A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

H. SOELARTO REKSOPRODJO




Nama :
H. SOELARTO REKSOPRODJO

Lahir :
Berau, Kalimantan Timur, 28 Maret 1936

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, Yogya (1948)
- SMP, Jakarta (1952)
- SMA Budi Utomo, Jakarta (1955)
- Fakultas Kedokteran UI (1961)
- Pendidikan Ahli Bedah di Jakarta (1961-1965)
- Pendidikan Bedah Ortopaedi di Paris (1966-1967)
- Pendidikan Ahli Bedah Ortopaedi & Rehabilitasi di Jakarta/Solo (1968-1970)
- Pendidikan Ahli Bedah Ortopaedi & Rehabilitasi di Singapura (1971)
- Pendidikan Ahli Bedah Ortopaedi & Rehabilitasi di Australia (1972-1973)


Karir :
- Asisten Mahasiswa Ilmu Bedah FK UI (1960)
- Asisten Ahli Ilmu Bedah FK UI (1961-1965)
- Staf Pengajar Ilmu Bedah Ortopaedi FK UI (1965 -- sekarang)
- Care Medical Orthopaedi RSCM (1968-1970) ; Project Officer Pendidikan Ahli Bedah Ortopaedi FK UI/RSCM (1970-1975)
- Ka Subbag Ortopaedi FK UI/RSCM, Penjabat Kabag Ortopaedi RS Fatmawati, Deputy Supervisor RS Fatmawati (1974 -- sekarang)
- Kepala Program Studi Pendidikan Pascasarjana Ilmu Bedah Ortopaedi Fakultas Kedokteran UI (1982 -- sekarang)


Kegiatan Lain :
- Pendiri/Anggota/Ketua PABDI (1971 -- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Suryo 22, Blok Q III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 771203

Alamat Kantor :
Bagian Bedah RSCM-UI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat Telp: 336030

 

H. SOELARTO REKSOPRODJO


Bertubuh kekar -- tinggi 165 cm, berat 75 kg -- wajahnya yang bulat dihiasi kumis lebat dan janggut yang tumbuh liar. Sekilas memang tampak seram, Soelarto tidak segan-segan membentak. "Ayo, coba berdiri," serunya kepada pasien yang tulang tempurungnya baru saja dua hari dibedah. Atau, jika melihat seorang pasien lain tertatih-tatih dengan tongkat penyangga, "Kok masih pakai tongkat? Buang tongkat itu!"

Soelarto Reksoprodjo memang dikenal galak. Julukan dokter the killer sempat melekat pada dirinya. Sikap kerasnya diakui sendiri oleh Soeli, panggilan akrab dokter lulusan FK UI, 1961, itu. "Pernah pasien yang kemarin saya operasi kakinya, hari ini saya suruh melangkah. Dia marah-marah, tapi saya bilang, 'Mau sembuh tidak? Kalau mau, turuti kata-kata saya!"'

Sikap kerasnya itu mungkin terbentuk oleh ayahnya, Almarhum R.P. Soedarsono, purnawirawan polisi. Sang ayah bukan saja menanamkan disiplin kepada Soeli dan ke-12 saudaranya, tetapi juga kejujuran. Kalau dilanggar, mereka akan mendapat hukuman. "Sekolah nomor satu dalam keluarga kami," tutur si anak keempat. Hasilnya: delapan anak dari keluarga Soedarsono menjadi sarjana, seorang di TNI-AL, lainnya pengusaha.Lulus FK UI, Soeli menjadi asisten bedah di RSCM sambil mengasisteni di alma mater-nya. Dari seringnya ia ditugasi membedah korban kecelakaan lalu lintas, timbul hasratnya memperdalam ilmu bedah ortopedi -- istilah yang lebih disenangi Soelarto ketimbang ilmu bedah tulang. Setelah menjalani pendidikan khusus bedah umum di FK UI, 1965, ia mendalami bedah ortopedi di Paris, 1966-1967.

Bagian bedah TNI-AU di Halim Perdanakusuma adalah tempat tugasnya yang pertama sekembali dari Paris. Studi pendalaman di bidang bedah ortopedi dilakukannya di Solo, Singapura, dan Australia, masing-masing setahun. Kini ia sibuk setidaknya di empat tempat: FK UI, RSCM, RS Fatmawati, dan RS St. Carolus. "Karena kesibukan ini, saya tidak bisa meneruskan sekolah untuk meraih gelar doktor," ujar bekas aktivis Angkatan '66 itu.

Spesialis bedah ortopedi pertama Indonesia ini juga tidak pelit dengan keahliannya. Ia mempunyai sejumlah anak didik, ada yang ia usahakan memperoleh beasiswa untuk belajar di Paris. Organisasi ahli bedah internasional pernah menghargainya dengan 'Pisau Emas', sebagai pengakuan prestasi paling tinggi. Dengan memiliki pisau istimewa itu, ia dapat melakukan operasi di rumah sakit mana saja di dunia, tanpa diganggu oleh berbagai pertanyaan.

Dalam Pekan Olah Raga Mahasiswa (POM) 1956 di Jakarta, Soeli peraih gelar juara III, dan 1958 juara pertama, yudo. Kini ia bermain tenis dan berenang di sela hobi utamanya: membaca buku, khususnya tentang ortopedi. Ia menikahi Arlis Faiza Temyang, dokter ahli penyakit dalam asal Aceh, teman masa kanaknya di Yogya, yang kemudian menjadi rekan sekuliahnya. Ketiga anak mereka, semuanya lelaki, sudah remaja putra.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


H. ABUBAKAR ALDJUFRIE | H. ALI BUDIARDJO | H. AMRAN ZAMZAMI | H. BURHANUDDIN MOHAMMAD DIAH | H. GINANDJAR KARTASASMITA | H. IRAWAN SARPINGI | H. LUKMAN UMAR | H. MAHBUB DJUNAIDI | H. MASAGUNG | H. MOCHAMMAD SYAH MANAF | H. MOHAMAD RASJIDI | H. MUHAMMAD SAID | H. MUHAMMAD SULCHAN | H. RIDWAN SAIDI | H. ROESLAN ABDULGANI | H. ROESMIN NOERJADIN | H. ROSIHAN ANWAR GELAR SUTAN MALINTANG | H. SAINAN SAGIMAN | H. SOELARTO REKSOPRODJO | H. SOEWANDI | H. SOMALA WIRIA | H. TEUKU HADI THAYEB | H. WINARNO SURAKHMAD | H. WIRATMAN WANGSADINATA | HADI SUKADI ALIKODRA | HAJI ANDI TABUSALLA | HAJI RADEN MUHAMMAD YOGIE SUARDI MEMET | HAMID ALGADRI | HAMZAH HAZ | HANDOKO TJOKROSAPUTRO | HANS BAGUE JASSIN | HANS WESTENBERG | HARDIJONO | HARDJANTHO SUMODISASTRO | HARI SUHARTO | HARIADI PAMINTO SOEPANGKAT | HARJONO NIMPOENO | HARJONO TJITROSOEBONO | HARLAN BEKTI | HARMOKO | HAROEN AL RASJID | HARRY DARSONO | HARRY TJAN SILALAHI | HARSJA WARDHANA BACHTIAR | HARSUDIYONO HARTAS | HARTARTO SASTROSOENARTO | HARTINI SOEKARNO | HARTONO REKSO DHARSONO | HARUN NASUTION | HARYATI SOEBADIO | HARYONO SUYONO | HASAN BASRI | HASAN POERBOHADIWIDJOJO | HASAN Slamet | HASJRUL HARAHAP | HASTOMO ARBI | HASUDUNGAN SIMANDJUNTAK | HEMBING WIJAYAKUSUMA | HENDRA ESMARA | HENDRA HADIPRANA | HENDRA KARTANEGARA (TAN JOE HOK) | HENDRA RAHARDJA | HENDRICK GOZALI ALIAS GOUW HIAP KIAUW | HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY | HENRIETTE MARIANNE KATOPPO | HERAWATI DIAH | HERMAN JOHANNES | HERMAN SARENS SUDIRO | HETTY KOES ENDANG | HIDAYAT MUKMIN | HILDAWATI SIDDHARTHA (HILDAWATI SOEMANTRI) | HILMAN Adil | HISKAK SECAKUSUMA | H.J. HANDOYO LUKMAN (LOOGMAN) | H.M. BAHARTHAH | H.M. JUSUF HASJIM | H.M.A. SAHAL MAHFUDH | HOEGENG IMAN SANTOSA | HUSAIN DJOJONEGORO | HUZAI JUNUS DJOK MENTAYA | Hotma Sitompoel | HR Agung Laksono | Hidayat Nur Wahid | Hamid Awaluddin | Hatta Radjasa


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq