A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Bambang W. Soeharto




Nama :
Bambang Wiratmadji Soeharto

Lahir :
Surabaya, Jawa Timur, 19 Agustus 1943

Agama :
Islam

Pendidikan :
SD (1956); SMP (1959); SMA (1962); Ilmu Sosial Politik (1976), Program Internasional Human Rights & Law Oxford University, Inggris (1997)

Karir :
- Ketua DPP Generasi Muda Kosgoro (1978-1982)
- Ketua DPP AMPI (1978-1984)
- Ketua DPP FKPPI (1979-1984)
- Pokja Menteri Muda Urusan Pemuda (1980-1982)
- Anggota FKP MPR RI (1982-1987)
- Ketua DPP Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (1993-sekarang)
- Ketua Pimpinan Pusat Kolektif KOSGORO (1990-1995)
- Wakil Ketua Sub Komisi Pemantauan HAM Komnas Hak Asasi Manusia (1993-1998)
- Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro (1995-2000)
- Anggota FKP MPR (1997-sekarang)
- Wakil Ketua Komnas HAM (1998-2003)
- Ketua Umum ‚€œGerakan Rekonsiliasi Nasional‚€Ě (2001-2006)


Kegiatan Lain :
- Direktur Umum Hero Group (1977-1990)
- Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (1979-1986
- Direktur Utama PT Suba Indah (1980-1990)
- Komisaris Utama PT Jembar Golf Batam (1990-1992)
- Komisaris Utama PT Huna Land Bangun Negara (1991-1994)
- Pimpinan Koperasi Primer Nasional (1997-sekarang)


Alamat Rumah :
Jalan Intan 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan Telepon 7503747, 7660502

Alamat Kantor :
Jalan Latuharhari 4 B, Jakarta Pusat Telepon 3925230

 

Bambang W. Soeharto


Satu hal yang tampaknya mustahil dilupakan Bambang Wiratmadji Soeharto dalam perjalanan hidupnya adalah gagal menjadi prajurit. Berpostur tegap, ia memang sempat menjalani seleksi masuk Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1965. Tetapi lantaran Bambang terserang penyakit tifus, tes masuk AMN tidak berjalan sempurna, dan ia dinyatakan tak lulus. Gagallah ia menjadi perwira TNI Angkatan Darat.

Menurut Bambang, keinginannya menjadi tentara memang terobsesi profesi yang pernah disandang ayahnya. "Waktu kecil, saya terkesan bapak saya yang pulang berseragam tentara. Ia tampak gagah sekali. Terus, ia juga punya banyak anak buah," kisahnya. Kepada teman-temannya yang berhasil menjadi tentara, ia berkata bahwa meski ia gagal, "Kita nanti pasti akan bertemu di atas. Eh, ternyata benar juga. Mereka tentara, saya di Komnas HAM. Mereka ada yang melanggar HAM, ya saya tindak."

Gagal menjadi tentara, Bambang memilih kuliah di jurusan ilmu politik. Selepas kuliah, 1976, ia kemudian aktif dalam organisasi kepemudaan pendukung Golkar. Selama 1978-1982, misalnya, ia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI). Dan selama lima tahun, sejak 1979, ia memangku jabatan Ketua DPP Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI). Bahkan, pemegang sabuk hitam karate ini termasuk salah seorang pendiri FKPPI.

Namun kepemimpinan Bambang lebih terlihat di Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Di organisasi pendukung Golkar itu, ia sempat duduk sebagai Ketua DPP Generasi Muda Kosgoro. Selama aktif mendukung Golkar, pengagum presiden pertama Amerika Serikat George Washington ini tak pernah menjadi pengurus organisasi berlambang pohon beringin tersebut. Ia cuma mendapat kesempatan tiga periode (1982-1987, 1987-1992, 1997-1999) menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Karya Pembangunan (FKP).

