A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

THE NING KING




Nama :
THE NING KING

Lahir :
Bandung, 20 April 1931

Agama :
Budha

Pendidikan :
-SD, Bandung
-SLP, Bandung
-SLA, Bandung
-Management Course


Karir :
-Ikut ayahnya berdagang tekstil (1947)
-Memprakarsai pendirian, selanjutnya menjabat Direktur PT Daya Manunggal (bergerak dalam pertekstilan), yang kemudian melebarkan sayap mendirikan pabrik seng dan besi beton (1961 -- sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Otto Iskandardinata II No. 9, Jakarta Timur Telp: 811293

Alamat Kantor :
PT Daya Manunggal Jalan Pintu Kecil 38, Jakarta Barat Telp: 675972

 

THE NING KING


Kelesuan dunia usaha, antara lain karena merosotnya daya beli, tidak mengakibatkan menurunnya angka penjualan PT Daya Manunggal. Malah naik, menurut The Ning King. "Kelesuan itu terasa bagi pasaran dalam negeri. Untuk pasaran luar negeri justru meningkat," ujar direktur utama perusahaan tekstil tangguh itu.

Pada awal 1984, PT Daya Manunggal memproduksi sekitar lima juta meter tekstil per bulan. Sasaran ekspornya terutama Eropa (Inggris, Jerman Barat, Italia, dan Prancis), Arab Saudi, Irak, AS, Kanada, dan Australia.

Si sulung dari tiga bersaudara ini dilahirkan di Soreang, Bandung. Pada usia 16, The Ning King mengikuti ayahnya berdagang tekstil di Bandung. Setahun kemudian, mereka pindah ke Jakarta dan membuka toko tekstil di Jalan Pintu Kecil, Jakarta Barat -- kini menjadi kantor PT Daya Manunggal. Pada 1961, bersama sejumlah rekannya, The mendirikan pabrik tekstil di Salatiga, Jawa Tengah.

Sejak awal, The mengutamakan mutu hasil produksinya. "Tekstil buatan kami dilempar ke pasar dengan cap 'Buatan Indonesia', sejak produksi yang pertama," ujarnya. "Ini salah satu kebanggaan saya."Sukses di tekstil, Daya Manunggal -- Damatex -- melebarkan sayapnya. Mereka mendirikan pabrik seng cap Moon Elephant, dan besi beton. Di bidang ini The Ning King bekerja sama dengan Nippon Steel, Nippon Kokan Marubeni dan Mitsui dari Jepang. Untuk bidang tekstil, ia berpatungan dengan Marubeni, Mitsui Toray, Kuraray, dan Kurabo, juga dari Jepang. Jumlah karyawan yang ditampungnya 12.000 orang.

Ia melihat, Indonesia berpotensi untuk meraih pasaran tekstil internasional. "Saya optimistis, tekstil bisa menjadi komoditi penghasil devisa nonminyak yang cukup potensial," kata The yang selalu berpakaian rapi. Hal ini terutama karena tersedianya banyak tenaga kerja murah di Indonesia.

Membandingkan dengan catatan 1982, Indonesia hanya mengekspor US$ 400 juta per tahun. Sedangkan Korea Selatan US$ 6,3 milyar, Jepang US$ 7 milyar, dan Taiwan US$ 6 milyar per tahun. The Ning King, yakin, Indonesia mampu menyamai tiga negara tangguh bidang pertekstilan itu asalkan Pemerintah memberikan bimbingan dan pengarahan yang tepat. Dalam hal harga, ia menyayangkan belum berhasilnya kita mencontoh Jepang dan Korea Utara yang harga jual barangnya di luar negeri lebih murah daripada di dalam negeri. Sedangkan konsumsi tekstil dalam negeri Indonesia sendiri masih rendah -- hanya 14 meter per kapita per tahun. Padahal, orang Jepang dan Amerika mampu mengkonsumsi 7w22 meter per kapita per tahun.

Pengusaha tangguh ini percaya kepada hoki (keberuntungan). "Tetapi yang utama, kerja keras," kata ayah tujuh anak itu. Falsafahnya, "Lebih baik dimintai bantuan daripada meminta bantuan." Karena itu, ia banyak membantu usaha koperasi di Tangerang, sebuah sasana tinju, dan membangun beberapa gedung sekolah dan rumah ibadat. The sendiri menjadi anggota Yayasan Prasetya Mulya dan Yayasan Tarumanegara. Untuk kesegaran jasmani, ia bermain bulu tangkis dan melakukan jogging.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


TRY SUTRISNO | TINO SIDIN | TADJUL ARIFIN | TAHI BONAR SIMATUPANG | TAHIR DJIDE | TANRI ABENG | TAPI OMAS IHROMI | TAUFIK ABDULLAH | TAUFIQ ISMAIL | TAUFIQ RUSJDI TJOKROAMINOTO | TEGUH | TEGUH KARYA | TEUKU JACOB | TEUKU MOHAMMAD RADHIE | THE NING KING | THEE KIAN WIE | Tamrin Amal Tomagola | Tantowi Yahya | Taufiq Ismail | Teten Masduki | Teuku Jacob | Theo F. Toemion | Todung Mulya Lubis | Toeti Heraty Noerhadi Roosseno | Tomy Winata | Tracy Trinita | Trimedya Panjaitan


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq