A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Bambang Kesowo




Nama :
Bambang Kesowo

Lahir :
Sragen, Jawa Timur, 27 Maret 1945

Agama :
Islam

Pendidikan :
- Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (1968)
- Harvard Law School, Amerika Serikat (1983)


Karir :
- Staf Biro Analisa dan PPU (1968)
- Pembantu Bidang Hukum Asisten Setneg Urusan Pemerintahan (1973)
- Pembantu Bidang Umum Asisten Setneg Urusan Pemerintahan (1976)
- Pembantu Bidang Umum Asisten Menteri/Setneg Urusan Pemerintahan dan LPND (1979)
- Kepala Biro Hukum dan PUU Setneg (1983-1994)
- Wakil Sekretaris Kabinet (1994-1999)
- Sekretaris Wakil Presiden RI (1999-2001)
- Sekretaris Negara (2001-sekarang)


Kegiatan Lain :
- Aktivitis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
- Editor di Harian Merdeka
- Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Universitas Pancasila (1987-...)
- Pendiri dan Wakil Ketua Dewan Pembina Pusat Pengkajian Hukum (1987-...)
- Pengurus Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Pusat (1987-...)
- Pengurus Pusat Persatuan Sarjana Hukum Indonesia/PERSAHI (1987)
- Komisaris PT (Persero) Jiwasraya (1990-1993)
- Pendiri/Ketua Badan Pengurus Yayasan Karya Cipta Indonesia (1990)
- Ketua Dewan Gubernur Lembaga Bahasa RI-Australia (1990-...)
- Anggota Konsorsium Ilmu Hukum (1990-...)
- Komisaris Utama PT Waskita Karya (1994-...)


Penghargaan :
- Bintang Mahaputera Utama (1995) - Officer's Cross (Pemerintah Austria, 1996) - Groot Orde van Oranye Nassau (Belanda, 1996) - WIPO Gold Medal (1997) - Satyalencana Karyasatya 20 Tahun (1997)

Keluarga :
Istri : Nurien Fatimah Anak : 1. Oktarini Lestari Eko Hastuti 2. Arie Pratiwi Handayani 3. Arief Wicaksono

 

Bambang Kesowo


SEANDAINYA Bambang Kesowo ‚€œterpeleset‚€Ě di zaman Soeharto, kemungkinan besar ia merasakan juga dinginnya sel tahanan. Sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Negara ia bertanggungjawab atas rancangan berbagai peraturan dan undang-undang yang akan diajukan pemerintah ke DPR. Salah satu yang ia loloskan adalah rancangan Perpu No. 2 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Pada Pasal 8 ayat 1 (e) Perpu tersebut menyebutkan, bentuk penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan -- salah satunya -- lewat pemaparan di media massa, baik cetak maupun elektronik.

Keruan saja ia dituduh menyelundupkan peraturan yang bisa mengubah prinsip pers anjuran pemerintah: ‚€œpers bebas yang bertanggung jawab.‚€Ě Ia sempat diperiksa Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), dituding melakukan tindakan subversif. Untunglah hal ini tak berlanjut. Ayat tersebut dicabut sebelum DPR sempat menyetujuinya.

Bukan cuma ‚€œselamat‚€Ě, birokrat empat orde (Orde Soeharto, Orde Habibie, Orde Gus Dur, dan Orde Megawati sekarang) ini di masa Megawati diangkat menjadi Menteri Sekretaris Negara, dan disebut-sebut sebagai orang terdekat Presiden. Tak salahlah langkah Bambang di tahun 1968. Di tahun itu ia mendaftar masuk sebagai pegawai Sekneg, dan diterima menjadi staf biro. Karir di bank asing dan kemudian di Bea dan Cukai ia tinggalkan. Apa yang dilihatnya di Sekneg? Sekretariat Negara bisa memberikan sumbangan besar pada jalannya pemerintahan, katanya suatu ketika, jika difungsikan dengan baik.

Selain soal rancangan Perpu tersebut, Bambang pernah dituduh menerima suap US$ 2 juta. Meski akhirnya pemerintah menjelaskan duduk perkaranya dan dia terbukti bersih, toh ia dipindahkan dari di Biro Hukum, digantikan oleh Erman Rajagukguk.

Gunjingan terhadap lulusan Harvard Law School ini seperti tak kunjung reda. Di masa Megawati menjadi wakil presiden, ia diangkat menjadi sekretaris wakil presiden. Kabar pun merebak bahwa ia orang Orde Baru yang disusupkan ke pemerintahan reformasi. Tapi, bukannya ia tersingkir, malah setelah Megawati menjadi presiden Bambang malah diangkat menjadi Sekretaris Negara.

Penguasaannya di bidang hak milik intelektual membuat Bambang sering ditunjuk sebagai perunding antara pemerintah Indonesia dan organisasi internasional, misalnya dengan lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia ikut sebagai perunding dalam Patent Law Treaty (WIPO/PBB). Ia menjadi wakil ketua delegasi RI dalam konferensi Diplomatik I di Den Haag, Belanda, pada 1990. Lalu, pada 1995, ia menjadi wakil delegasi Indonesia dalam Trademark Law Treaty.

Seorang ahli hukum memuji kecerdasan Bambang menguasai bahan-bahan kuliah sewaktu di Harvard. Ketika mahasiswa harus nenyelesaikan sejumlah buku tebal dan karena itu banyak di antara mereka yang mengurung diri berhari-hari, Bambang Kesowo sempat ke sana-kemari dan ternyata lulus lebih cepat.




Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


BINTORO TJOKROAMIDJOJO | BINTARI RUKMONO | BENYAMIN SUEB | BENNY MOELJONO | BENJAMIN SOENARKO | BENJAMIN ARMAN SURIADJAYA | BASUKI ABDULLAH (RADEN BASOEKI ABDULLAH) | BANA GOERBANA KARTASASMITA | BAMBANG ISMAWAN | BAMBANG HIDAYAT | BAMBANG HERMANTO ALIAS HERMAN CITROKUSUMO | BAKIR HASAN | BAHARUDDIN LOPA | BAGONG KUSSUDIARDJO | BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE | BUSTANIL ARIFIN | BUDI SANTOSO | BUDI DARMA | BUDI BRASALI (LIE TOAN HONG) | BUBY CHEN | B.R.A. MOORYATI SOEDIBYO HADININGRAT | BOY MARDJONO REKSODIPUTRO | BONDAN WINARNO | BOEDIHARDJO Sastrohadiwirjo | BOEDI SIDI DARMA | BOB SADINO | BOB RUSLI EFENDI NASUTION | BOB HASAN | BISUK SIAHAAN | BISMAR SIREGAR | Bakdi Soemanto | Bambang Kesowo | Bambang W. Soeharto | Bambang Widjojanto | Benjamin Mangkoedilaga | Bernard Kent Sondakh | Bima Sakti | Bimantoro | Bing Rahardja | Biyan Wanaatmadja | Blasius Sudarsono | Bob Tutupoly | Boyke Dian Nugraha | Bre Redana | Budi P. Ramli | Budiman Sudjatmiko | Butet Kartaredjasa | Bambang Harymurti | Boediono


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq