A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

FIKRI JUFRI




Nama :
FIKRI JUFRI

Lahir :
Jakarta, 25 Maret 1936

Agama :
Islam

Pendidikan :
-Algemene Lagere School (ALS), Jakarta, 1951
-SMP Negeri X, Jakarta, 1953
-SMA Kristen Pintu Air, Jakarta, 1956
-FE UI (tidak menyelesaikan skripsi)
-Seminar for Economic Writers, Manila, 1968
-Professional Journalism Fellowship, Stanford University, AS, 1972/1973


Karir :
-Reporter Harian Kami, 1967-1968
-Reporter Harian Pedoman, 1968-1969
-Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan Ekspres, 1970
-Jabatan terakhir: Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan TEMPO (1971-sekarang) Direktur Pemasaran PT Grafitipers
-Pemimpin Redaksi/Pemimpin Umum Majalah Bulanan MATRA (sejak 1986)
-Direktur PT Bina Media Tenggara, penerbit The Jakarta Post


Kegiatan Lain :
Anggota Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (Bakom PKB)

Alamat Rumah :
Jalan Kayujati III No. 9, Jakarta Timur Telp: 4891793

Alamat Kantor :
Jalan H.R. Rasuna Said, Kav C-17, Jakarta Selatan Telp: 5781022

 

FIKRI JUFRI


Duduk di kursi eksekutif perusahaan pers yang cukup terpandang, Fikri Jufri tetap menganggap dirinya seorang reporter. Tidak terlalu salah, barangkali. Dalam keadaan tertentu, wakil pemimpin redaksi MBM TEMPO ini tidak segan- segan turun ke lapangan. Misalnya untuk mewawancarai Liem Sioe Liong, atau meliput sidang-sidang OPEC -- organisasi negara- negara pengekspor minyak.

Kebetulan, karier kewartawanan FJ -- demikian ia biasa dipanggil -- memang bermula dari lapangan. Di awal kebangkitan Orde Baru, 1967, suatu ketika FJ memergoki sebuah kerusuhan di kawasan Kota, Jakarta. Ia segera menelepon kantor redaksi Harian KAMI, koran "perjuangan" masa itu. Berita kerusuhan ini esoknya tampil di halaman satu. Dan FJ, setelah menerima kartu pers dari Zulharmans, wakil pemimpin redaksi, langsung diminta bergabung dengan koran tersebut.

FJ sendiri bukan orang baru di kalangan para penegak Orba. Sudah sejak sebelum 1965 ia aktif dalam gerakan membendung sepak terjang kelompok komunis. Baik di kampus FE UI, tempat ia belajar dan mengagumi pikiran-pikiran Sumitro Djojohadikusumo, maupun di kalangan intelektual di luar kampus. Oleh ayahnya, seorang nasionalis, sejak berusia belasan tahun anak tunggal ini biasa diajak mendengarkan diskusi-diskusi politik.Di majalah TEMPO, tempat ia tercatat sebagai pendiri -- setelah sempat menggali pengalaman di harian Pedoman dan majalah Ekspres -- FJ tampil sebagai penulis yang jernih. "Dengan bahasa yang sederhana ia mampu menjelaskan masalah-masalah ekonomi yang pelik," ujar seorang pengamat.

FJ sendiri mengaku, "Saya selalu berusaha menulis tanpa perlu mengerutkan dahi." Caranya? "Mempelajari dulu semua bahan, berusaha menyimpulkan bahan itu ke dalam bahasa sehari- hari, kemudian baru menulis." Dengan "resep" ini pulalah, ia selalu "ribut" bila menemukan tulisan yang ruwet dan berliku- liku.

Dalam bersikap, FJ menempatkan jurnalisme sebagai tujuan, bukan sekadar ancang-ancang untuk beralih ke profesi lain. Dalam pengertian itu pula ia bersedia menerima jabatan direktur pemasaran di tempatnya bekerja. "Kita harus menegakkan pers sebagai lembaga yang kuat dan dihormati," katanya. "Tidak perlu merasa rendah diri terhadap perusahaan swasta lainnya, termasuk dalam hal kesejahteraan karyawan."

Menikah dengan Anisa, 1971, wartawan yang kaya humor ini kini ayah tiga anak. Di tengah kesibukannya, FJ selalu menyisihkan hari Minggu untuk berkumpul bersama keluarga, kecuali ada tugas penting yang sangat mendesak. Untuk memelihara kesehatan, ia kadang-kadang menyempatkan diri bermain pingpong, atau berenang.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


FAHMI IDRIS | FARID ANFASA MOELOEK | FARIDA FEISOL | FEISAL TANJUNG | FERMANTO SOEJATMAN | FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER) | FIKRI JUFRI | FRANCISCUS XAVERIUS HADISUMARTO | FRANCISCUS XAVERIUS SEDA | FRANS DANUWINATA | FRANZ MAGNIS-SUSENO | FREDERIK HENDRIK AGUSTINUS HEHUWAT | FRIDOLIN UKUR | FRITS AUGUST KAKIAILATU | F.X. ARIF Adimoelja | F.X. SUSILO MURTI | F. Widayanto | Faisal H. Basri | Faruk H.T. | Fatchur Rochman


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq