A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

CHEPOT HANNY WIANO




Nama :
CHEPOT HANNY WIANO

Lahir :
Jakarta, 5 Februari 1948

Agama :
Protestan

Pendidikan :
-SD Tarsisius, Jakarta (1954)
-SMP Bruderan, Jakarta (1960)
-SMA Kanisius, Jakarta (1963)
-Sekolah Teknik, Hamburg, Jerman Barat (belum selesai)
-Sekolah Keterampilan Mengendarai Mobil di Jerman (1969)
-Jim Russel Racing Driver School, Inggris (1972)


Karir :
-Juara PON VIII dan IX Olah Raga Motor Boat (1974 dan 1978)
-Juara Grand Prix Indonesia (1975-1978)
-Juara Kart Prix di Singapura (1975)
-Juara Kart Prix di Brunei (1984)


Kegiatan Lain :
-Manajer PT Radar Motor (1970-1973)
-Direktur PT Indotrina (1973-1975)
-Direktur PT Micom (1975-1976)
-Direktur PT KG. Marine (1976 -- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Sekolah Duta I No. 36, Pondok Indah, Jakarta Selatan Telp: 762364

Alamat Kantor :
Jalan Hasyim Asyhari 72, Jakarta Pusat Telp: 351405

 

CHEPOT HANNY WIANO


Jangan menyangka seorang pembalap selalu tegar menghadapi pertarungan di sirkuit. Lihat saja Chepot. "Sesaat sebelum start, tidak jarang saya dihinggapi rasa takut, deg-degan," katanya. "Tetapi, yang paling cemas tentu istri saya. Juga orangtua. Sementara itu, mereka selalu mendoakan agar saya selamat. Saya sendiri cuma pasrah: yang mau terjadi, terjadilah."

Istri Chepot, Jeanette Gandatresna, dulu gemar pula ngebut dengan gokart. Sedangkan ayahnya, Sutikno Wiano, direktur sebuah perusahaan, sempat menjadi pelatih olah raga power boating tim DKI. Chepot sendiri, di samping senang beradu kecepatan di darat, juga tekun ikut berlomba dengan motor boat. Bahkan, pada PON VIII, 1974, untuk olah raga yang disebut terakhir itu Chepot berhasil memperoleh empat medali emas pada empat kelas yang dipertandingkan. "Yang belum saya nikmati adalah olah raga dirgantara, seperti terjun payung," katanya.

Di darat, nama Chepot sudah berada di puncak untuk balap gokart, mobil, dan rally. Ia pernah menjuarai Kart Prix Singapura. Dan pada acara serupa di Brunei, 1984, ia memang hanya juara II. Tetapi, semua orang tahu ia seorang di antara beberapa pembalap Indonesia yang layak terjun di arena internasional.Chepot termasuk pengikut setia ASEAN Rally. Pada 1972, ia sudah ikut balap mobil di Eropa. Dan 1975, atas sponsor Pertamina, ia ikut balap mobil formula. Lalu, pada 1978, ia menggelinding dalam Southern Cross di Australia. Di sini mobilnya menabrak pohon. Tetapi, apa pun kejadiannya, "Buat saya semua acara selalu berkesan dan mengasyikkan," kata laki-laki semampai yang gemar makan sop kambing itu.

Sebenarnya, ia suka mengutak-atik mesin. "Dan saya memang bercita-cita menjadi insinyur mesin," katanya. Karena itu, pada awal 1960-an ia masuk sekolah teknik di Hamburg, Jerman Barat. Enam tahun di sana. "Belum selesai sekolah, saya sudah pulang," katanya. Sebelum itu, pada 1965, saat berlibur ke tanah air, Chepot sempat mengikuti balap, mengendarai mobil Honda milik Ponco Sutowo. Pada 1969, di Jerman Chepot masuk sekolah khusus mengemudi.

Pulang ke tanah air, "Tahun 1970 saya sering mewakili Pertamina di arena balap," tuturnya. Dua tahun kemudian, 1972, "Saya disekolahkan oleh Pertamina ke Inggris untuk mendalami teori balap mobil." Sekolah itu, Jim Russel Racing Driver School, tersohor di dunia perbalapan.

Chepot -- yang kalau rally sering berpasangan dengan Dolli Indra atau Farid Sungkar -- sudah menjadi ayah tiga anak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


CONNY RIOWSKINA SEMIAWAN (CONNY STAMBOEL) | COSMAS BATUBARA | CORNELIS J. RANTUNG | CHRISTINE HAKIM (HERLINA CHRISTINE) | CIPUTRA | CHRISTIANTO WIBISONO | CHRISTIAN HADINATA | CHRISMANSYAH RAHADI (CHRISYE) | CHEPOT HANNY WIANO | CHEHAB RUKNI HILMY | CHARLES ONG | CARLOS FILIPE XIMENES BELO | CARLA TEDJASUKMANA | Candra Wijaya | Chairul Tanjung | Chand Parwez Servia | Christine Hakim | Chrys Kelana | Ciputra | Cornelia Agatha


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq