A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Bernard Kent Sondakh




Nama :
Bernard Kent Sondakh

Lahir :
Tobelo, Halmahera, Maluku, 9 Juli 1948

Agama :
Protestan

Pendidikan :
- SD (1959)
- SMP (1963)
- SMA (1966)
- Akademi Angkatan Laut (1970)
- Kursus Embarkasi (1973)
- Kursus Kepala Departemen Operasi (Kadepnop; 1974)
- Diklapa I/NAV (1977)
- NBCD Course di Belanda (1979)
- Pendidikan Alat Utama Baru Operasi (1980)
- Command Team TRN TRH (1980)
- Helicopter Direction di Belanda (1980)
- Diklapa II (1983)
- Kursus Komandan Kapal Atas Air (1985)
- Seskoal Angkatan-26 (1988/1989)
- Operational Artilery di Yugoslavia (1990)
- Sesko ABRI Angkatan-20 (1993/1994)
- KSA Angkatan-8 Lemhannas (2000)


Karir :
- Perwira di KRI Teluk Amboina (1971)
- Perwira di KRI Yos Sudarso (1974)
- Kepala Departemen Navigasi Operasi KRI Rakata (1975)
- Kepala Divisi Navigasi Operasi KRI Multatuli (1977)
- Kepala Divisi Operasi KRI Nala (1980)
- Kepala Departemen Operasi KRI Malahayati (1984)
- Perwira Pelaksana (Palaksa) KRI Mandau (1984)
- Komandan KRI Rencong (1986)
- KASI Latma Ditopslatal Mabesal (1989)
- Komandan KRI Oswald Siahaan (1991)
- Kasubditbinkuatla Ditopslatal Mabesal (1994)
- Kasubdit Operasi Ditopslatal Mabesal (1994)
- Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (1995)
- Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal III (1996)
- Komandan Komando Pendidikan TNI AL (Kodikasl; 1997)
- Asrena Kasal (2000)
- Asops Kasal (2000)
- Irjen TNI (2001)
- Kasal (sejak April 2002)


Kegiatan Lain :
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Yudha Dharma Naraya
- Bintang Jalasena Pratama
- Bintang Jalasena Nararya
- Satya Lencana GOM VII
- Satya Lencana Seroja
- Satya Lencana Veteran Pemb. Tim-Tim
- Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun
- Satya Lencana Dwidya Sistha I


Keluarga :
Istri : Heni Utami Anak : 1. John Frederikus 2. John David Nala Sakti

 

Bernard Kent Sondakh



Dulu, di Tobelo, kampung kelahirannya di Halmahera, banyak berkeliaran para prajurit Angkatan Laut RI (ALRI). Bernard kecil suka menyaksikan latihan perang mereka. Merasa tertarik, ia sering mengajak teman-teman sebayanya perang-perangan seperti layaknya pasukan ampibi, dengan memakai ketapel berpeluru putik jeruk. Bernard sendiri sempat terkena pelipisnya, yang meninggalkan bekas goresannya hingga kini.

Beranjak duduk di SMP, Bernard mulai berinteraksi langsung dengan Angkatan Laut. Ketika pencanangan Tri Komando Rakyat (Trikora), Tobelo menjadi salah satu pangkalan ALRI. Kapal-kapal perang seperti mengimbaunya. Dengan bersampan, ia mendatangi kapal perang ALRI yang sedang lego jangkar. ‚€œSaya sering bawa pepaya, pisang, untuk ditukar dengan bir dan buah dalam kaleng,‚€Ě tutur Bernard Kent Sondakh, yang sejak April 2002 menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). ‚€œMungkin saat itulah mulai terbentuk jiwa atau keinginan yang kuat untuk menjadi anggota Angkatan Laut,‚€Ě ujarnya.

Cita-citanya itu ternyata tak direstui orangtuanya. Namun Bernard pantang mundur. Selulus SMA, 1966, ia melarikan diri dengan naik kapal berangkat ke Jawa. Tapi, ayahnya‚€”nelayan yang kemudian menjadi saudagar-- mengirim polisi untuk ‚€œmenangkap‚€Ě-nya. Ia menginginkan anak ketujuh dari 12 bersaudara ini masuk fakultas kedokteran. Tapi Benard berkeras tak mau turun dari kapal tumpangannya yang akan membawanya ke tempat tujuan.

Dengan mengantungi surat izin masuk ALRI yang ditandatangani adik ibunya, Bernard mengikuti tes lanjutan, lulus, dan diterima di Akademi Angkatan Laut (1970). Ia gembira campur sedih: pelantikannya tanpa dampingan keluarga. Selain karena ayahnya sakit, biaya dari Halmahera ke Jakarta besar sekali. ‚€œSetelah jadi perwira, saya diterima lagilah (oleh keluarga),‚€Ě kenangnya.

Selama berkarir di TNI AL, Benard lebih banyak berada di kapal perang. Ini dimulai sejak 1971 sebagai perwira KRI Teluk Amboina, sampai beberapa kali menjabat sebagai komandan, antara lain komandan KRI Rencong (1986) dan KRI Oswald Siahaan (1991). ‚€œSaya termasuk yang ditugaskan mencegat kapal Lucitania Expresso‚€”kapal dari Portugal yang hendak ke Timor Timur membawa sejumlah aktivis‚€”di Selat Sunda dan Selat Malaka, yang memaksa kapal itu memutar ke Australia.

Salah-satu pengalaman menarik selama bertugas di TNI AL adalah ketika ia ditunjuk mengambil kapal di Belanda, yang membutuhkan waktu 23 bulan. Padahal, saat itu istrinya sedang hamil. Ketika pulang, anaknya sudah bisa omong. ‚€œSaya dipanggil 'Om'. Masuk kamar enggak boleh, disuruh keluar,‚€Ě tutur Benard, tergelak.

Sejumlah jabatan penting pernah diembannya. Antara lain sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat, Komandan Lantamal III, Komandan Kodikal, Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal, Asisten Operasional Kasal, serta Irjen TNI. Berbagai pendidikan, baik dalam maupun luar negeri, diikutinya. Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya di TNI AL, ia telah mengantungi sejumlah tanda jasa.

Tak pernah terpikir oleh Bernard untuk jadi KSAL, karena dalam sejarah tidak pernah seorang mantan Irjen TNI menjabatan puncak ini. Toh, pada 25 April 2002, ia dilantik sebagai KSAL, menggantikan Laksamana Indroko Sastrowiryono.

Kiat suksesnya: berdoa dan bekerja. Ia tak pernah percaya pada garis tangan, tapi harus direbut dengan kerja sungguh-sungguh sambil memohon berkah dari Tuhan. ‚€œKesempatan itu harus direbut,‚€Ě ujarnya.

Sebagai orang nomor satu di KSAL, ia punya konsep tentang pertahanan laut: tetap memprioritaskan pertahanan laut agar tentara lawan tidak menguasai daratan. Sekarang ini, ia merasakan kebutuhan akan kapal patroli sebanyak mungkin, untuk mengamankan sumber daya laut seperti ikan, pasir, dan lain-lain. Obsesinya ke depan: membuat cetak biru dalam rangka menyiapkan kemampuan angkatan laut unmtuk sepuluh tahun ke depan, antara lain dengan membeli kapal. ‚€œKarena kapal-kapal kita itu sudah tua semua,‚€Ě katanya. ‚€œKalau kita tidak merencanakan dari sekarang, sepuluh tahun lagi angkatan laut hanya akan menjadi kenangan.‚€Ě

Bernard bertemu pertama kali dengan Heni Utami‚€”kini dosen di ITS‚€”pada 1969, pada malam pemilihan King & Queen, yang diadakan setiap tahun di Akademi Angkatan Laut. Saat itu, Heni masih mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Ia diajak oleh temannya, seorang cadet. Dikenalkan pada Bernard, lalu mereka dansa dan keduanya terpilih sebagai King & Queen 1969. ‚€œKamu mau terus, enggak?‚€Ě tanya Bernard saat itu. Heni pun mengiyakan. ‚€œAkhirnya keterusan sampai sekarang ha... ha... ha...,‚€Ě ujarnya.

Pernikahan, 1975, dilakukan setelah enam tahun berpacaran, saat Heni baru semester enam. Pasangan ini dikaruniai dua anak. Kepada anak-anaknya, katanya, ‚€œSaya beri kekuasaan penuh tapi terkendali. ‚€œBahkan, saya pernah bilang anak saya enggak usah masuk Angkatan Laut.‚€Ě Tapi, anak nomor dua punya keinginan jadi tentara, maka Bernard tak bisa melarang. Kebetulan saat pelantikan, Bernard sudah jadi KSAL, dan ia sendirilah yang melantik anaknya jadi perwira pertama Angkatan Laut. Pertama kali anaknya berlayar tugas operasi, ia juga yang melepas kapal itu berangkat. Itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Tapi, sejak anaknya jadi Angkatan Laut, ada kesenjangan hubungan antara ayah dan anak, yang dulunya sangat dekat. Selain tak bisa bercanda, apalagi peluk cium antara ayah dan anak, setiap pulang sang anak tak berani langsung lewat di depan ayahnya, selalu di belakang, dan selalu bilang ‚€œsiap‚€Ě setiap kali dipanggil.

Bernard hobi berlayar, dan suka baca. ‚€œSaya sangat tertarik dengan buku-buku biografi. Dari situ saya tahu bagaimana kepemimpinan mereka,‚€Ě ujarnya. Makanan kesukaannya makanan laut. ‚€œMakanlah sea food, otak jadi pintar,‚€Ě kata pengagum almarhum Laksamana Yos Sudarso ini.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


BINTORO TJOKROAMIDJOJO | BINTARI RUKMONO | BENYAMIN SUEB | BENNY MOELJONO | BENJAMIN SOENARKO | BENJAMIN ARMAN SURIADJAYA | BASUKI ABDULLAH (RADEN BASOEKI ABDULLAH) | BANA GOERBANA KARTASASMITA | BAMBANG ISMAWAN | BAMBANG HIDAYAT | BAMBANG HERMANTO ALIAS HERMAN CITROKUSUMO | BAKIR HASAN | BAHARUDDIN LOPA | BAGONG KUSSUDIARDJO | BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE | BUSTANIL ARIFIN | BUDI SANTOSO | BUDI DARMA | BUDI BRASALI (LIE TOAN HONG) | BUBY CHEN | B.R.A. MOORYATI SOEDIBYO HADININGRAT | BOY MARDJONO REKSODIPUTRO | BONDAN WINARNO | BOEDIHARDJO Sastrohadiwirjo | BOEDI SIDI DARMA | BOB SADINO | BOB RUSLI EFENDI NASUTION | BOB HASAN | BISUK SIAHAAN | BISMAR SIREGAR | Bakdi Soemanto | Bambang Kesowo | Bambang W. Soeharto | Bambang Widjojanto | Benjamin Mangkoedilaga | Bernard Kent Sondakh | Bima Sakti | Bimantoro | Bing Rahardja | Biyan Wanaatmadja | Blasius Sudarsono | Bob Tutupoly | Boyke Dian Nugraha | Bre Redana | Budi P. Ramli | Budiman Sudjatmiko | Butet Kartaredjasa | Bambang Harymurti | Boediono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq