A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

TAUFIQ ISMAIL




Nama :
TAUFIQ ISMAIL

Lahir :
Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1937

Agama :
Islam

Pendidikan :
Fakultas Kedokteran Hewan & Peternakan UI, Bogor (1963)


Karir :
-Dosen IPB (1962-1965)
-Redaktur majalah Horison dan kolumnis (1966-sekarang)
-Dosen Fakultas Psikologi UI (1967)
-Sekretaris DPH-DKI (1970-1971)
-Wakil General Manager TIM (1973)
-Ketua LPKJ (1973-1977)
-Penyair, penerjemah, dan Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-sekarang)


Kegiatan Lain :
Ketua Umum Lembaga Kesenian Alam Minangkabau (1985-sekarang)

Karya :
Karya tulis penting:
Dose
Kumpulan puisinya antara lain: Tirani
Benteng (1966)
Puisi-puisi Sepi (1970)
Kota Pelabuhan (1971)
Ladang Jagung (1973)


Alamat Rumah :
Jalan Utan Kayu 66 E, Jakarta Timur

Alamat Kantor :
Jalan Merdeka Barat 1, Jakarta Pusat Telp: 375408

 

TAUFIQ ISMAIL


"Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 watt, sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian." Demikian sepotong sajak Kembalikan Indonesia Padaku karya Taufiq Ismail.

Ia lahir di Bukittinggi tetapi tumbuh sebagai anak Pekalongan. Namanya mulai dikenal sejak ia menerbitkan puisinya yang menyuarakan protes, kesedihan, dan harapan para mahasiswa demonstran tahun 1966.

Kecuali Tirani dan Benteng, kumpulan sajaknya adalah Puisi- Puisi Sepi, Kota Pelabuhan, Sajak Ladang Jagung, dan Saya Ini Hewan. Yang disebut terakhir merupakan kumpulan sajak untuk anak-anak. Taufiq sebenarnya penyair yang religius. "Saya merasa lebih dekat dengan Allah bila bersajak," katanya. Ia memang tumbuh dalam keluarga yang taat beragama. Ayahnya, K.H. Abdul Gafar Ismail, adalah ulama yang berpengaruh, terutama di Pekalongan.Taufiq juga seorang kolumnis, dan berulang kali menulis lirik lagu untuk kelompok Bimbo. "Saya cocok dengan mereka. Bimbo orangnya juga religius," katanya.

Bukan pendidikan yang mengantarkannya menjadi penyair. Ia adalah dokter hewan lulusan IPB. Namun, Taufiq tidak pernah buka praktek. Kini ia malah menjadi Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia.

Meski religius dan sering tampak serius, Taufiq ternyata juga suka humor. "Saya menguasai dua bahasa Barat," katanya suatu kali di depan khalayak. Hadirin tersentak: Sombong amat penyair ini. "Bahasa Barat yang pertama adalah bahasa Sumatera Barat. Satunya lagi bahasa Jawa Barat," katanya, dan hadirin tertawa.

Menikah tahun 1971 dengan Esijati, kini Taufiq mempunyai seorang anak. Ia penggemar jogging dan menyukai novel The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


TRY SUTRISNO | TINO SIDIN | TADJUL ARIFIN | TAHI BONAR SIMATUPANG | TAHIR DJIDE | TANRI ABENG | TAPI OMAS IHROMI | TAUFIK ABDULLAH | TAUFIQ ISMAIL | TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO | TEGUH | TEGUH KARYA | TEUKU JACOB | TEUKU MOHAMMAD RADHIE | THE NING KING | THEE KIAN WIE | Tamrin Amal Tomagola | Tantowi Yahya | Taufiq Ismail | Teten Masduki | Teuku Jacob | Theo F. Toemion | Todung Mulya Lubis | Toeti Heraty Noerhadi Roosseno | Tomy Winata | Tracy Trinita | Trimedya Panjaitan


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq