A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

EMIL SALIM




Nama :
EMIL SALIM

Lahir :
Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, SMP, Palembang ; SMA, Bogor
-Fakultas Ekonomi UI, Jakarta
-Universitas California, Berkeley, AS (Doktor, 1964)


Karir :
-Ketua IPPI wilayah Sumatera Selatan dan Ketua Tentara Pelajar di Palembang (1946-1949)
-Ketua IPPI cabang Bogor dan anggota Korps Mobilisasi Pelajar Siliwangi (1949-1950)
-Asisten Dosen FE UI
-Dosen, dan selanjutnya guru besar FE UI
-Anggota Tim Penasihat Presiden (1966)
-Anggota DPR GR (1967-1969)
-Anggota Tim Penasihat Menteri Tenaga Kerja (1967-1968)
-Ketua Tim Teknis Badan Stabilitas Ekonomi (1967-1969)
-Dosen Seskoad, Bandung
-Dosen Seskoal, Jakarta
-Wakil Ketua Bappenas
-Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara, merangkap Wakil Ketua Bappenas (1971-1973)
-Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan II (1973-1978)
-Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan III (1978-1983)
-Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan IV (1983-sekarang)


Karya :
-Collection of Writings 1969-1971, Secretariat of Bappenas, 1971
-Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan, Idayu, 1974
-Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Mutiara, 1981


Alamat Rumah :
-Kompleks Perumahan Dinas Pejabat Tinggi No. 8, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan Telp: 582895

Alamat Kantor :
Jalan Medan Merdeka Barat 15, Lantai III, Jakarta Pusat Telp: 371295

 

EMIL SALIM


Sejak terpilih menjadi Menteri Negara PPLH (Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup), 1978, nama Emil Salim tidak pernah usai diperbincangkan. Terutama karena gebrakannya dalam soal lingkungan hidup.

Konsep Andal (analisa dampak lingkungan)-nya berhasil menyelamatkan beberapa kerusakan lingkungan akibat proyek- proyek raksasa. Emil memberi contoh tentang perlunya Andal, yaitu ketika ada rencana membangun Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kota Panjang, Riau. Waduk yang dibutuhkan akan menenggelamkan areal yang ditempati candi Muara Takus. Andal ternyata berhasil mencegah penenggelaman candi tersebut.

Emil juga pemrakarsa translokasi gajah dari Air Sugihan ke hutan Lebong Hitam di Palembang, Sumatera Selatan, November 1982. Ketika itu, ratusan gajah dilaporkan merajah kebun jagung milik transmigran.

Rupanya, gajah-gajah itu kehilangan daerah pengembaraannya lantaran dijadikan lokasi transmigrasi. Emil segera turun tangan bersama ratusan prajurit Kodam IV Sriwijaya -- waktu itu -- dibantu transmigran setempat, menggiring gajah ke tempat yang baru.

Meski ayahnya, seorang kepala Pekerjaan Umum (PU) tergolong mampu, Emil sempat mengalami hidup prihatin. Masih duduk di SMP, di Palembang, ia ditunjuk menjadi Ketua Tentara Pelajar dan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI).

Tamat SMP, Emil merantau ke Bogor, masuk ke SMA Republik, menjadi Ketua Cabang IPPI dan anggota Korps Mobilisasi Pelajar Siliwangi. Tidak heran jika di balik bajunya selalu terselib sepucuk pistol.

Emil, yang menyukai kisah petualangan karangan Karl May, menemukan kesamaan antara cerita dalam buku dan kenyataan yang dialaminya ketika berjuang dahulu. Kalau dalam buku terdapat adegan tidur di tengah hutan, makan daging bakar, dan melihat orang tertembak mati, "Semua itu juga kami alami. Mengerikan memang, tapi mengesankan," ujarnya.

Setelah lulus SMA, Emil masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tempat kuliah waktu itu di Gedung Kesenian, Pasar Baru. Suatu ketika, gedung tempat Emil dan kawan-kawan kuliah dipakai untuk kegiatan lain. "Terpaksa kami ramai-ramai naik sepeda ke suatu tempat, dan kuliah di bawah pohon," tuturnya mengenang.

Sebagai mahasiswa, ia aktif dan tercatat sebagai pelopor pembentukan Dewan Mahasiswa di Universitas Indonesia. Emil sempat pula menjadi asisten dosennya, Sumitro Djojohadikusumo. Lulus UI, Emil dikirim ke Universitas California, Berkeley, AS, dan meraih gelar doktor dengan disertasinya Institutional Structure and Economic Development, 1964.

Setelah itu, kariernya berjalan mantap. Dimulai menjadi anggota Tim Penasihat Ekonomi Presiden, 1966, kemudian menjabat Ketua Bappenas merangkap anggota MPRS dan DPRGR. Diangkat menjadi Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara, 1977, kini selain menjadi Menteri Negara KLH, sejak 1983 ia juga guru besar FE UI.

Menteri yang mudah tersenyum ini selalu tampak rapi berpakaian. Tidak heran jika ia pernah terpilih sebagai Pria Berbusana Terbaik, 1980. Padahal, menurut Emil, yang mengatur pakaiannya adalah Nyonya Roosmini, sang istri.

Sebagai Menteri KLH, ia tampak sangat mencintai tugas- tugasnya. Terlihat dari lukisan-lukisan yang tergantung di dinding ruang kantornya, hampir semuanya dari bahan bekas. Seperti lukisan burung cenderawasih dari bungkus rokok. Tidak ketinggalan foto-foto satwa dan hutan. Satu-satunya lukisan pastel di ruang kerjanya adalah lukisan gajah karya Gilang Cempaka, pelukis cilik dari Bandung.

Emil penggemar atletik dan tenis.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


ED ZOELVERDI | EDDIE LEMBONG | EDDIE MARJUKI NALAPRAYA | EDHY HANDOKO | EDI KOWARA ADIWINATA | EDI SEDYAWATI | EDUARD KAREL MARKUS MASINAMBOW | EKA DARMAPUTERA ALIAS THE OEN HIEN | ELFA SECIORIA HASBULLAH | ELFIRA Rosa Nasution | ELLIAS PICAL | ELLISA MERIAM BELLINA MARIA BAMBOE | ELLY CHANDRA H.O.K TANZIL | ELVI SUKAESIH | EMHA AINUN NAJIB | EMIL SALIM | EMMA TAHAPARY | ENDANG ADI NUSANTARA SAIFUDDIN ANSHARI | ENDANG WIJAYA | ENGKIN ZAINAL MUTTAQIEN | ERIC F.H. SAMOLA | ERNA ANASTASIA WITOELAR | EUIS DARLIAH | EVA ARNAZ (Evayanthi Arnaz) | Eddie Widiono Suwondho | Edi Sedyawati | Edi Subekti | Eko Budihardjo | Elvyn G. Masassya | Emil Salim | Emmy Hafild | Endriartono Sutarto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq