
Nama : ERNA ANASTASIA WITOELAR
Lahir : Sengkang, Sulawesi Selatan, 6 Februari 1947
Agama : Islam
Pendidikan : -SD, Surabaya (1958)
-SMP, Ujungpandang (1961)
-SMA, Ujungpandang (1964)
-Jurusan Teknologi Kimia ITB, Bandung (1974)
Karir : -Aktivis Mahasiswa di ITB (1964-1970)
-Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (1970)
-Pimpinan Biro Konsultan UNICO (1974-1975)
-Anggota Pengurus Harian/Ketua Bidang Tes & Survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) (1976-1978)
-Direktur Pelaksana YLK (1978-1979)
-Sekretaris Umum YLK (1979 -- sekarang)
-Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) (1983 -- sekarang)
Kegiatan Lain : Anggota Asian Cultural Forum on Development (ACFOD)
Alamat Rumah : Jalan Cidurian 39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 775554
Alamat Kantor : Jalan Suryopranoto 8, Jakarta Pusat Telp: 371374
|
|
ERNA ANASTASIA WITOELAR
Gesit dan lincah, wanita berperawakan tinggi 152 cm dan berat 48 kg ini terampil memimpin diskusi atau seminar. Menurut beberapa temannya, dalam urusan melestarikan lingkungan hidup, ia termasuk wanita langka. Rambutnya dipotong pendek, tanpa giwang, juga tidak memakai cat bibir. Ia memang bukan wanita pesolek.
Lahir di Sengkang, kota kecil dekat Danau Tempe, Sulawesi Selatan, ia anak kedelapan dari sembilan bersaudara. A. Erna Anastasia -- akrab dipanggil Erna -- putri Andi Walinono, seorang pensiunan hakim pengadilan tinggi. Ibunya, Rahmatiah Sondakh, mendidik Erna dengan ketat dan keras. "Ibu saya sangat otoriter," ungkapnya.
Sejak SD, Erna termasuk anak yang cerdas. Senang menari dan berorganisasi, ia sering ditunjuk sebagai pemimpin di sekolahnya. Tatkala di SMA memiliki grup band wanita, Makrejareja, artinya: bergembira ria, Erna di situ menjadi pemain drum.Ketika kuliah di ITB Jurusan Kimia Teknik, ia tetap giat berorganisasi. Pernah menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), 1970. Di sini Erna berkenalan dengan Rahmat Witular Kartaadipoetra, bekas Ketua PMB 1967 yang sebelumnya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB. Perkenalan ini bermuara di pelaminan, 1972, meski Erna belum rampung kuliahnya. Rahmat yang lulus ITB Jurusan Arsitektur, 1970, menjadi anggota DPR RI sejak 1971.
Berumah tangga bagi Erna tidak mesti mengorbankan pendidikannya. Sementara hamil, bahkan setelah punya si kecil, kuliahnya jalan terus, hingga ia pun lulus pada 1974. Setahun kemudian Erna terlibat dalam kegiatan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK). Mempelajari organisasi konsumen di Austria, Negeri Belanda, Belgia, dan Inggris, Erna sempat menjadi konsultan Unido (PBB) di Ankara, Turki. Jabatannya yang terakhir di YLK, sebagai sekretaris umum.
Kegiatan Erna memuncak setelah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), 1981. Banyak tampil di berbagai forum nasional maupun internasional yang membicarakan masalah lingkungan hidup, ibu tiga anak ini menggemari olah raga menyelam. Hobinya cukup unik, sebagai kolektor puluhan asbak dan kotak korek api.
|