A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Dorodjatun




Nama :
Dorodjatun

Lahir :
Bogor, Jawa Barat, 19 September 1943

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SMP Bagian B (1960)
- Sekolah Asisten Apateker, Jakarta (1963)
- Institut Teknologi Bandung (sarjana farmasi/apoteker), (1971)
- State University of Ghent (pascasarjana spesialisasi), Belgia (1976)
- European University (MBA), Belgia (1991)


Karir :
- Asisten apoteker di apotek di Jakarta dan Bandung, sambil mengajar di Sekolah Asisten Apoteker (1963-1969)
- Medical Representative Supervisor (1969-1970)
- Sales Manager IPACO, Specia France (1971-1972)
- Tenaga pengajar tidak tetap di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (1971-sekarang)
- Quality control & production development manager, Kenrose Indonesia (1972-1974)
- Sales promotion manager, regional marketing manager, marketing manager Faritex (1974-1976)
- Manajer pabrik Kenrose Indonesia (1976-1978)
- Direktur pabrik Organon Indonesia AKZO Nobel (1978-1988)
- Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), (1988-Oktober 1997)
- Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk (1997-6 Juni 2002)


Kegiatan Lain :
- Ketua bidang industri, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (1984-1990)
- Ketua Umum Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (1990-1993)
- Anggota Expert Committee on Biological Standardization WHO (1990-sekarang)
- Ketua bidang industri, Federation Asian Pharmaceutical Association (FAPA, 1991-1995)
- Wakil Ketua Dewan Penasihat Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (1996-sekarang)
- Anggota Dewan Penasihat Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (1999-sekarang)


Penghargaan :
- Ksatria Bakti Husada Arutala, Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2001)

Alamat Rumah :
Jalan Kemang Selatan VII/83-G RT 002/02, Bangka, Mampang, Jakarta 12730 Telepon (021) 71791521

Alamat Kantor :
Jalan Budi Utomo No. 1, Jakarta 10710 Telepon (021) 3849251 Faksimile (021) 3441418

 

Dorodjatun


LAHIR di Bogor dan dibesarkan di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Dorodjatun akrab dengan lingkungan pertanian di sekitar Sungai Citarum. Waktu kecil ia tak punya cita-cita. Begitu lulus SMP, ia memilih Sekolah Asisten Apoteker (SAA). €œDi situlah dimulai pilihan yang menentukan arah karir saya,€ tutur lelaki yang kini direktur utama PT Kimia Karma ini. €œSaat itu apoteker merupakan sebuah disiplin ilmu yang jarang.€ Walau biaya dari orangtua cukup, lulus SAA, ia kuliah di ITB sambil bekerja paro waktu sebagai asisten apoteker. Studinya tak terganggu; ketika SD ia sudah terbiasa sekolah sambil €œbekerja€ dengan berjualan permen di luar jam pelajaran.

Pengalamannya dalam meniti karir termasuk lengkap, baik di swasta maupun asing. €œSaya pernah di apotek; pernah memimpin pedagang besar farmasi, sebagai distributor. Pernah di marketing, pernah sebagai orang pabrik,€ tutur Dorodjatun.

Sebelum di badan usaha milik negara, ia salah satu direktur di perusahaan swasta multinasional, Organon, dengan gaji besar. Ketika Menteri Kesehatan (waktu itu) Adiyatma memintanya membenahi Bio Farma, yang kondisinya sedang menurun, Dorodjatun agak sulit memberikan putusan. Apalagi manajemen Organon menghadap menteri agar bisa tetap mempertahankan dirinya. €œSayang sekali kalau sampai ditutup karena program kesehatan di bidang pemberantasan penyakit sangat penting,€ ujarnya. Akhirnya Dorodjatun tak bisa mengelak.

Sesudah sukses menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan vaksin dan serum di Bandung itu, sejak 1997 ia diminta menangani Kimia Farma. Pada saat dipimpin Dorodjatun, Kimia Farma mendapat penghargaan dari majalah Asiamoney sebagai The Best New Releasted Company 2001 -- perusahaan terbaik yang masuk dalam pasar modal tahun 2001. Selain itu, pada 2000/2001, pabrik obat tersebut berhasil membukukan laba Rp 150 miliar.

Apa rahasia sukses Dorodjatun? €œSaya menjalani segala sesuatu dengan penuh ketekunan dan enjoy. Apa yang saya lakukan, bagi saya merupakan bagian dari proses belajar dan menambah wawasan. Saya memiliki harapan dan keyakinan bahwa suatu saat harus maju terus. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,€ paparnya. Selain itu, Dorodjatun sangat menghargai waktu. Itu semua karena ia sudah terbiasa bekerja keras sambil sekolah. €œPengaturan waktu dan kerja keras adalah dua hal yang mewarnai kehidupan saya,€ katanya.

Sebagai orang yang bergelut dengan urusan obat-obatan, ia berpendapat bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan sudah cukup baik. €œKesadaran masyarakat harus didorong oleh kemampuan advokasi dari pemerintah, LSM, dan masyarakat itu sendiri,€ ujarnya.

Dorodjatun menikah pada usia muda, 24 tahun, dan dikaruniai tiga anak yang kini sudah sarjana semua€”tidak seorang pun di antaranya menjadi apoteker. €œSaya memberikan keleluasaan kepada anak-anak saya untuk memilih jalan hidup. Saya hanya memberikan arahan yang sifatnya umum,€ katanya tentang pendidikan terhadap anak-anaknya.

Tokoh manajemen yang dia kagumi adalah Jack Welch, Chief Executive Officer General Electrics. €œCara-cara dia menangani manajemen, prioritas-prioritas yang diambilnya, bagaimana pandangannya mengenai SDM, sangat saya kagumi,€ katanya.

Olahraga Dorodjatun jalan pagi, senam pernapasan, dan aerobik, kadang-kadang berenang. Jika ada waktu luang, ia pergunakan untuk membaca, antara lain baca karya Kahlil Gibran dan cerita silat kuno dari Cina. Kalau mendapat cuti, ia jalan-jalan ke wilayah pegunungan dan pantai.


Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


Da'i Bachtiar | DALI SANTUN NAGA | DALI SOFARI | DANARSIH HADI SANTOSO | DANARTO | DANIEL ARIEF BUDIMAN | DAOED JOESOEF | DARMANTO JATMAN | DAVID NAPITUPULU | DEDE ERI SUPRIA | DELIAR Noer | DELMA JUZAR | DEMIN SHEN | DENNY BASKAR BESTARET | DEWI MOTIK PRAMONO | DHANNY IRAWAN RONODIPURO | DIAH KOMALAWATI ISKANDAR | DIAH PRAMANA RACHMAWATI SOEKARNO | DIANA WUISAN | DICK GELAEL | DICK HARTOKO | DIDIH WIDJAJAKUSUMAH | DJALI AHIMSA | DJAROT DJOJOKUSUMO | DJAUHAR ZAHRSYAH FACHRUDIN ROESLI (HARRY ROESLI) | DJOENAEDI JOESOEF (Joe Djioe Liang) | DJUHRI MASDJAN (DJODJON) | DJUKARDI ODANG | DJUNAEDI HADISUMARTO | DODDY AKHDIAT TISNAAMIDJAJA | DOMPY PIETER GEDOAN | DONALD DJATUNAS PANDIANGAN | DORODJATUN KUNTJORO-JAKTI | Dadang Hawari | Dady P. Rachmananta | Da'i Bachtiar | Daoed Joesoef | Darmanto Jatman | Dawam Rahardjo | Deddy Corbuzier | Dendy Sugono | Dewi Lestari/Dee | Diah Nurwitasari | Dian Nitami | Dian Sastrowardoyo | Didik J. Rachbini | Dimyati Hartono | Dwi Koen | Dorothea Rosa Herliany | Dorodjatun | Djoko Pekik | Djisman Simandjuntak | Djaduk Ferianto | Dita Indah Sari


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq