
Nama : SETIJATI SASTRAPRADJA
Lahir : Kartoharjo, Madiun, Jawa Timur, 30 Desember 1935
Agama : Islam
Pendidikan : - Sekolah Rakyat Pendawa, Madiun (1948)
- SMP I, Madiun (1952)
- SMA B, Madiun (1955)
- Akademi Biologi, Bogor (1959)
- North Carolina State College, AS (1963)
- Universitas Hawaii, AS (Ph.D., 1967)
Karir : - Teknisi Treub Laboratorium, Bogor (1959)
- Asisten Dosen Universitas Hawaii, AS (1963-1966)
- Asisten Riset East West Centre, Hawaii, AS (1966-1967)
- Asisten Peneliti Lembaga Biologi Nasional (LBN) LIPI (1969- 1971)
- Kepala Bagian Morfologi LBN LIPI (1971-1973)
- Direktur LBN LIPI (1973-sekarang)
- Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), (1984-sekarang)
Kegiatan Lain : - Sekretaris Komisi Pelestarian Plasma Nutfah (1976-sekarang)
- Wakil Ketua I Tim Pembina Taman Burung dan Musium Komodo TMII (1980-sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Selakopi II/7, Sindangbarang, Bogor
Alamat Kantor : Jalan Juanda 18, Bogor
|
|
SETIJATI SASTRAPRADJA
Ketika kecil, pelajaran yang paling disenanginya adalah sejarah dan berhitung. Cita-citanya pun hebat, jadi insinyur mesin. '`Saya dengar, kalau jadi insinyur itu orangnya tampak gagah," ujarnya menjawab pertanyaan mengapa ia bercita-cita menjadi insinyur.
Tetapi, ketika Titiek, begitu panggilannya, lulus dari SMA di Madiun, ia memilih perguruan tinggi berdasarkan tiga hal; ada beasiswa, ada asrama, dan jauh dari Madiun. Bidang ilmu tidak menjadi soal baginya, karena nilai ujian SMA-nya meyakinkan, dan ia bisa diterima di mana saja.
Dari tiga perguruan tinggi yang menerimanya; ITB, UI, dan Akademi Biologi Ciawi (IPB), Titiek memilih yang terakhir, karena memenuhi persyaratannya. Pada 1955, ia resmi menjadi mahasiswa di sana.
Kariernya dimulai ketika ia bekerja di Kebun Raya Bogor, setelah tamat dari akademi tersebut. Ia senang dengan pekerjaannya, apalagi dengan seringnya para peneliti asing berkunjung. Titiek banyak menimba ilmu dari mereka, sambil mengaktifkan bahasa Inggrisnya.
Salah seorang peneliti asing ketika itu adalah Direktur Kebun Raya Amerika. Ia memberi bantuan agar Titiek bisa melanjutkan pelajaran ke Universitas Hawaii, AS, pada 1961. Setelah ia meraih gelar M.Sc., pembimbingnya menganjurkan agar ia meneruskan pelajaran. Tidak ada pilihan lain baginya selain belajar sambil bekerja. Akhirnya, ia berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Hawaii pada 1967 dalam bidang ilmu botani. Disertasinya berjudul Hawaiian Peperomia.
Wanita yang mendapat pendidikan keras di masa kecilnya ini adalah putri Notoatmodjo, seorang kepala sekolah rakyat (SR) di Madiun. Sang ayah tidak mau menandatangani rapor anak-anaknya yang berjumlah delapan orang itu, bila kedapatan jelek nilainya. Titiek anak kedelapan.
Ibu dua putri ini menikah 9 Januari 1964, dengan Didin S. Sastrapradja. Dahulu mereka sama-sama kuliah di Bogor. "Kami pacaran mulai tahun 1960, ketika sama-sama menuntut ilmu di Hawaii, dan menikah di sana," jelasnya.
Suaminya kini Deputi Ketua LIPI Bidang IPA, dan Asisten II Menteri Negara Ristek. Akan halnya Titiek, sekarang ia Ahli Peneliti Utama Madya pada Lembaga Biologi Nasional, LIPI, sambil mengajar di UI.
|