Dibesarkan di lingkungan keluarga militer, Bambang hidup dalam tradisi keluarga yang memiliki disiplin sangat tinggi. Ayahnya, pensiunan perwira menengah TNI Angkatan Darat, cukup keras dalam mendidiknya. Ia pernah diikat ayahnya karena melempari orang Belanda. Padahal kebenciannya terhadap Belanda karena -- ketika masih kecil -- ia melihat sang ayah ditangkap dan ditawan oleh tentara Belanda.

Tak cuma sekali ia mendapat hukuman semacam itu, sehingga, karena tak tahan dihukum, Bambang pernah kabur dari rumah. Ia lalu bersembunyi di Studio Film Persari, di bilangan Polonia, Jakarta Timur. Untuk bertahan hidup, ia terpaksa ikut main film bersama almarhum S. Bono dan Fifi Young. "Saya dapat honor Rp 25, sudah cukup besar pada saat itu. Untuk sekali makan, saya hanya menghabiskan Rp 2," kenangnya. Dengan honor tersebut, Bambang bisa bertahan tiga hari. Ia baru pulang ke rumah setelah seorang kakak menjemputnya.

Masa kecil anak kedua dari empat bersaudara pasangan R.M. Sosrohadiwiyono dan R.A. Soetinah itu dilewati dalam kesederhanaan. Misalnya, ia membikin sendiri mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Karena tak pernah punya mainan bagus di masa kecil itulah, ia kini masih suka bermain kereta-keretaan listrik.

Sekarang hidup Bambang terbilang mapan. Ia mempunyai rumah yang cukup besar, serta beberapa mobil yang lumayan mewah. Di sebuah rumah di atas tanah seluas sekitar 2.500 meter persegi, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Pernikahannya dengan bintang film Lenny Marlina, istrinya yang sekarang, memang bukan yang pertama. Sebagai duda, ia membawa tujuh anak, sedangkan Lenny sendiri memboyong tiga anak dari perkawinan pertamanya.

Apa komentar Lenny tentang suami keduanya itu? "Tuhan mengirim saya kepadanya, seperti Tuhan mengirim dia kepada saya. Semua terjadi begitu saja. Saya tidak terlalu peduli terhadap hal-hal fisiknya, tetapi ketulusan hatinya pada saya, sama seperti saya kepadanya," tutur wanita cantik yang akrab disapa Nonon itu.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


BINTORO TJOKROAMIDJOJO | BINTARI RUKMONO | BENYAMIN SUEB | BENNY MOELJONO | BENJAMIN SOENARKO | BENJAMIN ARMAN SURIADJAYA | BASUKI ABDULLAH (RADEN BASOEKI ABDULLAH) | BANA GOERBANA KARTASASMITA | BAMBANG ISMAWAN | BAMBANG HIDAYAT | BAMBANG HERMANTO ALIAS HERMAN CITROKUSUMO | BAKIR HASAN | BAHARUDDIN LOPA | BAGONG KUSSUDIARDJO | BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE | BUSTANIL ARIFIN | BUDI SANTOSO | BUDI DARMA | BUDI BRASALI (LIE TOAN HONG) | BUBY CHEN | B.R.A. MOORYATI SOEDIBYO HADININGRAT | BOY MARDJONO REKSODIPUTRO | BONDAN WINARNO | BOEDIHARDJO Sastrohadiwirjo | BOEDI SIDI DARMA | BOB SADINO | BOB RUSLI EFENDI NASUTION | BOB HASAN | BISUK SIAHAAN | BISMAR SIREGAR | Bakdi Soemanto | Bambang Kesowo | Bambang W. Soeharto | Bambang Widjojanto | Benjamin Mangkoedilaga | Bernard Kent Sondakh | Bima Sakti | Bimantoro | Bing Rahardja | Biyan Wanaatmadja | Blasius Sudarsono | Bob Tutupoly | Boyke Dian Nugraha | Bre Redana | Budi P. Ramli | Budiman Sudjatmiko | Butet Kartaredjasa | Bambang Harymurti | Boediono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq