A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Budi P. Ramli




Nama :
Budi P. Ramli

Lahir :
17 Januari 1958

Agama :
Islam

Pendidikan :
1. SD Taman Siswa Madiun (1970)
2. SMP St. Xaverius Kertosono, Jawa Timur (1973)
3. SMA Negeri Madiun (1976)


Karir :
Penata Rias Sari Ayu Martha Tilaar

Keluarga :
Ayah : Oerip Ramli Ibu : Lily Juma'ati

Alamat Rumah :
Perum Pondok Cipta, Blok G/110, Griya Bintara Indah, Bekasi, Jawa Barat. Telepon: (021) - 8855384

Alamat Kantor :
PT Creative Style Mandiri, Jalan Kelapa Gading Boulevard Blok QAI/15-16, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Telepon: (02) 4507856

 

Budi P. Ramli


Sake sudah pernah merias ratu kecantikan sedunia yang datang ke Indonesia. Namun Budi P. Ramli, nama asli Sake, lebih bangga berkesempatan merias Ratu Hemas dari Keraton Yogyakarta dan putrinya, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, yang menjadi pengantin pada Mei 2002. €œItu kan salah satu event sekali seumur hidup, dan saingannya seluruh Indonesia,€ kata penata rias Sari Ayu Martha Tilaar itu.

Saking bangganya, ia menunjukkan foto kepada ibunya, Lily Juma'ati, wanita dari sebuah desa di Madiun, Jawa Timur. €œIbu saya terharu, sampai keluar air matanya. Dia bangga sama saya karena saya bisa masuk keraton€ me-make-up Kanjeng Ratu€ ketemu Sultan,€ ujar anak kelima dari sepuluh bersaudara ini.

Sebenarnya, jadi penata rias bukanlah cita-citanya. Sejak SMA, Budi ingin masuk Akabri. Tapi, ibunya tidak memberi izin. €œIbu saya enggak mau teringat kembali akan peristiwa yang menimpa Ayah,€ kenang Budi tentang ayahnya, Oerip Ramli, yang gugur di Pekanbaru, Riau, saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1960-an.

Gagal jadi tentara, ia pergi ke Jakarta untuk mendalami ilmu komputer. Sayang tak berkelanjutan, karena tidak ada kepastian mengenai dukungan biaya dari seorang pamannya. Akhirnya, untuk mencari pengalaman, Sake bekerja di Hotel Hilton, Jakarta, sebagai waiter. Keluar dari Hilton, pria berkumis dan berkulit sawo matang ini sempat menyibukkan diri di sebuah sanggar busana yang sering melayani permintaan akan pakaian daerah dari staf perwakilan RI di luar negeri.

€œNah, sanggar ini yang pertama kali memperkenalkan baju-baju daerah di tingkat nasional,€ tutur lelaki berdarah Madura ini. Di sanggar itu, Sake sekalian mempelajari tari-tarian, budaya, dan kostumnya. Semasa bekerja di sanggar tersebut, ia sempat bergabung dengan Grup Swara Mahardika pimpinan Guruh Sukarnoputra, ikut menari dan sempat naik pentas beberapa kali.

Suatu hari, ia mengantar saudaranya, yang baru lulus kursus kecantikan, melamar ke Salon Sari Ayu Martha Tilaar. Karena kebetulan ada juga lowongan bekerja di pabrik Sari Ayu, Budi pun ikut melamar. €œAwalnya saya berpikir saya akan mendapat pekerjaan kasar,€ kenangnya. Tak tahunya, karena punya pengalaman bekerja di sanggar busana, ia malah diterima di Salon Cipta Busana Martha Tilaar, di bagian penyewaan busana. Ia pun mengamati gaya pergaulan dan gaya hidup klien dan tamu yang datang. €œNah, saya berpikir, ini orang datangnya biasa-biasa saja, kok keluar dari salon bisa kelihatan cantik, segar,€ kisahnya, dengan nada santun.

Merasa tertarik rias-merias, ia nekat belajar dari seorang temannya, Ori. Setiap Ori merias, ia memperhatikankan dan berusaha menyerap ilmunya. Untuk mempraktikkannya, siapa saja yang bersedia ia dandani. Pada suatu lomba merias, 1980-an, walau ditentang teman-temannya sesama perias, Sake nekat ikut dengan modal alat-alat pinjaman dan modelnya pun seadanya, yang penting berwujud manusia. €œPokoknya saya ingin menunjukkan kemampuan saya,€ tuturnya, €œSyukur alhamdulillah saya juara satu.€

Karirnya mulai menanjak saat model yang dia rias dimuat satu halaman di majalah Kartini (1989). Sejak itu, ia mulai dilibatkan pada acara-acara Sari Ayu, untuk promosi dan segala macam. Baginya, semua pekerjaan ia kerjakan dengan sebaik-baiknya. €œPokoknya setiap merias orang, saya berusaha mempercantik dan mempercantik, itu saja,€ ujar Sake tentang kunci suksesnya.

Sebagai perias profesional yang telah dua puluh tahun berkiprah, Sake sudah merias hampir seluruh peragawati ternama, seperti Ratih Sanggarwati, Larasati, dan Okki Asokawati. Bahkan juga para artis telenovela Astrid, Thalia, dan Gabby. Walau sering mendapat tawaran untuk kerja di Paris, Amerika, dan Jepang, dengan halus Sake menolak. Alasannya, sebagai orang Indonesia, ia lebih ingin mengabdikan dirinya di Indonesia.

Meskipun tak mengantungi ijazah tata rias, Sake pernah memenangi lomba make up tingkat dunia di Malaysia, 1991. Tapi, dengan rendah hati ia mengakui bahwa dirinya hanya tukang make up. €œSaya belum berani mengibarkan saya sebagai make up artist. Ini karena ada salah satu teknik make up yang belum saya kuasai, yaitu make up effect seperti untuk artis film Hollywood,€ kata Sake. Namun kemampuannya harus diakui. Sake mengaku pernah merias seseorang yang bibirnya sumbing oleh bekas operasi. Setelah ia tangani, bibir yang semula tak simetris menjadi tampak simetris.

Pada usianya yang 45 tahun, Sake masih sendiri. Sudah tiga kali ia membina hubungan serius, tapi gagal sebelum memasuki jenjang pernikahan. €œMungkin belum jodoh, walau sudah dibicarakan berdua, tapi belum dirembukkan antarkeluarga,€ ujarnya.

Perias yang mengaku tidak pernah pasang harga ini pernah ngebrik dengan nama udara Sake, berasal dari nama tokoh legenda Madura, Sakerah. Nama inilah yang sampai sekarang lebih terkenal ketimbang nama aslinya. Olahraganya berenang, sepakbola, atletik, bulutangkis, bola voli, dan bola basket. Namun karena keterbatasan waktu, kini ia hanya berenang sesekali waktu dan lari di tempat.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


BINTORO TJOKROAMIDJOJO | BINTARI RUKMONO | BENYAMIN SUEB | BENNY MOELJONO | BENJAMIN SOENARKO | BENJAMIN ARMAN SURIADJAYA | BASUKI ABDULLAH (RADEN BASOEKI ABDULLAH) | BANA GOERBANA KARTASASMITA | BAMBANG ISMAWAN | BAMBANG HIDAYAT | BAMBANG HERMANTO ALIAS HERMAN CITROKUSUMO | BAKIR HASAN | BAHARUDDIN LOPA | BAGONG KUSSUDIARDJO | BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE | BUSTANIL ARIFIN | BUDI SANTOSO | BUDI DARMA | BUDI BRASALI (LIE TOAN HONG) | BUBY CHEN | B.R.A. MOORYATI SOEDIBYO HADININGRAT | BOY MARDJONO REKSODIPUTRO | BONDAN WINARNO | BOEDIHARDJO Sastrohadiwirjo | BOEDI SIDI DARMA | BOB SADINO | BOB RUSLI EFENDI NASUTION | BOB HASAN | BISUK SIAHAAN | BISMAR SIREGAR | Bakdi Soemanto | Bambang Kesowo | Bambang W. Soeharto | Bambang Widjojanto | Benjamin Mangkoedilaga | Bernard Kent Sondakh | Bima Sakti | Bimantoro | Bing Rahardja | Biyan Wanaatmadja | Blasius Sudarsono | Bob Tutupoly | Boyke Dian Nugraha | Bre Redana | Budi P. Ramli | Budiman Sudjatmiko | Butet Kartaredjasa | Bambang Harymurti | Boediono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq