A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

F.X. ARIF Adimoelja




Nama :
F.X. ARIF Adimoelja

Lahir :
Wonosobo, Jawa Tengah, 10 Oktober 1933

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-CHCS, Wonosobo
-SMP Dominico Savio, Semarang (1952)
-SMA Loyola, Semarang (1954)
-Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya (Dokter, 1963
Doktor, 1984)
-Universitas Katolik Leuven, Belgia (1974)
-Course on Artificial Insemination, Sao Paolo, Brasil (1979) Karya tulis: Antara lain, Perkembangan Kehidupan Psikoseksual, BP4 Provinsi Jawa Timur, 1975


Karir :
-Guru SMA Santa Maria, Surabaya (1956-1960)
-Asisten Ahli (1961-1964), kemudian Lektor Muda (1964-1968),-
- Wakil Kepala Bagian Biologi (1968-1973 dan 1976-1979) FK Unair
-Sekretaris Human Reproduction FK Unair (1972-sekarang)
-Supervisi Pendidikan pasca Andrologi (1978-sekarang)
-Kepala Seksi Andrologi (1980-sekarang)
-Deputy Advance Biology FK Unair (1982-sekarang)


Kegiatan Lain :
-Executive Council International Society of Andrology (1976-sekarang)
Sekjen Perkumpulan Andrologi Indonesia (1978-sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Dharmahusada 47, Surabaya Telp: 40251

Alamat Kantor :
Jalan Kanginan 55, Surabaya Telp: 46219

 

F.X. ARIF Adimoelja


Anak keluarga sederhana dari Wonosobo, Ja-Teng, ini masih berusia 12 tahun ketika nekat merantau ke Magelang. Kebetulan, waktu itu, 1945, Bung Karno sedang berpidato di Pendopo. "Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit," seru presiden pertama RI itu. Sampai sekarang, setelah menjadi androlog, Arif Adimoelja tidak dapat melupakan "pesan" itu.

Hanya karena tekad dan cita-cita yang tinggi, apa yang kini dicapai Arif bisa kesampaian. Ayahnya, A. Adimoelja, pemilik percetakan kecil, pernah ditangkap Jepang karena dituduh mencetak selebaran bawah tanah. Ia lalu diadopsi Sukardi, mantri di RS Wonosobo. Ketika di SMA, ia terpaksa menjadi tukang tambal ban, untuk membiayai hidupnya. Ini sebabnya, mungkin, nilai pelajarannya biasa-biasa saja. "Saya memang senang membaca, tetapi prestasi di sekolah tidak istimewa," tuturnya.Ketika kuliah di FK Universitas Airlangga, Surabaya, pria yang sejak di SD menyenangi pelajaran biologi ini mengajar di SMA Santa Maria, sambil menulis cerita anak-anak di majalah Star Weekly, Jakarta. Profesi gurunya terhenti karena Arif harus mendalami spermatologi dan reproduksi manusia di FK UI, Jakarta. Kembali ke Surabaya, ia mendirikan laboratorium sperma di FK Unair. "Sudah kadung gandrung," katanya.

Kegandrungannya kian tersalur setelah menerima tawaran belajar di Universitas Louvaine, Belgia, 1972. Bingung ia hendak menekuni bidang mana, akhirnya Prof. Omer Steeno, guru besar universitas tersebut, menganjurkan Arif mengambil program andrologi, yang jangkauannya mencakup studi tentang laki-laki, khususnya mengenai reproduksi. Ia juga menekuni seksologi. Tiga program ini diselesaikannya dalam waktu relatif singkat: dua tahun (1974). Gelar doktor andrologi diraihnya di Universitas Airlangga, 1984, dengan predikat "sangat memuaskan". Disertasinya Separation of X-spermatoza with the sephadex gel filtration method for female sex preselection.

Arif, yang tidak merokok, menikah dengan Dokter Gigi Soesilianti, adik kelasnya di FK Unair. Penggemar film silat dan horor ini dianugerahi dua anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


FAHMI IDRIS | FARID ANFASA MOELOEK | FARIDA FEISOL | FEISAL TANJUNG | FERMANTO SOEJATMAN | FERRY SONNEVILLE (FERDINAND ALEXANDER) | FIKRI JUFRI | FRANCISCUS XAVERIUS HADISUMARTO | FRANCISCUS XAVERIUS SEDA | FRANS DANUWINATA | FRANZ MAGNIS-SUSENO | FREDERIK HENDRIK AGUSTINUS HEHUWAT | FRIDOLIN UKUR | FRITS AUGUST KAKIAILATU | F.X. ARIF Adimoelja | F.X. SUSILO MURTI | F. Widayanto | Faisal H. Basri | Faruk H.T. | Fatchur Rochman


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq