDRIS | FARID ANFASA MOELOEK | FARIDA FEISOL | FEISAL TANJUNG | FERMANTO SOEJATMAN | FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER) | FIKRI JUFRI | FRANCISCUS XAVERIUS HADISUMARTO | FRANCISCUS XAVERIUS SEDA | FRANS DANUWINATA | FRANZ MAGNIS-SUSENO | FREDERIK HENDRIK AGUSTINUS HEHUWAT | FRIDOLIN UKUR | FRITS AUGUST KAKIAILATU | F.X. ARIF Adimoelja | F.X. SUSILO MURTI | F. Widayanto | Faisal H. Basri | Faruk H.T. | Fatchur Rochman


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq