A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

BUDI DARMA




Nama :
BUDI DARMA

Lahir :
Rembang, Jawa Tengah, 25 April 1937

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Kudus (1949)
-SMP, Salatiga (1953)
-SMA, Semarang (1956)
-Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM (1963)
-Universitas Hawaii, AS (1971)
-Universitas Indiana, Bloomington, AS (M.A., 1976
Ph.D., 1980)


Karir :
-Dekan FKSS IKIP Malang (1963-1964)
-Dekan FKSS (1964-1966), Ketua Jurusan Bahasa Inggris (1966- 1970 dan 1980-1984), kemudian Rektor IKIP Surabaya (1984- sekarang)


Kegiatan Lain :
Anggota Dewan Kesenian Surabaya (1971-1974)

Karya :
Karya-karyanya: Orang-orang Bloomington, Sinar Harapan, 1980
Solilokui, Gramedia, 1983
Olenka (pemenang utama naskah roman DKJ 1980
Hadiah Sastra DKJ 1983 dan SEA Award 1983), Balai Pustaka, 1983
Sejumlah Esei Sastra, Karya Unipress, 1984


Alamat Rumah :
Kompleks IKIP 43, Ketintang, Surabaya

Alamat Kantor :
Jalan Kayoon 72, Surabaya

 

BUDI DARMA


Berkaca mata minus tebal, pendiam, Budi Darma sering dianggap pelopor pembaru penulisan prosa modern di Indonesia. Padahal, di masa kecilnya, ia tidak ingin menjadi penulis. Malah suka melamun, misalnya ingin terbang agar dapat melihat jelas letak bagian dunia tempat tinggalnya. Lamunan ini kemudian muncul dalam novelnya, Olenka, yang banyak diperbincangkan itu.

Anak keempat dari enam bersaudara ini menamatkan SD di Kudus, SMP di Salatiga, SMA di Semarang, mengikuti ayahnya, R. Moenandar Darmowidagdo (almarhum) -- pegawai kantor pos yang berpindah-pindah tugas. Lulus Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM, 1963, pada 1976 ia meraih gelar master of art dari Universitas Indiana, Bloomington, AS. Empat tahun kemudian, di universitas yang sama, ia memperoleh gelar Ph.D. dengan disertasinya berjudul Characters and Moral Judgement in Jane Austin's Novels.Pada usia 26, Budi Darma memangku jabatan Dekan Fakultas Keguruan Sastra & Seni IKIP Surabaya cabang Malang, dan setahun kemudian dipindah ke Surabaya, lalu menjadi Ketua Jurusan Bahasa Inggris. Sejak 1984, ia diangkat sebagai rektor IKIP Surabaya.

Ia menulis sejak 1958, tetapi baru serius setelah menikah dengan Sitaresmi, 1968. Cerpennya yang pertama dimuat di majalah Horizon, 1969, berjudul Kecap Nomor Satu di Sekeliling Bayi.

Kumpulan cerpennya, Bloomington, mendapat hadiah Sastra Asean, 1984. Tetapi, tidak tampak kegembiraan di wajahnya tatkala mendengar kabar ini. "Saya menjadi pengarang ini sudah kodrat," kata ayah tiga anak ini. Kemudian novel Olenka, yang digarap kurang dari tiga minggu itu, terpilih sebagai pemenang utama naskah roman DKI, 1980, dan novel terbaik oleh Dewan Kesenian Jakarta, 1984.

Selain cerpen, ia juga sering menulis ulasan dan kritik sastra. "Menjadi kritikus itu, harus tergugah dan merasa gelisah terhadap karya sastra yang sedang dibacanya," ujarnya pada kesempatan temu Sastrawan dan Kritikus, di Jakarta, 1984. Di waktu senggangnya, Budi Darma suka berjalan-jalan mengendarai mobilnya -- sendirian.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


BINTORO TJOKROAMIDJOJO | BINTARI RUKMONO | BENYAMIN SUEB | BENNY MOELJONO | BENJAMIN SOENARKO | BENJAMIN ARMAN SURIADJAYA | BASUKI ABDULLAH (RADEN BASOEKI ABDULLAH) | BANA GOERBANA KARTASASMITA | BAMBANG ISMAWAN | BAMBANG HIDAYAT | BAMBANG HERMANTO ALIAS HERMAN CITROKUSUMO | BAKIR HASAN | BAHARUDDIN LOPA | BAGONG KUSSUDIARDJO | BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE | BUSTANIL ARIFIN | BUDI SANTOSO | BUDI DARMA | BUDI BRASALI (LIE TOAN HONG) | BUBY CHEN | B.R.A. MOORYATI SOEDIBYO HADININGRAT | BOY MARDJONO REKSODIPUTRO | BONDAN WINARNO | BOEDIHARDJO Sastrohadiwirjo | BOEDI SIDI DARMA | BOB SADINO | BOB RUSLI EFENDI NASUTION | BOB HASAN | BISUK SIAHAAN | BISMAR SIREGAR | Bakdi Soemanto | Bambang Kesowo | Bambang W. Soeharto | Bambang Widjojanto | Benjamin Mangkoedilaga | Bernard Kent Sondakh | Bima Sakti | Bimantoro | Bing Rahardja | Biyan Wanaatmadja | Blasius Sudarsono | Bob Tutupoly | Boyke Dian Nugraha | Bre Redana | Budi P. Ramli | Budiman Sudjatmiko | Butet Kartaredjasa | Bambang Harymurti | Boediono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq