A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO




Nama :
TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO

Lahir :
Jakarta, 28 Agustus 1930

Agama :
Islam

Pendidikan :
-HIS Van Lith School, Jakarta (1943)
-SMP Negeri II, Yogyakarta (1949)
-SMA Negeri I, Budi Utomo, Jakarta (1953)
-Perguruan Tinggi Jurnalistik, Jakarta (1955)
-Production and Industrial Relations Michigan State University, AS (1960) ; St. John College Annapolis, Maryland, AS (1961)
-International Institute for Labour and Social Studies, Jenewa, Swiss (1969)


Karir :
-Bagian C Brigade 17 Batalyon 300 Tentara Pelajar (1947- 1949)
-Ditawan Belanda di Penjara Wirogunan Yogyakarta (1949)
-Pimpinan Pemuda Muslimin Indonesia, Jakarta (1953)
-Anggota DPP Syarikat Islam (1966-sekarang)
-Anggota DPR GR/MPRS (1967-1972)
-Anggota DPP FBSI (1973-1980)
-Anggota DPR/MPR (1977-1982)
-Anggota DPRD DKI Jakarta (1982-sekarang)
-Pimpinan Bank Sukapura (1955)
-Pimpinan Industri Susu Kental Sentra Daya, Bandung (1964)
-Direktur Utama PT YKK Indonesia Zipper Co. Ltd. (1974- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Dr. Susilo III, Gang 5 No. 112, Grogol, Jakarta Barat Telp: 593425

Alamat Kantor :
DPRD DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih 18, Jakarta Pusat Telp: 342040 PT YKK Ind. Zipper Co. Ltd. Jalan Gondangdia Lama 7, Jakarta Pusat Telp: 331708

 

TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO


Suatu hari pada 1930-an, H.O.S. Tjokroaminoto mengajak seorang anak menghadiri suatu rapat umum. Kepada khalayak ia berkata: "Ini cucu saya yang pertama, yang akan membawa nama saya." Nama si cucu, Taufiq Rusjdi, hadiah dari si kakek.

Sulung di antara delapan anak H. Anwar Tjokroaminoto -- Perintis Kemerdekaan dan bekas menteri sosial -- Taufiq benar- benar membawa nama kakeknya, dengan caranya sendiri. Bekas wartawan harian Pemandangan (1950-an) ini suatu hari diperkenalkan oleh Th. M. Gobel, almarhum, pendiri PT National Gobel, kepada orang Jepang yang ingin mendirikan pabrik ritsluiting di Indonesia. Konon, Taufiq memenuhi selera si Jepang yang mencari "orang yang dedikasinya tinggi, dan turunan baik-baik." Dan jadilah ia menerima jabatan Presiden Direktur PT YKK Indonesia Zipper Co. Ltd., 1974.Prestasi Toto di masa kecil biasa saja. "Tidak bisa dibilang super," katanya. Memang, nilai botaninya di SD di atas delapan. Tetapi bahasa Jerman, pelajaran yang paling dibencinya, "selalu di bawah enam." Toh, PT YKK Indonesia yang pada 1974 menghasilkan 3,1 juta meter ritsluiting, pada 1984 naik menjadi 50 juta. Penjualannya melesat dari Rp 60 juta menjadi Rp 1,5 milyar per bulan. Dan sejak 1982, ekspor ritsluiting YKK Indonesia dijadikan satu paket dengan ekspor pakaian jadi. Di perusahaan ini 62,5% saham dimiliki oleh pihak Jepang, 32,5% di tangan pengusaha Indonesia. Sisanya, 5%, dimiliki oleh karyawannya yang berjumlah 900 orang. Menerapkan manajemen terbuka, anggota DPRD DKI dari PPP itu mengaku suksesnya karena, "Mau mendengar orang."

Taufiq kecil ikut menyanyikan Indonesia Raya di Gang Kenari, Jakarta, 1937, dan ia tahu ada polisi rahasia Belanda memata- matai kegiatan ini. Di zaman revolusi ia bergabung dengan Tentara Pelajar pimpinan Martono (kini Menteri Transmigrasi). Taufiq bertugas di bagian intelijen. 11 Maret 1949 -- 10 hari sesudah Serangan Umum ke Yogyakarta -- ia ditangkap, disiksa, dan dijebloskan ke penjara Wirogunan oleh Belanda. Sehingga 11 Maret selalu mengingatkannya pada dua peristiwa: turunnya Surat Perintah 11 Maret 1966, dan tidak berfungsinya lagi telinga kirinya.

Menikahi Siti Rahmah, putri Moh. Sardjan, menteri pertanian dalam Kabinet Wilopo, Taufiq kini ayah enam anak. Di rumahnya, pada Minggu petang, ia menyediakan waktu khusus untuk "teman- teman daerah" yang meminta berbagai nasihatnya. Karena itu, ia tidak pernah makan durian, apalagi petai -- meski sedang musim. "Takut nasihatnya berbau," selorohnya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


TRY SUTRISNO | TINO SIDIN | TADJUL ARIFIN | TAHI BONAR SIMATUPANG | TAHIR DJIDE | TANRI ABENG | TAPI OMAS IHROMI | TAUFIK ABDULLAH | TAUFIQ ISMAIL | TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO | TEGUH | TEGUH KARYA | TEUKU JACOB | TEUKU MOHAMMAD RADHIE | THE NING KING | THEE KIAN WIE | Tamrin Amal Tomagola | Tantowi Yahya | Taufiq Ismail | Teten Masduki | Teuku Jacob | Theo F. Toemion | Todung Mulya Lubis | Toeti Heraty Noerhadi Roosseno | Tomy Winata | Tracy Trinita | Trimedya Panjaitan


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq