A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

CARLA TEDJASUKMANA




Nama :
CARLA TEDJASUKMANA

Lahir :
Jakarta, 3 Mei 1951

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-SD, Jakarta (1963)
-SMP, Jakarta (1966)
-SMA St. Paulus, Jakarta (1969)


Karir :
-Juara I ganda putri PON 1969
-Mengikuti kejuaraan dunia di Munich (1971), di Nagoya (1973), di London (1977), di Birmingham (1979), di Tokyo (1983), di Swedia (1985)
-Meraih medali perunggu tunggal putri di PON XI, Jakarta, 1985


Alamat Rumah :
Jalan Moh. Mansyur, Gang Sentiong 37, Jakarta Pusat Telp: 653291

 

CARLA TEDJASUKMANA


Carla meninggalkan SMA Santo Paulus, Jakarta, ketika ujian akhir belum sempat ia jalani. "Saya sibuk berlatih. Saya pilih keluar, sebab kalau mau sukses di satu bidang, harus ada yang dikorbankan," kata Carla. Pada 1969 itu, ia memang disiapkan untuk mengikuti kejuaraan tenis meja. Ia ikut PON di Surabaya. Kemudian, untuk sembilan bulan, ia mengikuti berbagai pertandingan di Eropa.

Pada PON di Surabaya itulah Carla, bersama Diana, adiknya, meraih medali juara ganda putri. Dan berprestasi pada PON berikutnya, Carla masuk dalam barisan pemain nasional.

Pengorbanannya meninggalkan jenjang pendidikan formal tidak sia-sia. Sebagai anggota tim nasional, ia ikut kejuaraan dunia 1971 di Munich, 1973 di Nagoya, 1977 di London, 1979 di Birmingham, dan 1983 di Tokyo. Terakhir, 1985, ia masih mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia di Swedia. "Berhadapan dengan lawan-lawan dari negeri sosialis memerlukan persiapan yang lebih berat," katanya. Ia pernah mengenyam latihan khusus di Korea Selatan, 1973, dan di Yugoslavia, 1976 -- masing-masing untuk tiga bulan.Dalam pertandingan di Nagoya dulu, Carla masuk 32 terbesar perorangan, dan 16 terbesar untuk ganda putri, berpasangan dengan adiknya. Sebenarnya, kata Carla, "Kalah atau menang tidak jadi soal bagi saya. Namanya juga olah raga, harus lapang dada."

Ketika masih kanak-kanak Carla merasa tidak memiliki cita- cita khusus. "Saya biasa-biasa saja. Dalam angan-angan saya, tidak ada gambaran akan jadi apa nantinya," katanya. Ia mulai tertarik ikut main tenis meja setelah sering melihat kakaknya, Juswan, berlatih. Di rumah orangtuanya, Harry Tedjasukmana, memang ada meja dan peralatan pingpong, yang secara rutin dipakai kakaknya. "Saya senang sekali, waktu kecil dulu itu, melihat bola mungil yang dipingpong ke sana kemari," tuturnya. Ia mulai berlatih sungguh-sungguh pada usia 14, di bawah bimbingan Juswan.

Ia terdaftar dalam klub Patria Jaya, yang disponsori PT Momentum Jaya. Kakaknya juga di situ. Wanita yang menyukai pakaian berwarna terang ini menikah dengan Chindra Jaya alias Edmond, bekas pembalap, 1974. Mereka dikaruniai dua anak.

Sebagai atlet sekaligus ibu rumah tangga, Carla tidak mengalami kesulitan. Anak-anaknya sering diajaknya ke tempat latihan, dan suaminya setuju saja.

Jika sedang tidak berlatih, ia lebih banyak di rumah. "Kadang-kadang saya memasak untuk suami dan anak-anak," katanya. Ia sendiri gemar makan gudeg, masakan khas Yogya.

Rupanya, Carla sudah siap mental jika nanti harus mengundurkan diri. "Saya toh sudah tua," katanya. Setelah "pensiun", ia berniat menjadi pelatih.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


CONNY RIOWSKINA SEMIAWAN (CONNY STAMBOEL) | COSMAS BATUBARA | CORNELIS J. RANTUNG | CHRISTINE HAKIM (HERLINA CHRISTINE) | CIPUTRA | CHRISTIANTO WIBISONO | CHRISTIAN HADINATA | CHRISMANSYAH RAHADI (CHRISYE) | CHEPOT HANNY WIANO | CHEHAB RUKNI HILMY | CHARLES ONG | CARLOS FILIPE XIMENES BELO | CARLA TEDJASUKMANA | Candra Wijaya | Chairul Tanjung | Chand Parwez Servia | Christine Hakim | Chrys Kelana | Ciputra | Cornelia Agatha


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq