A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

CHARLES ONG




Nama :
CHARLES ONG

Lahir :
Semarang, 20 Februari 1952

Agama :
Protestan

Pendidikan :
-SD, Jakarta (1963)
-SMP Kristen, Jakarta (1967)
-London Academy, London, Inggris (1969)
-Acton Technology College, Miami University, Ohio, AS (1976)
-Kensington University, California, AS (1979)
-Kensington University (Doktor, 1981)
-Modern Concept in Finance, MIT, AS (1981)


Karir :
-Marketing Trainee pada PT Union Carbide Indonesia, Jakarta (1976)
-Direktur Pemasaran PT Jamu Nyonya Meneer, Semarang (1977 -- sekarang)


Kegiatan Lain :
Kegiatan lain: Ketua Kompartemen Hubungan Luar Negeri Kadin Jawa Tengah (1985 -- sekarang)
Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang (1980 -- sekarang)
Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945, Semarang (1977 -- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Bukit Indah 16, Semarang

Alamat Kantor :
PT Jamu Nyonya Meneer Jalan Raden Patah 191-199, Semarang Telp: (024) 27531

 

CHARLES ONG


Ia belum lahir ketika naneknya, Nyonya Meneer, mendirikan perusahaan jamu di Semarang, 1919. Ketika ayahnya, Ong Han How almarhum, menjabat direktur perusahaan itu -- yang dilembagakan menjadi PT pada 1954 -- anak bungsu dari tiga bersaudara ini baru berusia dua tahun. Baru kemudian, setelah berusia 25 tahun, ia duduk sebagai direktur pemasaran.

Charles -- demikian nama panggilannya -- meraih gelar doktor ilmu pemasaran di Universitas Kensington, AS, 1981. Disertasinya berjudul Jamu Awet Plays a Very Important Role in Expanding the Sales of the Pharmaceutical & Herbs Industry "Nyonya Meneer". Beberapa tahun ia mepelajari perkembangan usahanya di luar negeri. "Permintaan pasar dunia terhadap jamu selalu meningkat," katanya. "Belakangan ini, kami rasakan ada peningkatan sekitar 60%. Sedangkan di dalam negeri, mencapai 25%."

Pabriknya di atas areal seluas 9.980 m2, dilengkapi laboratorium, sejak 1977. "Produk kami meliputi 120 macam, berbentuk pil, kapsul, serbuk, dan cairan," ujarnya. "Terbagi dalam tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan." Di lantai dua bangunan utama pabrik itu, didirikan museum jamu.Agen PT Nyonya Meneer tersebar di seluruh Indonesia, juga di Malaysia, dan Singapura. Selama ini, ekspornya mencapai Negeri Belanda, Australia, dan Jepang. "Lewat Jepang, kami akan menembus pasaran di Amerika," kata Charles, optimistis.

Buat 1.200 karyawan, perusahaan ini memberikan jaminan sosial dan berbagai fasilitas, seperti koperasi, poliklinik, dan masjid. "Kepada mereka yang bekerja di bagian produksi, misalnya, kami memberikan masker, tutup telinga, dan sepatu khusus," tutur bujangan berkaca mata minus ini.

Di samping menekuni pemasaran jamu, Charles mengajarkan Business Policy, dan Statistik & Deskripsi Manajemen Pemasaran di Universitas Diponegoro dan Universitas 17 Agustus Semarang. Aktif sebagai peserta seminar dan beberapa asosiasi profesi, ia kerap pula menulis artikel di harian Suara Merdeka, Berita Buana, dan Minggu Buana. Olah raganya: bermain tenis, berenang, menyelam, dan angkat besi.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


CONNY RIOWSKINA SEMIAWAN (CONNY STAMBOEL) | COSMAS BATUBARA | CORNELIS J. RANTUNG | CHRISTINE HAKIM (HERLINA CHRISTINE) | CIPUTRA | CHRISTIANTO WIBISONO | CHRISTIAN HADINATA | CHRISMANSYAH RAHADI (CHRISYE) | CHEPOT HANNY WIANO | CHEHAB RUKNI HILMY | CHARLES ONG | CARLOS FILIPE XIMENES BELO | CARLA TEDJASUKMANA | Candra Wijaya | Chairul Tanjung | Chand Parwez Servia | Christine Hakim | Chrys Kelana | Ciputra | Cornelia Agatha


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq