A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Dendy Sugono




Nama :
Dendy Sugono

Lahir :
Banyuwangi, Jawa Timur, 7 Mei 1949

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD Negeri Setail, Genteng, Banyuwangi (1962)
- SMP Negeri Genteng, Banyuwangi (1965)
- Sekolah Pendidikan Guru Negeri Genteng, Banyuwangi (1968)
- Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Malang (S1; 1974)
- Post Graduate Training Programme for General and Austronesian Linguistic, Universitas Leiden, Belanda (1981/1982)
- Pascasarjana Universitas Indonesia (Doktor Ilmu-Ilmu Sastra, Bidang Linguistik 1991)


Karir :
- Asisten Dosen FKSS IKIP Malang (1973-1974)
- Guru SMA di Malang (1974-1975)
- Guru STM di Malang (1974-1975)
- Karyawan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (sejak 1976)
- Peneliti Bahasa dan Sastra di Pusat Bahasa (sejak 1988)
- Dosen STIE Perbanas (1983-1998)
- Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (sejak 1996)
- Penulis Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar
- Penulis Buku Kebahasaan
- Penulis Makalah/Peserta Pertemuan Ilmiah Kebahasaan dan Pengajaran Bahasa
- Kepala Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional (2001-sekarang)


Kegiatan Lain :
- Panitia Kerja Sama Kebahasaan dalam Majelis Bahasa Brunei Darussalam Indonesia-Malaysia (sejak 1994)
- Sekretaris Umum Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (1991-2000)
- Ketua Umum Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (sejak 2000)
- Anggota Masyarakat Linguistik Indonesia (sejak 1978)


Keluarga :
Ayah : Djamari Sarikromo (alm) Ibu : Musiatun Istri : Erwin Kusumawati Anak : 1. Virta Fitiriani 2. Rennel Indrwan 3. Ifran Nurtiputra

Alamat Rumah :
Jalan Kayu Manis III/42, Utan Kayu, Jakarta Timur Telepon 8504351

Alamat Kantor :
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur Telepon 4894564 Faksimile 4750407

 

Dendy Sugono


Dendy kecil mengimpikan menjadi anggota TNI Angkatan Laut. Ia ingin mengarungi samudra, menjelajahi Nusantara dan kalau mungkin dunia. Yang akhirnya menjadi €œnasib€-nya malah melayari kata demi kata sebagai seorang ahli linguistik. Toh profesinya ini tak mencegahnya melalang buana hingga ke Arab Saudi dan Eropa.

Anak petani di pinggiran Banyuwangi, Jawa Timur itu mendapat ilham ingin bekerja di TNI AL karena nasehat ayahnya. €œBapak menasihati saya supaya kelak bekerja di daerah lain. Terutama menjadi orang yang berguna,€ kenangnya. Toh ia tak dapat lebih lama menikmati petuah sang ayah, yang meninggal ketika Dendy menginjak SMP.

Malah Dendy sendiri harus menjadi €œayah€ bagi adik-adiknya. Ia juga harus ikut menggarap sawah hingga membimbing para saudara dan kemenakannya. Kerap pula ia menghadiri kenduri atau perhelatan lainnya, sebagai wakil ayahnya. €œSaya merasa dewasa dan telah menjadi ayah saat itu. Saya juga harus memikirkan biaya kuliah saudara-saudara yang lain,€ kata anak kedua dari lima bersaudara ini.

Namun ibunya melarang Dendy menjadi orang bahari. €œIbu tak ingin saya seperti kakak yang anggota Angkatan Laut, tak pernah di rumah, selalu bertugas ke mana-mana,€ ungkapnya. Seorang kakaknya memang pernah menjadi anggota pasukan Garuda PBB yang diterjunkan ke Timur Tengah.

Namun sebagai apa pun kelak, Dendy ingin menjadi €œorang€. Ini membuatnya keranjingan belajar. Ia suka membaca buku, bahkan ketika ia sedang mengembalakan kerbau, atau selagi bertengger di pohon sambil mengawasi ternak piaraannya. €œPelajaran IPA menjadi kegemaran saya saat itu. Bahasa belum saya minati,€ akunya.

Memasuki IKIP Malang dan memilih jurusan bahasa dan sastra Indonesia, minat Dendy pada bahasa mulai tumbuh. Menurut dia, berbicara mengenai bahasa sama halnya berbicara tentang manusia dan perilakunya. Ia pun ingin tampak beda dengan teman-temannya. €œTeman saya banyak yang memilih sospol dan eksakta, saya pengin beda,€ tutur Dendy tentang mengapa ia memililih Fakultas Sastra dan Sastra Indonesia. Setelah ia membaca novel karya Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, ia makin jatuh cinta pada sastra dan bahasa.

Jalan menuju sukses memang selalu berliku. Ketika pada 1976 Pusat Bahasa melakukan pembenahan ke dalam, kemampuannya kembali diuji lewat semacam penataran. €œKami tak ada yang lulus dengan nilai sempurna, bahkan ada yang mengulang. Saya harus mengulang dua kali sebelum memperoleh delapan, nilai yang sempurna,€ paparnya. Dilakukan Prof. Amran Halim, Kepala Pusat Bahasa saat itu, penataran itu bertujuan agar para peserta dapat Ejaan Yang Disempurnakan dengan baik. Ternyata hal itu memang membaikkan bagi Dendy, membuatnya makin cinta bahasa.

Saat Orde Baru berkuasa, bahasa menjadi alat politik. Banyak tudingan dialamatkan kepada Pusat Bahasa. Konon, lembaga itu dijadikan proyek penelitian bahasa untuk memproduksi kata demi kepentingan penguasa. €œSaat itu saya menjabat sebagai Kepala Bidang Perkamusan dan Peristilahan,€ ujarnya. Tapi ia menampik tudingan Pusat Bahasa merupakan lembaga tempat penguasa memesan kata dan istilah untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan. €œSoekarno dan Soeharto sama-sama ahli strategi, keduanya menciptakan istilah tersendiri sebagai alat kekuasaan,€ kata Kepala Pusat Bahasa yang juga menjadi koordinator kelompok profesi bidang linguistik ini.

Kepada anak-anaknya, ia meneruskan nasihat kakek mereka: jadilah orang yang berguna. Tak sekalipun ia memaksakan kehendaknya. Malah istrinya, Erwin Kusumawati, yang sering keras terhadap ketiga anak mereka. Hasilnya, mereka lebih menyeganinya.

Sebagai anak petani, layak kalau Dendy sangat menikmati pemandangan dan aroma padi menguning di pesawahan. Kesenangan pada tanaman berlanjut hingga ia menjadi Kepala Pusat Bahasa. Ia enggan melihat tanah menganggur di pekarangan rumahnya. €œSaya tak menyukai bonsai, kasihan tumbuhan dan hewan kalau tidak dibiarkan bebas,€ tandasnya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


Da'i Bachtiar | DALI SANTUN NAGA | DALI SOFARI | DANARSIH HADI SANTOSO | DANARTO | DANIEL ARIEF BUDIMAN | DAOED JOESOEF | DARMANTO JATMAN | DAVID NAPITUPULU | DEDE ERI SUPRIA | DELIAR Noer | DELMA JUZAR | DEMIN SHEN | DENNY BASKAR BESTARET | DEWI MOTIK PRAMONO | DHANNY IRAWAN RONODIPURO | DIAH KOMALAWATI ISKANDAR | DIAH PRAMANA RACHMAWATI SOEKARNO | DIANA WUISAN | DICK GELAEL | DICK HARTOKO | DIDIH WIDJAJAKUSUMAH | DJALI AHIMSA | DJAROT DJOJOKUSUMO | DJAUHAR ZAHRSYAH FACHRUDIN ROESLI (HARRY ROESLI) | DJOENAEDI JOESOEF (Joe Djioe Liang) | DJUHRI MASDJAN (DJODJON) | DJUKARDI ODANG | DJUNAEDI HADISUMARTO | DODDY AKHDIAT TISNAAMIDJAJA | DOMPY PIETER GEDOAN | DONALD DJATUNAS PANDIANGAN | DORODJATUN KUNTJORO-JAKTI | Dadang Hawari | Dady P. Rachmananta | Da'i Bachtiar | Daoed Joesoef | Darmanto Jatman | Dawam Rahardjo | Deddy Corbuzier | Dendy Sugono | Dewi Lestari/Dee | Diah Nurwitasari | Dian Nitami | Dian Sastrowardoyo | Didik J. Rachbini | Dimyati Hartono | Dwi Koen | Dorothea Rosa Herliany | Dorodjatun | Djoko Pekik | Djisman Simandjuntak | Djaduk Ferianto | Dita Indah Sari


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq