
Nama : JAMES DANANDJAJA
Lahir : Jakarta, 13 April 1934
Agama : Protestan
Pendidikan : - HCS Chiao Thung/Ming Kuang, Malang/Surabaya (1947)
- SMP Ming Kuang & THHK, Surabaya/Jakarta (1951)
- SMA Budhaya, Jakarta (1955)
- FS UI Jurusan Antropologi (1963)
- Jurusan Folklor Universitas California, Berkerley, AS (1971)
- Doktor di FS UI (1977)
- Martha Graham Style Contemporary Dance di Universitas California, Berkerley, AS (1969-1971)
- Program Nirgelar dalam Antropologi Psikiatri Universitas California, San Francisco, AS (1980-1982)
Karir : - Guru Besar Antropologi di FS UI (1960 -- kini)
- Panitia Khusus Dekan FS UI (1963-1965)
- Panitia Biro Pendidikan FS UI (1965-1967)
- Panitia Jurusan Antropologi FS UI (1967-1974)
- Penjabat Ketua Jurusan Antropologi FS UI (1975-1976)
- Guru Besar Tamu Fullbright University of California Berkeley, AS (1980-1981)
- Konsultan di LPPM Jakarta (1982)
- Panitia Program Pascasarjana FS UI (1982-1984)
- Guru Besar Luar Biasa Pascasarjana FS UI (1982-kini)
- Penasihat Akademi S-2 Wilayah AS (1983-sekarang)
- Ketua Panitia Calon S-3 FISIP UI (1983-sekarang)
- Guru Besar FISIP UI (sekarang)
Karya : - Kebudayaan Petani Desa Trunyan di Bali, Pustaka Jaya, 1980
- Beberapa Masalah Folklor, Lembaga Antropologi FS UI, 1980
- Folklor Indonesia, PT Grafitipers, 1984
- Upacara Lingkaran Hidup di Trunyan Bali, Balai Pustaka, 1985
Alamat Rumah : Asrama Wismarini Flat A-11, Jalan Otto Iskandardinata 84, Jakarta Timur Telp: 812834, 815058
Alamat Kantor : FISIP UI Jalan Pemuda, Jakarta Timur Telp: 483647, 480856
|
|
JAMES DANANDJAJA
Boleh dibilang, James Danandjaja adalah "pendekar" folklor Nusantara yang pertama. Lalu, apa itu folklor? "Bagian budaya yang bernama folklor itu berupa bahasa rakyat, ungkapan tradisional, teka-teki, legenda, dongeng, lelucon, nyanyian rakyat, seni rupa, dan lain sebagainya," kata James.
Jimmy -- panggilan akrab lelaki yang bernama asli James Tan ini -- sudah menulis buku Folklor Indonesia (Grafifi Pers, 1984). Ilmu tentang folklor ia perkenalkan kepada mahasiswa Jurusan Antropologi FISIP UI sejak 1972. Rupanya, "Mereka sangat tertarik," tutur Jimmy. Pada mata kuliah tersebut, para mahasiswa antara lain ditugasinya mengumpulkan berbagai folklor di tanah air. Hasil pengumpulan itulah, antara lain, yang ia pakai untuk buku tadi.
Perkenalannya dengan folklor terjadi pada 1969, sewaktu ia -- atas beasiswa Fullbright -- belajar di Universitas California, AS. Oleh ahli folklor Aland Dundes, seorang pengajar di sana, Jimmy diarahkan menekuni ilmu itu.
Ketika berkesempatan bertemu dengan Prof. Dr. Koentjaraningrat, ia makin mendapat dukungan. Kata Koentjaraningrat, antropolog itu, seperti ditirukan Jimmy, "Kalau untuk itu, saya akan membimbing." Dengan karya tulis, yang kemudian diterbitkan sebagai buku, An Annotated Bibliography of Javanese Folklore, ia mendapatkan Master dari universitas di Berkeley itu, 1971.Gelar doktor dalam bidang antropologi psikologi ia peroleh dari UI, 1977, dengan disertasi Kebudayaan Petani Desa Trunyan di Bali. Ini kemudian diterbitkan Pustaka Jaya, 1980. Buku lain karya Jimmy, Pantomim Suci Betara Berutuk dari Trunyan, Bali, dan Upacara Lingkaran Hidup di Trunyan, Bali -- keduanya diterbitkan Balai Pustaka, pada 1985.
Jimmy lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, yang semuanya lelaki. Ayahnya, Daniel Danandjaja, bekerja sebagai bendahara pada sebuah perusahaan swasta. Mendiang ibunya, Lily Erawat, ahli kecantikan yang memiliki sebuah salon di Malang, Jawa Timur. "Ibulah yang menjadikan saya orang maju," tutur Jimmy.
Sewaktu remaja, Jimmy belajar balet. Rekan seangkatannya, antara lain, Elsy Tjiok San Fang dan Farida Feisol. Ia juga belajar tari Bali dan Jawa pada Nyi Tjondrolukito. "Sayangnya, saya tidak bisa menabuh gamelan, hingga tidak bisa mengajar tari Jawa," katanya. Mulai 1980 ia berhenti menari. "Karena ingin menjadi dosen yang baik," ujarnya.
Pada acara pengukuhannya sebagai guru besar UI, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, selaku rektor, berkelakar, "Biasanya, orang jadi profesor pada saat sedang repot mencari menantu. Tapi yang ini malah mencari mertua." Jimmy, yang mengisi kolom status perkawinan dengan "teruna tua" alias bujangan, hanya tertawa.
Tidak merokok, ia masih rajin berenang dua kali seminggu, dan angkat barbel setiap pagi.
|