
Nama : HETTY KOES ENDANG
Lahir : Jakarta, 6 Agustus 1957
Agama : Islam
Pendidikan : - SD BPI, Bandung (1970)
- SMP BPI, Bandung (1973) SMA BPI, Bandung (Kelas II, 1975)
Karir : - Juara I Pop Singer Kodya Bandung (1972 dan 1973)
- Juara II Pop Singer Jawa Barat (1973)
- Juara I Bintang Radio DKI Jakarta (1975)
- Juara Harapan Bintang Radio Nasional (1975)
- Juara I mengenang lagu-lagu Bing Slamet se-DKI Jakarta (1975)
- Juara II mengenang lagu-lagu Bing Slamet se-Jawa dan Madura (1975)
- Juara II Lagu Pop DKI (1976)
- Juara II Lagu Pop Nasional (1976)
- Juara I Angket Siaran ABRI (1976 dan 1977)
- Juara I Penyanyi Kesayangan Mass Media (1976)
- Juara I Lagu Pop DKI Jakarta (1977 dan 1978)
- Juara I dan Juara Umum Lagu Pop Nasional (1977)
- Memperoleh an Outstanding Performance, Tokyo (1977)
- Juara I dan Juara Umum Pop Singer Nasional (1978)
- Penyanyi terbaik Vina Song Composition, Cili (1981).
Kegiatan Lain : - Komisaris PT Hedicks, Jakarta (1982 -- sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Danau Diatas 90, Pejompongan, Jakarta Pusat Telp: 584858
|
|
HETTY KOES ENDANG
Hetty Koes Madewy -- dikenal Hetty Koes Endang -- mulai menyanyi sejak berusia sepuluh tahun. Sebagai anak bekas komandan pangkalan angkatan udara, ia sering diminta tarik suara di lingkungan pangkalan udara, juga di sekolah. Ayahnya dahulu penyanyi keroncong.
Karier Yeyet, begitu panggilannya, dalam dunia rekaman dimulai pada 1973, lewat Nada Sound dengan lagu Musim Semi. Ia kemudian juga menggeluti film, tetapi tidak segiat dalam dunia nyanyi. Namun, ibunya, Nyonya Karsiwulan, yang juga menjadi manajernya, selalu merendah dan menyatakan Yeyet belum apa-apa bila dibandingkan dengan Titiek Puspa -- misalnya.
Yeyet pun sadar, ia tidak bisa menyanyi untuk selamanya. Ia menyiapkan usaha wiraswasta. "Saya dipaksa jadi komisaris," kata Yeyet tentang perusahaannya yang mencakup impor-ekspor, bangunan, transportasi, salon, butik, industri, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Ia juga giat dalam usaha jasa show dan rekaman. Usaha itu disiapkan oleh ibunya, yang menjadi direktur utama, dan ayah tirinya, Brigjen (Pur.) Toemin Rono Mochamad, yang menjadi direktur.Anak keenam dari sepuluh bersaudara ini setiap hari menyediakan waktu untuk membalas surat para penggemarnya. Untuk membeli prangko dan kertas, ia menghabiskan lebih dari Rp 600 ribu sebulan. Surat-surat yang tidak memerlukan jawaban khusus biasanya tinggal diteken saja. Bila menghendaki jawaban khusus, baru Hetty turun tangan.
Masih tetap sorangan, karena bagi Hetty, menikah akan menghalangi karier. "Pacar, sih, banyak," kata ibunya. Tetapi, ibunya tidak perlu cemas, Hetty dinilainya sanggup menjaga diri. Dalam rangka menjaga diri dari gunjingan pula, Hetty menolak mengisi acara di klub malam. Tentang gosip? "Pada mulanya repot juga," katanya menceritakan pengalaman melayani gosip. "Ternyata, setelah kita diamkan, gosip itu jadi pudar sendiri," lanjutnya.
Penyanyi yang pernah bertrio dengan adik-adiknya ini ternyata mengidap penyakit aneh. Setiap tiga bulan suaranya serak. Pada saat-saat seperti itu ia harus beristirahat penuh. Penyakit aneh itu menyerangnya sejak tahun 1978, dan belum diketahui penyebabnya.
Bagi Hetty, menyanyi bukan untuk menjadi kaya, kendati dari menyanyi ia bisa membangun rumah, lengkap dengan isinya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mobilnya pun ada beberapa, di antaranya Mercedes Benz dan BMW.
Penyanyi lincah yang pernah kursus pada M. Simanungkalit dan Pranajaya ini mengaku bahwa ibunya punya andil besar dalam membentuknya menjadi penyanyi. Ke mana pun Hetty pergi, sang ibu sering tampak mendampingi.
|