
Nama : Tracy Trinita
Lahir : Surabaya, Jawa Timur, 29 September 1980
Agama : Islam
Pendidikan : - TK Hang Tuah, Tarakan, Kalimantan Timur
- SD Swastiatu, Bali
- SD Anugrah Bali
- SMP Budi Utama, Bali
- Jayakarta Montessori School, Jakarta
- Tampa Correspondent School, Florida, AS
- Alliance Francais, Paris, Esmod, Jakarta
Karir : - Putri Pertiwi Indonesia (1995)
- Fotomodel Femina, Gadis, Female, Cosmo Girl Elite New York, Elite Milan, Metropolitan Paris, Metropolitan New York, Elite Rio de Jeneiro
- Bintang Iklan, Video klip, Bintang Sinetron (2001-2002)
- Duta World Health Organization sebagai health champions
Penghargaan : - Juara 1 sampul majalah Mode (1995)
- Juara 1 Elite Model Look (1995) Indonesia
- Ranking 7 dari 15 Besar Elite Model Look International (1995) Seoul, Korea
Keluarga : Ayah : Guilherme R da Gama (Brasil)
Ibu : Meidy Busra (Kalimantan-Manado)
Alamat Kantor : Tracy Trinita Management, Jakarta Stock Exchange Tower 2, Lantai 17, Jalan Jend Sudirman Kavling 52-53, Jakarta 12190
Telepon 5157755
Faksimile 8309445
|
|
Tracy Trinita
Tracy Trinita mungkin satu dari segelintir model Indonesia yang berjaya di pentas dunia. Berhasil menempati ranking ketujuh dalam kontes Elite Model Look International di Seoul, Korea, 1995, ia dikirim ke Amerika untuk bergabung dengan Elite New York. Hari-hari pertama di negera Abang Sam itu dilaluinya dengan sangat berat. €œSaya tidak punya siapa-siapa untuk berbagi rasa kalau sedang ada masalah,€ kata model top ini kepada majalah Jakarta-Jakarta, 1998. Di sana, selain harus bersaing dengan para calon model lain, Tracy harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Padahal, ia saat itu belum menerima honor.
Dari New York, model bertinggi badan 181 sentimeter ini terbang ke Brasil, lalu ke Paris bergabung dengan Metropolitan Agency hingga akhir 1998, kemudian kembali lagi ke Amerika. Bermaksud hanya berlibur di Tanah Air, Tracy malah dapat tawaran main film di Malaysia, Mendam Berahi. €œSetelah main film itu, saya ingin kembali ke New York, tetapi ada peristiwa World Trade Center, 11 September (2001),€ ujar perempuan kelahiran Surabaya ini. Gara-gara peristiwa itu, Tracy kemudian bertahan di Indonesia dan menekuni dunia model serta merambahi sinetron dan bintang iklan.
Saat balita Tracy diasuh oleh kakek dan neneknya di Kalimantan, karena orangtuanya sedang berjuang keras mengembangkan usaha ekspor-impor pakaian di Bali. Baru enam tahun kemudian, gadis kecil blasteran Brasil-Kalimantan-Manado ini kembali ke pangkuan orangtua tercinta. Echi€”demikian panggilan akrab dalam keluarga€”tumbuh sebagai remaja yang minder karena tinggi badannya menonjol dan rambutnya pirang, berbeda dengan teman-temannya. Usia 13 tahun, tapi tingginya sudah 173 sentimeter.
€œBule nyasar, tiang listrik,€ ucap Tracy menirukan olokan teman-teman masa kecilnya di Bali. Tapi ibunya melihat bahwa itu justru kelebihan sulung dari tiga bersaudara ini. Secara diam-diam, ibunya, Meidy Busra€”perempuan berdarah Kalimantan Manado€”mengikutkan Tracy yang baru 14 tahun itu dalam lomba cover girl majalah Mode di Jakarta, dan menang. €œSetelah itu saya bersyukur kepada Tuhan, akhirnya saya menyadari bahwa tinggi saya ini malah menguntungkan,€ kenangnya.
Pada tahun yang sama, 1995, ia meraih Juara Pertama Elite Model Look Indonesia. Kemenangan ini menjadi tiket keikutsertaannya pada kontes Look International di Seoul, Korea, yang diikuti 77 peserta dari 66 negara. Saat diumumkan sebagai pemenang urutan ketujuh, papar Tracy, €œBadan saya langsung merinding. Saya merasa mau menangis dan saya bilang bahwa Tuhan baik banget. Dari situ dunia saya berubah drastis.€ Foto-foto wajahnya pun terpajang di majalah Eropa dan Amerika. €œAkhirnya saya dikirim ke Amerika untuk bergabung dengan model Elite Look dunia yang berpusat di New York,€ tambahnya.
Tracy suka olahraga joging dan renang. Renang mampu dilakukannya 20 kali bolak-balik dari ujung kolam ke ujung kolam yang lain. €œDaya tahan tubuh kita menjadi kuat,€ katanya. Agar waktu luang tak terbuang percuma, ia suka membaca buku tentang self-improvement dan mengenai cara menjauhi rokok. Boleh jadi karena ini Tracy terpilih sebagai Duta Organisasi Kesehatan Se-Dunia (WHO) yang bertugas mengampanyekan hidup sehat tanpa rokok. Saat ini, penulis lepas di majalah Dewi ini masih menyimpan obsesi: bikin film tentang masyarakat yang dibodohi. Menurut ceritanya, pembodohan itu akhirnya mereka sadari.
|