A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Dian Sastrowardoyo




Nama :
Dian Paramitha Sastrowardoyo

Lahir :
Jakarta, 16 Maret 1982

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SMU Tarakanita I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
- Fakultas Sastra Universitas Indonesia (semenster 2)


Karir :
- Model iklan, video klip, aktris film antara lain membintangi film Bintang Jatuh (2000), Pasir Berbisik (2000) arahan sutradara Nan T. Achnas
- Ada Apa dengan Cinta (2002) arahan sutradara Rudi Soedjarwo.


Penghargaan :
- Juara I Lomba Gadis Sampul Majalah Gadis (1996) - Bintang Lux 2002 dari JWT AdForce-Unilever 2002 - Aktris Terbaik pada Deauville Film Festival de Asiatique, Prancis (Maret 2002), lewat perannya dalam Pasir Berbisik. - Aktris Terbaik pada Singapore Asia Pacific Film Festival (2002) untuk perannya dalam film Pasir Berbisik

Keluarga :
Ayah : Ariawan Sastrowardoyo (almarhum) Ibu : Dewi Parwati Setyorini

Alamat Rumah :
: Jalan Bangka Raya 49, Kemang, Jakarta Selatan, Telepon 7193659; Apartemen Semanggi Unit # 901, Jalan Gatot Subroto Kav. 53 B, Slipi, Jakarta 12110, Telepon 5358125 HP (manajer) : 0816 185 1164

 

Dian Sastrowardoyo


Membintangi film Pasir Berbisik, arahan sutradara Nan T. Achnas, dan Ada Apa dengan Cinta dengan sutradara Rudi Soedjarwo, nama Dian Sastrowardoyo pun mencelat bak meteor. Lewat Pasir Berbisik, pada 2002 ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik pada Deauville Film Festival de Asiatique, Prancis, dan pada Singapore Asia Pacific Film Festival.

Berkecimpung dalam seni sudah ia lakukan sejak kecil, saat tinggal di Cirendeu, Jawa Barat. Teman-temannya, yang rata-rata lebih tua darinya, ia ajari menari balet. ‚€œSaya kebetulan kursus balet dan saya ingin mereka ikut bermain bersama,‚€Ě tuturnya. Bahkan, ia tidak jarang mengancam sambil bawa pentungan jika teman-temannya tak patuh. Selain balet, katanya, ‚€œDari kecil saya hobimake up.‚€Ě

Saat remaja ia nyemplung ke dunia model. Pernah menjuarai lomba gadis sampul (1999), lalu membintangi iklan sabun. Suatu hari, di akhir 1999, sutradara Rudi Soedjarwo meminta gadis yang waktu itu berusia 17 tahun untuk audisi membintangi film digital video, Bintang Jatuh. Dian lulus audisi dan membintangi film tersebut. Setahun kemudian, ia membintangi Pasir Berbisik bersama aktris kawakan Christine Hakim dan Slamet Rahardjo Djarot, di bawah arahan sutradara Nan Triveni Achnas. Sukses di Pasir Berbisik, Dian kembali ‚€œdigarap‚€Ě Rudi Soedjarwo untuk membintangi Ada Apa dengan Cinta produksi Miles Productions‚€”film remaja fenomenal yang menyedot, konon, sampai jutaan penonton.

Pengalaman syuting untuk film Pasir Berbisik ia rasakan memberi makna tersendiri dalam hidupnya. ‚€œSaya menemukan sesuatu yang baru. Seakan saya dicabut dari alam saya sebelumnya, kemudian masuk ke peradaban baru yang sama sekali asing,‚€Ě tutur pengagum aktris Christine Hakim ini. Saat itu, ia pemain paling muda. Hidup berhari-hari di alam terbuka dan berinteraksi dengan anggota kru yang baginya masih asing. ‚€œAda tiga kemungkinan waktu itu: kalau enggak gila, saya kapok, atau saya suka banget, karena semuanya ekstrem,‚€Ě ujarnya lagi. Akhirnya, kemungkinan yang ketigalah yang terjadi: ia tertarik dan bisa beradaptasi, termasuk dengan kru yang nyentrik-nyentrik. Sesuatu yang tidak ia dapatkan di dunia model.

Menurut dia, film memiliki energi untuk menginspirasi orang. ‚€œItu yang saya kejar,‚€Ě katanya. Tapi film baginya hanya sebagai hobi sekaligus idealisme. Untuk mata pencaharian, ‚€œSaya tidak mungkin memilih film,‚€Ě katanya. ‚€œKalau saya hidup dan bergantung dari film, konsekuensinya mutu film akan bergantung pada seberapa besar kepentingan saya. Bisa saja saya 'menjual' alur cerita untuk duit,‚€Ě ujarnya lagi.

Selain pada hal-hal yang berbau seni, termasuk tari dan gambar, Dian gemar membaca buku-buku sastra, antara lain karya-karya Pramoedya Ananta Toer. ‚€œSetelah saya baca buku yang aneh-aneh itu, saya ingin tahu banyak tentang filsafat,‚€Ě ujarnya. Karena alasan itulah, Dian pindah dari Fakultas Hukum UI ke Jurusan Filsafat Fakultas Sastra universitasyang sama.

Yang unik, Dian tertarik pada hal-hal metafisis. Katanya, itu warisan dari ayahnya, seorang pemeluk Buddha, yang suka menghabiskan waktu untuk ngobrol dengan tumbuhan dan punya pendekatan-pendekatan ‚€œaneh‚€Ě tentang gen, energi, dimensi keempat. ‚€œSesuatu yang mirip setan atau jin di mata kita adalah energi yang berubah bentuk,‚€Ě kata gadis yang mengaku penganut spiritual ini.

‚€œSaya ingin jadi ikan paus, di dasar laut bermigrasi beramai-ramai dengan saudara-saudaranya, menarik sekali,‚€Ě ujar penggemar acara televisi Discovery ini. Itu kalau ia dilahirkan kembali.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


Da'i Bachtiar | DALI SANTUN NAGA | DALI SOFARI | DANARSIH HADI SANTOSO | DANARTO | DANIEL ARIEF BUDIMAN | DAOED JOESOEF | DARMANTO JATMAN | DAVID NAPITUPULU | DEDE ERI SUPRIA | DELIAR Noer | DELMA JUZAR | DEMIN SHEN | DENNY BASKAR BESTARET | DEWI MOTIK PRAMONO | DHANNY IRAWAN RONODIPURO | DIAH KOMALAWATI ISKANDAR | DIAH PRAMANA RACHMAWATI SOEKARNO | DIANA WUISAN | DICK GELAEL | DICK HARTOKO | DIDIH WIDJAJAKUSUMAH | DJALI AHIMSA | DJAROT DJOJOKUSUMO | DJAUHAR ZAHRSYAH FACHRUDIN ROESLI (HARRY ROESLI) | DJOENAEDI JOESOEF (Joe Djioe Liang) | DJUHRI MASDJAN (DJODJON) | DJUKARDI ODANG | DJUNAEDI HADISUMARTO | DODDY AKHDIAT TISNAAMIDJAJA | DOMPY PIETER GEDOAN | DONALD DJATUNAS PANDIANGAN | DORODJATUN KUNTJORO-JAKTI | Dadang Hawari | Dady P. Rachmananta | Da'i Bachtiar | Daoed Joesoef | Darmanto Jatman | Dawam Rahardjo | Deddy Corbuzier | Dendy Sugono | Dewi Lestari/Dee | Diah Nurwitasari | Dian Nitami | Dian Sastrowardoyo | Didik J. Rachbini | Dimyati Hartono | Dwi Koen | Dorothea Rosa Herliany | Dorodjatun | Djoko Pekik | Djisman Simandjuntak | Djaduk Ferianto | Dita Indah Sari


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq